RSS

ARSIP DOKUMENT DI FACEBOOK “MENJAWAB FITNAH MISIONARIS

1. DAFTAR/ARSIP PENCARIAN DOKUMENT JAWABAN BAGI PARA PENGHUJAT ISLAM (BAG 1)

http://www.facebook.com/home.php?sk=group_215759555101800&view=doc&id=220978914579864

2. DAFTAR/ARSIP PENCARIAN DOKUMENT JAWABAN BAGI PARA PENGHUJAT ISLAM (BAG 2) =

http://www.facebook.com/home.php?sk=group_215759555101800&view=doc&id=224829140861508

Menjawab Fitnah Misionaris

semoga DOKUMENTNYA bermanfaat bagi semuanya

Dan diizinkan untuk disebar Luas kan

hak cipta hanya milik Allah

 

Tag:

membongkar kebobrokan PENAFSIRAN Q,S 19:33

MISIONARIS SELALU MENAFSIRKAN Q.S 19:33 BAHWA ISA MATI DISALIB…….. DENGAN INI SAYA AKAN MEMBAHAS KEKELIRUAN PENAFSIRAN MEREKA

19. Maryam

33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

kalau 19:33 “…..dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” mau ditafsirkan seperti pemahaman kristen bahwa yesus dibangkitkan setelah disalib dan dikubur, maka :

bagaimana memahami 33:15 “…dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” yang mana ayat tsb mensifati Nabi Yahya?
apakah bangkitnya Nabi Yahya itu berbeda dengan bangkitnya Nabi Isa?

19. Maryam

15. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

———-

أَلاَ يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ. لِيَوْمٍ عَظِيمٍ. يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan pada suatu hari yang besar, (yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam?” (Al-Muthaffifin: 4-6)

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ وَلَهُ الْمَثَلُ اْلأَعْلَى فِي السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nyalah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Ar-Rum: 27)

يُبْعَثُ كُلُّ عَبْدٍ عَلَى مَا مَاتَ عَلَيْهِ
“Setiap hamba akan dibangkitkan sesuai dengan keadaannya ketika meninggal.” (HR. Muslim no. 2878, Kitabul Jannah wa Shifati Na’imiha wa Ahliha, Bab Al-Amru bi Husni Zhan billahi Ta’ala ‘indal Maut)

——————–
Jelas maksud ayat diatas 19 ; 33, adalah kebangkitan dalam pengertian setelah hari kiamat/ kebangkitan mereka berdua adalah bersama-sama dengan kebangkitan seluruh manusia, dan para nabi beserta orang-orang soleh akan memperoleh kesejahteraan saat mereka semua dibangkitkan……………………..

DAN SILAKAN BACA ARTIKEL SAYA  BAHWA JESUS TIDAK MATI DISALIB DAN SUDAH WAFAT SAMPAI SEKARANG

http://www.facebook.com/home.php?sk=group_215759555101800&view=doc&id=217561884921567

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 27, 2011 in Uncategorized

 

Mengenal Isa dalam Al-Quran


إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِندَ اللّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Sesungguhnya misal (penciptaan) ‘Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia. (Al-Imran 3 : 59

Verily, the likeness of Iesa (Jesus) before Allah is the likeness of Adam. He created him from dust, then (He) said to him: “Be!” – and he was. (Al-Imran 3 : 59) Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:

The similitude of Jesus before Allah is as that of Adam; He created him from dust, then said to him: “Be”. And he was. (Al-Imran 3 : 59). Yusuf Ali

Isa Dalam Quran

RINCIAN KATA

إِنَّ مَثَلَ عِيسَى= Sesungguhnya Masalah Isa (Jesus)

= عِندَ اللّهِ disisi Allah

كَمَثَلِ آدَمَ = Seperti hal-nya Adam

خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ= Allah Menciptakannya dari tanah

ثِمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُون=Kemudian, lalu berfirman Allah kepada , “jadilah”. Maka jadilah”…

Bila diperhatikan ayat itu menunjuk pada perbincangan Isa, bahwa Isakejdian isa tidak berbeda dengan Adam. Kalau Adam berangkat dari kalimat “KUN” (Jadilah), demikian pula Isa, terjadi karena kalimat “Kun”. Kata “Misal” (seperti, sama halnya), memastikan tentang kedudukan Isa di sisi Allah, sama sama manusia Ciptaan. Bukan “Ada” tanpa “di cipta”, bukan ada dengan sendiri, atau berdiri sendiri. Tetapi derajat penciptaan Isa sederajat Adam, berangkat dari kalimat Allah ” Kun” (Jadilah). Berarti person Isa adalah benda belaka, bukan sosok kehidupan yang terdiri dari unsur unsur tuhan, seperti pendapat diluar Islam.

Kedudukan Adam Disisi Allah:

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),” (Al-Imran3:33). Disini Allah menempatkan Adam sebagai manusia yang memiliki “keunggulan” yang melebehi kurun kurun sebelumnya, sebelum manusia diciptakan, kemudian dilanjutkan dengan generasi selanjutnya, sama sama diberi “keunggulan” memimpin kaumnya masing masing. Bahkan menurut Allah Adam menerima beberapa “Kalimat” (firman firman): Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah2:37)….Ini menunjukkan makna “kalimat” adalah ayat ayat yang mengajarkan cara bertaubat. Kalimat itu sendiri dalam bahasa apapun akan disebut sebagai himpunan kata kata bermakna. Kata : كَلِمَاتٍ=jamak “kalimat kalimat” yang bermakna ayat ayat ( tata cara bertobat), tidak bermakna istemewa yang sering kali menjadi diskusi non muslim dengan arti diluar Islam.

Makna kalimat dalam bahasa arab :

PENGERTIAN KALIMAT

Kalimat dalam Bahasa Arab tidak sama pengertiannya dengan kalimat dalam Bahasa Indonesia. Kalimat dalam Bahasa Indonesia adalah kumpulan dua kata atau lebih yang menunjukkan kepada suatu maksud, sedangkan dalam Bahasa Arab yang dimaksud dengan kalimat adalah sebuah kata atau lafazh yang terdiri dari satu huruf  Hijaiyyah atau lebih yang menunjukkan suatu arti tersendiri/mufrad.

لَفْظٌ مُفْرَدٌ يَدُلُّ عَلَى مَعْنًى “Sebuah lafazh mufrad yang menunjukkan sebuah makna” . Itulah makna kalimat dalam bahasa Arab, menunjuk pada lafad Mufrad, artinya setiap kata yang mengandung makna. Contohnya: ل , ذَهَبَ  ,  أَحْمَدُ  ,  السُّوْق (pergi, ahmad, pasar). Ini semua adalah kalimat dalam bahasa Arab.

Proses Kelahiran Isa:


[3:45] (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai maryam, seungguhnya
 Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat

{195} (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), (ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 45).


[3:46] dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.”

Seorang teman bertanya, mengapa begitu banyaknya ayat ayat yang berkaitan dengan Isa didalam al-Quran. jAWABKU :”Masalahnya, karena mengahadapi kedustaan akhir zaman yang menyebut Isa sebagai tuhan, sehingga masalah Isa perlu dijelaskan kepada manusia, bahwa Isa adalah seorang hamba yang lahir dari rahim Ibu dengan Kalimat-Nya. Tentang kalimat telah diterangkan terdahulu, namun mungkin perlu pendapat mayoritas Ulama kalimat itu apa:

بِكَلِمَةٍ مِنَ اللهِ ، فَيَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Menurut tafsir Humaidi makna “Kalimat” adalah firman Allah yang berbunyi “Kun Fayakun”

{ بكلمة منه } : هو المسيح عليه السلام وسمي كلمة لأنه كان بكلمة الله تعالى { كن } .

Tafsir At-Tafasir kata Kalimat ialah “Kun Fayakun”.

وكُوِّن بكلمة منه

Tafsir wajiz, dengan kata “KUN (kalimat)

بكلمة من الله ، وهو قوله كن فكان

Tafsir assamarqindi, Kata “Kalimat” yang di maksud adalah “Kun”. Bahkan ratusan tafsir menyatakatakan kata “Kalimat” adalah “Kun”..

” maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia”.(ALI ‘IMRAN (KELUARGA ‘IMRAN) ayat 47). Proses ” Jadilah”, lalu jadilah dia”. Merupakan firman atau perkataan Allah yang menghendaki lahirnya Isa dengan proses salami. Namun kalau dipahami lebih jauh proses kejadian Isa menurut al-Quran. Terdapat dua pendapat yang berbeda, pertama adalah pendapat yang mengatakan bahwa Isa tidak berbapa, yang kedua Isa berbapa.Baik yang mengakatan Proses Isa tidak berbapak atau tidak berbapa sama sama berpegang pada umumnya Ayat . Teks ayatnya begini:”

قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آَيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا

Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagiKu; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan” (Maryam 21) .Kata عَلَيَّ هَيِّنٌ yang berarti “Mudah Bagiku”, telah melahirkan dua penafsiran, “mudah” dicarikan seorang suami”dan “mudah “dari tidak ada menjadi diadakan oleh Allah, melalui Proses.

Isa Bukanlah Tuhan Menurut Allah Dan menurut Pengakuan Isa Sendiri Dalam Quran.

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. (Al-Imran3:49) Ayat ini menunjukkan bahwa Isa adalah RASUL (utusan), hanya untuk bani Israel, sifatnya tidak universal, tetapi melokal diwilyah bani Israel, Isa bukan tuhan, Isa adalah hamba Allah biasa, hanya ada beberapa kelebihan yang diberikan kepadanya, dan pada hakikatnya semua nabi punya kelebihan;

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing),” (Al-Imran3:33).

[19:30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (MARYAM ayat 30).

Peringatan Terhadap Ahlul Kitab (Kaum Nashara):

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu {383}, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera maryamitu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya {384} yang disampaikan-Nya kepada maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya {385}. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. (AN NISAA’ (WANITA) ayat 171)


[5:72] Sesungguhnya telah 
kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 72). Orang yang meyakini Isa menurut Al-Quran adalah orang kafir, orang yang mengingkari keberadaan Isa sebagai manusia. Menempatkan Isa sebagai tuhan adalah kebiasaan yang disebut oleh Allah sebagai maker.

Bantahan Isa sendiri, bahwa Ia bukan tuhan:

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 116)… Ini lebih jelas lagi bahwa Isa bukan tuhan, tetapi seorang hamba Tuhan.

Itulah Isa dimata Islam, disejajarkan dengan nabi nabi yang lain, yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Dia adalah anak manusia yang lahir dari buian seorang Ibu melalui proses. Yang jelas tidak ada satupun ayat didalam al-Quran yang menempatkan Isa sebagai tuhan. Karena hukum positif menyatakan manusia adalah manusia, tidak ada unsur unsur atau zat zat yang mendekatkan kepada anggapan, bahwa Isa adalah tuhan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 27, 2011 in Uncategorized

 

Pesan Bagi Yang Suka Menghujat Islam

Beberapa waktu lalu, saya menjumpai berbagai macam tuduhan dan cemoohan terhadap Muhammad dan juga terhadap ajaran yang dibawanya, Islam. Hal tersebut terutama di beberapa situs web anti Islam yang mengkhususkan diri dalam kegiatan seperti itu.

Namun demikian, kualitas cacian mereka yang amatiran itu membuat saya ragu apakah mereka itu memang benar-benar mencaci atau cuman membual saja.

Hal ini terlihat dari kosa kata kotor mereka yang terbatas, pas-pasan, dan hanya muter-muter di topik yang itu-itu saja, basi.

Inilah mungkin juga yang menyebabkan mereka tidak masuk rekor MURI untuk kategori kreativitas dalam memberikan cacian. Cacian mereka tak bermutu, dan aktivitas mereka itu sebenarnya tidak jauh berbeda dengan katak yang bernyanyi dalam tempurung.

Artikel ini akan mengusut setuntas mungkin perihal tuduhan kosong yang paling sering mereka lontarkan selama ini.

Kualitas mereka sebagai pencaci masih diragukan…

Mereka memiliki literatur “cacian” yang mumet dan tak terorganisir. Mereka memberikan cemoohan terhadap beberapa hadits shahih secara tak berurutan. Dengan kata lain, analisa asal-asalan yang mereka tujukan terhadap hadits, seringkali melompati antar bab (topik). Mereka pilih-pilih hadits.

Kita kan tahu bahwa hadits shahih Bukhari-Muslim ada ribuan hadits. Mengapa mereka tidak menganalisa semuanya satu persatu lalu menyusun hasil analisa tersebut secara alfabet atau numerik? Bukankah mereka itu ahli hadits?
Atau mungkin mereka capek mengetik dengan kemampuan mengetik mereka yang hanya berkisar 40-60 kata/menit itu? Seharusnya mereka belajar meningkatkan kecepatan ketikan tangan mereka ke angka 1000 kata/detik. Kalau perlu pakai 20 jari (+jari kaki). Mereka kalah cepat dengan Imam Bukhari dan Muslim dalam hal menulis artikel.

Begitu juga dalam mengkaji tafsir ayat al-Qur’an. Mereka tidak menafsirkan semuanya yang berjumlah 114 surat itu. Seharusnya mereka mengkaji semuanya lalu menyusun hasil kajian mereka secara terorganisir dan dipajang di situs mereka sebagai bahan cacian utama. Mengapa mereka tak melakukan hal itu? Mereka sepertinya pilih-pilih ayat. Dan lagi-lagi mereka tidak sebaik para ahli tafsir al-Qur’an yang begitu tekun dan teliti dalam mengkaji al-Qur’an.

Kemudian,
Mereka juga terlihat sangat amatir (tidak profesional) dalam melontarkan cacian. Untuk menjadi seorang pencaci yang diakui mereka seharusnya mau mencontoh tokoh senior mereka, yakni Abu Jahal, Bapak Kebodohan. Mereka sepantasnya bercermin kepada Abu Jahal yang notabene merupakan tokoh pembenci Muhammad no.1 dalam sejarah Islam. Mengapa? Karena Abu Jahal pernah mencaci-maki Muhammad dengan perkataan secara langsung terhadapnya. Dia juga memusuhi beliau mati-matian dan tak mengenal toleran. Mereka juga perlu mempelajari manuskrip (literatur sejarah) dari Abu Jahal untuk dijadikan perbandingan dalam memberikan cacian yang bermutu kepada Muhammad saw..

Namun demikian, renungkan pula kematian Abu Jahal yang sangat menggelikan itu, karena tidak dibunuh langsung oleh Muhammad, melainkan disebabkan oleh ulah perbuatan dua anak kecil yang hanya menyerang kakinya dan kaki kudanya saat patroli. Latar belakang kematian yang sangat menggelikan.

Dan kalau Anda belum sekeras Abu Jahal dalam mencaci Nabi saw., maka ketahuilah, Anda bukan seorang pencaci, tapi hanya pembual. Kata “pembual” adalah konteks standar untuk seorang pencaci yang isi caciannya tidak pas (meleset jauh ke mukanya sendiri!).

Anda juga bukan pencaci berwibawa. Karena Anda tidak jujur dalam mengungkap maksud situs Anda. Halaman situs Anda tidak memajang tulisan yang menyatakan bahwa Anda mencaci Muhammad ataupun Islam. Seharusnya, untuk menjadi seorang pencaci yang diakui, Anda harus terlihat sangat jelas dalam mencaci, yakni dengan memajangkan slogan di halaman website Anda yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar serius dalam mencaci, semisal dengan slogan “Kami Mencaci Muhammad”, “Kami Mencaci Islam” atau slogan lainnya, sehingga para pengunjung situs Anda akan benar-benar tahu bahwa situs Anda memang benar-benar berisi cacian… deh lo!

Kalau Anda, tak melakukan seperti itu. Maka ketahuilah, sekali lagi, Anda bukan pencaci, tapi pembual, yang frekuensi suaranya jauh lebih besar daripada frekuensi aliran data di otaknya.

Dan kenyataannya adalah,
Anda sebenarnya hanya mencaci Muhammad yang merupakan satu-satunya orang buta huruf di dunia ini yang telah menggoreskan banyak tinta emas dalam sejarah. Dan lagi beliau sudah lama terkubur 14 abad yang lalu. Dimana letak otak Anda, mencaci seorang buta huruf yang berwibawa dan telah lama terkubur? Itu hal paling memalukan yang dilakukan oleh kaum intelektual yang ada di zaman modern ini.

Jadi, sebenarnya Anda tidak merasa malu? Atau memang tak punya rasa malu atas tindakan Anda tersebut?

Namun,
Sebenarnya hal ini juga merupakan mukjizat Muhammad pada bab tersendiri yang terlupakan. Bayangkan saja, seorang buta huruf yang terlahir di zaman kebodohan mampu membuat heboh pemikiran-pemikiran orang modern setelah 14 abad kematiannya. Sangat menakjubkan! Dengan kata lain, Orang-orang intelektual bergelar Prof., Ir., Dr, M.Sc., Lc., dan title-title “cool” lainnya yang terlahir di abad 20 telah dibuat kesal hanya oleh 1 orang buta huruf yang terlahir di abad ke-6. Apa Anda masih mau menyangkal mukjizatnya yang sangat nyata ini? Dan lagi, pengaruh Muhammad yang besar itu, bukan hanya ketika ia masih hidup, tapi ketika ia sudah meninggal pun masih berpengaruh, bahkan pengaruhnya bukan hanya pada orang Islam, tapi bagi orang non-Islam lainnya. Bagaimana jika beliau masih hidup, pasti tubuh Anda akan mencair dibuatnya.

Jadi, semakin Anda mencaci Muhammad, semakin besar pula Kehebohan yang Anda perbuat, dan tentu saja, semakin besar pula mukjizat beliau (dalam menggelisahkan pikiran Anda karena kesal dan berkeras kepala), dan tentu saja, semakin besar kebodohan Anda –karena mencaci orang yang tak mungkin meluangkan waktunya untuk mendengarkan ocehan Anda.

Muhammad itu pedofil dan Mania sex?

Ini lagi yang teramat aneh. Mereka mencaci seorang arab buta huruf yang telah dimuliakan, yang telah menundukkan jazirah arab, yang telah memporak-porandakan kekaisaran Romawi, dan telah membentuk empirium (daerah kekuasaan) terbesar dalam sejarah kehidupan manusia, yakni membentang mulai dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik. (100 tokoh dunia: http://www.media.isnet.org)

Terus Anda siapa?
Anda belum pernah menundukkan ¼ bagian pulau Madura sekalipun!
Anda juga bukan panglima perang yang tak terkalahkan, bukan ahli pemerintahan, bukan ahli sejarah, meskipun Anda tidak buta huruf. Gelar tertinggi Anda –mungkin- hanya sebatas .Lc (Lumayan ceroboh) atau M.Sc (manusia sangat ceroboh).

Anda keberatan dengan Muhammad karena menikahi seorang gadis berusia 6 tahun secara syah? Apa Anda orang tuanya? Atau Anda hanya sok ngatur saja? Anda tak sepantasnya mengatur orang yang lebih cerdik dan jauh lebih berwibawa dari Anda.

Dan Anda menyebut Muhammad sebagai pedofil hanya karena ia telah menikahi anak perempuan berumur 6th, begitu ‘kan?

Beliau adalah seorang nabi dan tak bertindak secara asal-asalan. Beliau bertindak dengan alasan tersendiri, yakni salah satunya untuk memperkuat hubungan kekeluargaan dengan tokoh bangsa Arab yang terpandang, guna penyebaran Risalahnya. Pernikahan beliau dengan Aisyah juga telah menghasilkan hikmah tersendiri bagi umat Islam, khususnya untuk kaum wanita. Mengapa? Karena Aisyah lah yang paling mengenal Nabi saw. dan ia juga yang paling tahu hukum-hukum Islam perihal masalah wanita karena memperoleh pelajaran langsung dari nabi saw.. Muhammad tak punya saudara perempuan untuk dijadikan sebagai objek pembelajaran Islam tentang wanita. Jika Aisyah tidak dinikahi oleh Muhammad saat itu juga, yakni ketika ia masih anak-anak, maka kepada siapa Muhammad harus mengajarkan masalah hukum-hukum Islam perihal kewanitaan, terutama hal yang paling sensitif? Sementara wanita terbaik dalam hal kecerdasan dan silsilah keturunan pada saat itu adalah keturunan sahabatnya sendiri, Abu Bakar. Sebab itu jika beliau tidak menikahi Aisyah, tapi hanya sebatas mengajarinya saja, maka apa pendapat umat Islam kalau beliau berada sangat dekat kepada Aisyah untuk mengajari ajaran Islam perihal kewanitaan, sementara status mereka berdua bukan suami-isteri? Itu justru akan lebih mengundang gossip dan aneka prasangka buruk terhadap Muhammad.

Tapi Anda menyebut tindakan Muhammad yang sangat bijak tersebut dengan sebutan “pedofil”. Pelit sekali Anda memberikan julukan terhadap seorang yang berwibawa. Dari sini saja sudah terbukti akan kedangkalan pikiran Anda dalam memahami suatu perkara, yang cenderung ceroboh dalam membuat kesimpulan.

Isteri beliau banyak, dan beliau mania sex?

Ini lagi, salah satu bukti kecerobohan Anda dalam membuat kesimpulan. Anda menjuluki beliau “mania sex” karena memiliki isteri yang banyak secara syah? Apa Anda tidak melihat latar belakang isteri-isteri beliau yang rata-rata sudah janda dan berumur lanjut itu, dan terkadang juga miskin dalam hal materi. Beliau menikahi mereka semua dengan alasan yang sangat bijak, salah satunya yakni alasan sosial untuk mempererat hubungan antar suku, dan untuk menghindari perpecahan (permusuhan) dalam kelompok, juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi wanita tersebut. Jika beliau menginginkan wanita terpandang (kaya) lagi cantik dan seksi, itu sama sekali bukan kendala bagi beliau mengingat status beliau yang selalu dimuliakan dan selalu ditaati oleh kaumnya. Beliau sangat bisa sekali untuk mengawini wanita kelas atas. Hal itu bagi beliau, semudah membalikkan telapak tangan. Tapi beliau tidak melakukan demikian, karena beliau ingin memberikan contoh teladan yang baik bagi umatnya, bahwa setiap orang, tak terkecuali janda, harus diperhatikan dengan baik dan dimuliakan. Isteri beliau yang beliau nikahi dalam keadaan gadis hanya satu orang, yakni Aisyah.

Sekarang, tengok diri Anda sendiri,
Hal ini jauh berbeda dengan diri Anda yang ketika mengejar anak gadisnya orang selalu bersusah payah dengan berkorban pulsa mati-matian dan cenderung mengobral janji-janji palsu yang sudah kadaluwarsa. Sesuatu yang hanya mampu dilakukan oleh pecundang.

Dan sekalipun Muhammad memiliki isteri yang banyak, hal itu tidak menurunkan kewibawaan beliau, karena beliau bisa bersikap adil kepada semuanya. Beliau sama sekali tidak seperti sebagian besar raja yang kerajaannya mengalami keruntuhan hanya gara-gara 1 selir wanitanya. Para isteri beliau saw. malah turut serta mewarnai perkembangan kemajuan Islam, agama yang luhur (murni) yang tak menganut sistem dogma (dongo’ amat). Dan isteri-isteri beliau tidak saling bertengkar satu sama lain.

Nah, bagaimana dengan Anda?
Anda mungkin beristrikan 1 orang, tapi –terkadang– tidak bisa bersikap adil. Dan tak menutup kemungkinan Anda masih harus rajin mengoleksi WIL yang tak terhitung jumlahnya. Itu ‘kan yang berwibawa menurut Anda?

Juga,
Sebagian pembesar agama Anda mungkin adalah orang suci, karena tidak menikah, … tapi hanya melibatkan diri dalam kasus pelecehan atau skandal. Itu ‘kan yang menurut Anda lebih terhormat karena tak perlu repot-repot mengurus surat nikah? Amat besar kebodohan kalian karena telah mencaci orang yang paling jujur dan paling baik.

Al-Qur’an Bukan Wahyu?

Ini juga, merupakan hasil kreativitas Anda yang paling menakjubkan dari hasil pemikiran Anda yang terbalik.

Apa yang membuat Anda tidak percaya bahwa al-Qur’an adalah mu’jizat atau wahyu dari Allah?

Apa karena di dalamnya tidak ada stempel tulisan “A S L I”? Atau karena di dalamnya tidak ada stiker hologram untuk menunjukkan keasliannya sebagai wahyu/mukjizat?

Bagaimana sebenarnya cara Anda menganalisa keaslian sesuatu?

Sudah nyata-nyata sekali bahwa al-Qur’an diterima oleh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari teknologi, kedokteran, sejarah, sosial, dan bidang-bidang kehidupan lainnya yang sama sekali tak mengandung pertentangan antar satu dengan lainnya.

Dalam bidang astronomi, banyak hal yang terbukti tentang apa yang dikabarkan oleh al-Qur’an. Sehingga dalam hal ini, apa-apa yang ditemukan dalam bidang ilmu astronomi merupakan sesuatu yang basi, karena 14 abad yang lalu sudah disebutkan dalam al-Qur’an.

Dalam bidang kedokteran, sebagai contoh, mereka sangat terlambat dalam menganalisa manfaat madu, karena al-Qur’an telah mengabarkannya 14 abad yang lalu tentang hal itu.

Dalam bidang sejarah, apakah Anda tahu latar belakang ditemukannya kerangka perahu Nabi Nuh as.? Mereka menemukannya karena berpedoman pada informasi yang tertera dalam al-Qur’an, bukan berpedoman pada al-Kitab Anda yang sudah terkontaminasi itu.

Al-Kitab Anda lah yang sebenarnya banyak mengandung kontradiksi, dan seringkali ditolak oleh bidang ilmu pengetahuan, … dan Anda selalu mengalihkan alasan Anda kepada “Dogma”?!!

Al-Kitab Anda sudah tidak murni lagi, karena telah tercampur dengan perkataan manusia. Mereka telah menjadikan al-Kitab sebagai ajang blog, suatu perbuatan yang sama sekali tak pernah dilakukan oleh Isa as. dan pengikutnya yang setia, khawariyin. Mana mungkin firman Allah bisa direvisi dan digantikan dengan perkataan manusia yang seringkali pikun itu? Mereka itu hanya manusia, yang lidahnya seringkali terpeleset atau memang sengaja dipelesetkan.

Kemudian,
Apakah Anda juga ingin tahu tentang mukjizat al-Qur’an yang lain?
Al-Qur’an (yang tertulis) telah berumur 14 abad lebih, semenjak itu keasliannya terjaga. Namun, ada juga orang yang begitu kreatif ingin membuat tiruannya, tapi mereka sangat terlambat. Mereka membuat tiruan al-Qur’an beberapa tahun terakhir ini. Mengapa mereka begitu terlambat, padahal al-Qur’an sendiri telah menantang Jin dan Manusia untuk membuat surat/ayat seumpama al-Qur’an semenjak 14 abad yang lalu? Dan seperti biasa, lagi-lagi mereka gagal, karena al-Qur’an palsu tersebut tidak laku. Lain kali, kasih stiker hologram pada al-Qur’an palsu itu agar lebih jelas kepalsuannya.

Al-Qur’an telah memberikan sumbangsih yang sangat besar dalam perkembangan zaman.

Mereka ingin menantang Literatur Suci berusia 14 abad yang telah terbukti sebagian informasinya di zaman modern ini? Amat jauh apa yang mereka impikan itu.

Dan lagi,
Sebenarnya, mereka tak punya disiplin ilmu yang cukup untuk menganalisa maksud al-Qur’an. Mereka menafsirkan maksud ayat al-Qur’an yang berbahasa arab itu dengan grammar bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Itu sangat bagus, bukan? Apalagi jika mereka mengkajinya dengan grammar bahasa mandarin yang mereka kuasai. Sempurnalah kebodohannya.

Domba tersesat

Ini lagi yang sangat tidak enak didengar.

Apakah Anda berpikir bahwa penaklukan kota Makkah yang terjadi 1400 tahun yang lalu (dan tetap aman hingga sekarang), yang dipelopori oleh Muhammad itu, dilakukan oleh sekawanan domba yang tersesat? Begitukah?

Coba Anda bandingkan dengan para penguasa amatir, dimana daerah kekuasaan yang ia miliki “pecah” seiring kematian si penguasa tersebut. Tengok saja, Uni Soviet yang akhirnya pecah, seiring kematian penguasanya. Dan juga bekas daerah jajahan lainnya, seperti korea yang terpecah dua bagian, dan contoh-contoh lainnya.

Pola pikir Anda sudah tidak relevan, dan tidak sesuai dengan ISO9002!

INGAT! Sampai sekarang, status Makkah masih sebagai daerah kekuasaan Muhammad, meskipun beliau telah wafat ±14 abad yang lalu, dan itu akan tetap demikian hingga hari kiamat. Anda boleh mengubah tulisan dalam buku sejarah, tapi tidak “kenyataan” di lapangan.

Anda tak akan bisa menandingi Muhammad walaupun se-ujung kukunya. Cobalah Anda taklukkan Makkah 1 menit saja!

Bisa?

Jika tidak bisa, berhentilah memanggil kami “domba yang tersesat”, karena analogi yang Anda berikan terhadap umat Islam sangat jauh dari kenyataan yang ada di lapangan. Dan hal itu hanya akan mengundang tawa dari anak-anak kecil yang mendengarnya.

Makkah pernah dicoba ditaklukkan secara terbuka (tanpa perlawanan) oleh tentara gajah (Abrahah) jauh-jauh hari sebelum kelahiran Muhammad. Tapi hasilnya, bukan hanya “nol besar”, tapi “nol raksasa”! Dengan demikian, hanya Muhammad yang merupakan satu-satunya penakluk kota Makkah yang terakhir, hingga saat ini, dan tak akan pernah ada yang lain.


Sesungguhnya Allah lah yang telah menciptakan manusia, Dia pula yang memberi rezeki kepadanya, dan Dia pula yang menundukkan alam ini untuk keperluan manusia. Dan kepada-Nya lah manusia akan dikembalikan untuk dimintai pertanggungjawaban.

Anda siapa? Mengapa Anda menyebut kami sebagai domba yang tersesat.
Apakah Anda mengklaim diri Anda sebagai pemilik kami? Apakah Anda pencipta alam semesta ini? Apakah Anda yang memberi kami rezeki? Apakah Anda yang menghidupkan dan mematikan kami? Apa Anda yang memiliki Surga dan Neraka? Amat jauh sekali khayalan Anda itu! Inilah sebenarnya yang disebut dengan khayalan tingkat tinggi.

Isa as. sendiri tak pernah memaksa manusia untuk menjadi pengikutnya. Dia adalah nabi yang baik seperti halnya nabi-nabi yang lain, Musa, Ibrahim, Nuh, Muhammad, dan nabi lainnya. Kami tiada memperbedakan satu orang pun di antara nabi-nabi itu. Mereka semua membawa risalah yang benar dan lurus. Sistem kenabian mereka sama, yakni membawa kabar gembira untuk mereka yang beriman dan beramal shalih, dan memberi peringatan kepada mereka yang ingkar. Dan mereka sama sekali tidak memaksa. Karena agama itu bukan paksaan.

Allah sendiri sebagai Pencipta manusia, juga tak pernah memaksa manusia untuk mentaati perintah-Nya. Manusia diberi kebebasan untuk memilih (tindakan) dalam kehidupan dunia ini, dan pilihannya itulah yang akhirnya menentukan nasib akhirnya di akhirat nanti. Lantas, mengapa Anda begitu bersikeras memaksa kami untuk mengikuti kalian dengan menyebut kami sebagai domba tersesat yang harus diselamatkan?

Mungkin, di antara kami, memang ada yang merupakan domba yang tersesat. Tapi, ketahuilah, sebagian besar dari kami bukan domba lumpuh yang tak tahu jalan pulang (bertaubat).

Dan sebenarnya, walaupun Anda adalah penggembala, Anda tak lain hanyalah penggembala domba yang buta, yang tak tahu mana domba orang dan mana domba sendiri. Dan tak menutup kemungkinan, Anda bisa saja salah ambil. Sebab itu, Anda lebih pantas disebut pencuri domba, ketimbang sebagai penggembala domba.

Allah itu adalah “Hajar Aswad”?

Ini juga perbuatan Anda yang murahan dan hanya menambah bukti kecerobohan Anda.

Anda mencaci konsep ketuhanan kami yang murni, meng-Esakan Dia Yang Maha Esa.

Kami meng-Esakan Allah berdasarkan risalah yang dibawa oleh Muhammad. Juga melalui Firman-Nya yang tertera dalam al-Qur’an, yang terjaga keasliannya.

Apa yang membuat Anda merendahkan “Allah” dengan memperumpamakannya kepada “hajar aswad”?

Padahal informasi yang seperti itu tak pernah ada dalam literatur agama kami, baik dalam hadits maupun dalam al-Qur’an. Dengan kata lain, itu adalah karangan Anda sendiri. Dan, seperti biasa, Anda tak berbakat dalam mengarang kebohongan. Sebab itu, belajarlah menjadi pengarang yang baik!

Dan kenyataan yang sebenarnya adalah,
Allah bersemayam di langit.
Anda perlu melihat kitab ulama’ salaf untuk menafsirkan kalimat di atas, karena saya bukan orang yang ahli dalam hal ini.

Sebenarnya, konsep ketuhanan Anda lah yang kacau. Dan kami bisa saja menyebut Anda seringkali membuat Tuhan lalu menjadikannya kalung di leher Anda. Tapi mencaci dengan cara seperti ini sama sekali tak ada untungnya bagi kami.

Anda menganggap seorang manusia yang terlahir tanpa ayah sebagai anak Allah?
Lantas bagaimana anggapan Anda terhadap Adam as., manusia pertama, yang memang tak punya ayah dan ibu? Dan bagaimana pula anggapan Anda terhadap Siti Hawa (isteri nabi Adam as.) yang tercipta tanpa perantara seorang ibu? Apakah Anda menganggap mereka berdua sebagai sepupu Allah atau kemenakan Allah?

Juga, pertanyaan dalam konsep Trinitas Anda,
Sebenarnya, berapa jumlah Tuhan sebelum Isa as. terlahir ke dunia ini? 3 atau 2?
Kemudian, berapa jumlah Tuhan sebelum Maryam terlahir ke dunia ini? 2 atau 1?

Jawab dengan jujur pertanyaan tersebut, agar kami paham konsep ketuhanan Anda. dan jangan ditutup-tutupi dengan “dogma”.

Percuma Anda punya akal yang jenius kalau Anda menganalisa sesuatu dengan bersandar pada dogma. Itu adalah jawaban asal-asalan yang paling praktis yang saya tahu sepanjang perjalanan hidup manusia. Sehingga, kalau Anda menemukan soal tes ujian, dan tak bisa menjawabnya, maka berikanlah jawaban singkat, yakni “dogma”, habis perkara.

Dan lagi,
Apakah Anda juga akan berkata bahwa Allah menciptakan kehidupan ini dengan alasan “Dogma” atau “karena iseng aja”? Tidak demikian! Kehidupan manusia, punya alasan yang jelas, tapi Anda tak mengetahuinya.

Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik perbuatannya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
(QS al-Mulk:1-2)
Lihat kitab tafsir jika Anda ingin mengetahui maksud ayat ini dengan jelas, karena saya tak punya ilmu yang cukup untuk memberikan penjelasan ayat tersebut.

Pada dasarnya, hanya agama yang lurus (murni) saja yang benar. Islam pun, tidak semua benar seperti yang disangka kebanyakan orang. Seperti kasus Ahmadiyah dan aliran sesat sejenisnya belakangan ini. Begitu juga dalam agama Nasrani. Tidak semua yang beragama Nasrani itu benar, hanya yang masih menganut ajaran murni lah yang benar. Hal yang sama juga berlaku pada agama Yahudi.

Pertanyaannya sekarang adalah, apakah agama yang Anda peluk sekarang ini masih murni atau Anda saja yang menganggapnya murni? Anda punya volum akal yang cukup untuk menganalisa dan mempertimbangkannya. Jangan sampai Anda seperti maling yang berteriak maling, karena pada akhirnya (baca: kiamat), hal itu hanya akan membuat Anda malu 2x, bahkan lebih!

Agama yang dibawa oleh Isa as. adalah agama yang benar, suci, dan lurus. Namun, demikian, ada pengikutnya yang terlalu kreatif hingga menjadi sangat dongo’ dan akhirnya suka memodifikasi aturan agama demi mencari keuntungan harta dunia. Mereka mengubah al-Kitab sesuai selera nafsunya, dan mengalihkan alasan-alasan yang kontroversial kepada “dogma”, karena yang bersangkutan tak bisa memberikan alasan atas kebohongannya sendiri.

Jika Anda ingin memahami agama Anda dengan baik, maka pelajarilah kebenaran agama Anda. Pelajarilah sejarah trinitas Anda, asal-muasal perubahan agama Anda, dan hal-hal penting yang terkait dengan rutinitas agama Anda. Dan kalau perlu pelajari ilmu teologi setinggi mungkin kemudian perbandingkanlah keempat kitab yang ada, Taurat, Zabur, Injil, Al-Qur’an. Kemudian lihat, mana yang paling kacau dan mana yang paling benar. Yang paling kacau itulah sebenarnya yang paling banyak mengalami perubahan. Dan yang paling relevan (sesuai kenyataan) itu lah yang paling benar. Anda tak perlu mempelajari agama kami, kalau agama Anda sendiri Anda tidak paham!

Anda bukan penderita stroke ‘kan? Dan Anda juga bukan tahanan! Anda bisa menggunakan akal Anda sesuai dengan keinginan Anda. Anda bisa memperbandingkan banyak literatur “kebenaran” dengan mencarinya di internet. Anda tak harus mengikuti orang yang arah pikirannya tidak jelas dan suka membungkus kebohongan dengan dogma.

Karena di dunia ini, yang memang benar-benar “BENAR” hanyalah Allah dan Rasul-Nya. Dan tentang kebenaran atau perkataan dari orang lain, itu masih sangat-sangat-sangat diragukan sekali, sehingga masih perlu dikunyah sehalus mungkin.

2 Pilihan untuk Anda

Ada dua pilihan untuk Anda, mulai sekarang, yakni:

  1. Berhentilah mencaci-maki Muhammad dan ajaran yang dibawanya, Islam. Atau,
  2. Teruskanlah cacian Anda terhadap Muhammad dan juga Islam, hingga akhirnya Anda terhenti dengan sendirinya oleh waktu (baca: Kematian).

Masih ingin mencaci?

Okay,
Sebenarnya pilihan no.1 di atas sudah sangat bijak. Hal ini dimaksudkan agar Anda tidak semakin buta dan tertimpa kegelisahan. Kemudian, Anda bisa mengambil tindakan positif lainnya dengan cara mempelajari ajaran agama Anda dengan sebaik mungkin. Anda bisa berusaha mempelajari dan menghafal al-Kitab Anda dan menyibukkan diri dalam beribadah. Anda tak perlu mendalami agama orang lain, karena bagaimana mungkin Anda paham agama orang lain kalau agama Anda sendiri Anda tidak paham (ragu-ragu)? Juga agar Anda tak terkesan sebagai orang yang melanggar privasi agama orang lain. Allah menghargai perbedaan, sebab itulah Dia ciptakan dua konsekuensi yang berbeda, Surga atau Neraka. Jika Allah saja menghargai “perbedaan”, lantas kenapa Anda tidak mau menghargainya?

Namun, demikian jika Anda tetap cenderung ingin memilih pilihan no.2, yakni ingin mencaci Muhammad dan Islam, maka saya punya saran yang sangat baik untuk Anda. Dan hal ini harus Anda perhatikan demi kebaikan Anda sendiri. Manfaatkanlah sisa-sisa kehidupan Anda sebaik mungkin untuk mencaci, mencaci, dan mencaci. Karena setelah Anda mati, Anda tak akan bisa lagi mencaci.

Hal yang harus Anda perhatikan tersebut adalah,
Pertama, sebelum Anda mencaci, bercerminlah di kaca yang bersih. Kemudian lihat diri Anda baik-baik.

Kedua, renungkanlah semua prestasi yang telah Anda peroleh dalam kehidupan ini, dan kalau perlu catatlah dan hitung jumlah keseluruhan dari prestasi-prestasi Anda tersebut.

Ketiga, bandingkanlah prestasi-prestasi yang telah Anda peroleh tersebut dengan prestasi-prestasi yang dimiliki oleh Muhammad. Muhammad memiliki keunggulan dalam segala bidang, seperti memanah, ahli bermain pedang, berpacu kuda, teknik berkelahi, penguasaan taktik perang, teknik penguasaan temperatur emosi yang tinggi (baca: sabar), menguasai taktik politik pemerintahan, menguasai taktik ekonomi, seni dalam akhlak dan budi pekerti yang sopan dan jujur, teknik pengendalian rumah tangga yang aman dan tentram, dan prestasi-prestasi (sifat-sifat) menakjubkan lainnya. Beliau tercatat sebagai penghancur empirium romawi, Persi, dan kerajaan-kerajaan besar lainnya.

Dan Apakah prestasi-prestasi Anda menyamai apa-apa yang terdapat pada Muhammad?

Hmm…, jika tidak demikian, maka ketahuilah bahwa cacian Anda sebenarnya tidak menunjukkan apa-apa, selain sebagai bentuk kejujuran diri Anda sendiri dalam mengungkap kebodohan-kebodohan yang Anda miliki. Dan perbuatan Anda hanya akan memperburuk reputasi Anda sendiri.

Tentang Artikel Ini

Artikel ini hanya dibuat sebagai tindakan alamiah saya, sebagai seorang muslim, dalam membela Muhammad, nabi yang buta huruf, yang penuh dengan keutamaan yang tak terbantahkan, atas tuduhan-tuduhan kosong yang dilontarkan oleh orang-orang tak bertanggung jawab di alamat:

http://indonesia.faithfreedom.org

Apa salah Muhammad terhadap kehidupan Anda sehingga ia harus dicaci-maki seperti itu? Apa ia terlibat propaganda perang dunia I dan II? Atau ia melakukan diskriminasi terhadap kelompok agama Anda. Setahu saya tidaklah demikian. Beliau adalah orang yang paling menjunjung tinggi persamaan hak (kebebasan) dan konsisten terhadap perkataannya. Beliau adalah orang yang antara hati, lidah, dan perbuatannya “sama”. Beliau sangat menghargai perbedaan, namun dalam batas-batas yang jelas. Sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an:

Katakanlah: “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku”. (QS. al-Kaafiruun)
(Anda perlu melihat kitab ulama’ salaf untuk menafsirkan ayat ini)

Perkataan “kafir” di dalam ayat di atas, bukan dari kami, tapi dari Allah, Pemilik al-Qur’an itu sendiri. Jika Anda tak setuju itu adalah urusan Anda, kami tak akan meniru orang yang suka mengubah perkataan Tuhannya (al-Kitab) demi menyenangkan orang lain. Dan tak ada yang bisa merubah kebenaran, sekalipun unta bisa masuk ke lubang jarum.

Kedudukan Muhammad bagi kami, umat Islam, melebihi kedudukan orang tua terhadap anaknya. Sebab itu, sebagai seorang muslim tentu tak boleh tinggal diam ketika tokoh favoritnya diejek mati-matian. Bagaimana perasaan dan sikap Anda jika kekasih Anda yang cantik jelita dan seksi itu dicaci oleh seseorang dengan sebutan “jelek, basi, dan kampungan”? Apa Anda akan tinggal diam begitu saja? Sementara mulut Anda masih bisa bicara, tangan Anda masih bisa bergerak, dan akal Anda masih waras.

Anda tak bisa merendahkan orang yang kualitasnya jauh lebih baik dari Anda dari sisi kenyataan yang sesungguhnya.

Mungkin, di antara kami sebagai orang Islam, pernah menyakiti Anda dalam beberapa hal yang tak sepantasnya berbuat seperti itu, tapi ketahuilah … bahwa hal itu sama sekali terlepas dari Muhammad, dan terlepas dari ajaran Islam itu sendiri. Dan itu adalah kesalahan orang yang bersangkutan, karena tak mengerti agama Islam dengan baik, dalam hal berakhlak dan berinteraksi sosial. Anda hanya perlu mencaci orang tersebut, dan jangan bawa nama Muhammad, dan juga Islam. Bagaimana tanggapan Anda jika ada seseorang yang kecelakaan karena menerobos lampu merah? Tentu saja, yang salah orang itu sendiri, dan bukannya lampu merahnya yang salah, apalagi kepala polisi SATLANTASnya.

Mengapa demikian?
Karena Muhammad sendiri tidak bersikap seperti itu semasa hidupnya. Peperangan yang beliau lakukan hanyalah cara terakhir karena pihak musuh tak mau bernegosiasi dalam menerima (mendengar) dakwah beliau, yang hanya berstatus sebagai “pembawa kabar gembira” dan “pemberi peringatan”. Dengan kata lain, Muhammad tidak diperbolehkan berdakwah lebih lama di muka bumi ini. padahal, beliau hanya ingin membersihkan Ka’bah dari segala macam benda yang tak pantas berada di sekelilingnya. Lihatlah, ketika beliau memerintahkan para pengikutnya untuk membunuh Abu Jahal, pamannya sendiri. Dan tentu saja, loyalitas (kesetiaan) kepada Allah sebagai Pencipta alam semesta, tak bisa dihitung atau diperbandingkan dengan loyalitas atas dasar status kekeluargaan.

Dengan kata lain, apa yang beliau lakukan hanyalah ingin memberantas kebodohan yang nyata di dunia ini, yakni, yang berupa aktivitas menciptakan tuhan sendiri lalu disembah sendiri juga, yang akhirnya tuhan tersebut menjadi usang karena seringkali disembah.

Beliau adalah sebaik-baik manusia yang memiliki budi pekerti yang agung, menepati janji dan amanat, menyantuni fakir miskin, mengasihani janda, dan merendahkan diri terhadap sesama. Dan hanya orang buta, tuli, dan lumpuh akalnya yang tak bisa mengenali beliau yang sudah sangat-sangat jelas itu.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (berdzikir). (QS. al-Ahzab:21)

Kita hidup di zaman modern. Para ahli bisa menganalisa dan mengakui kebenaran akan fosil dinosaurus yang berumur ratusan juta tahun. Namun, anehnya, sebagian besar manusia tak mau percaya tentang literatur (al-Qur’an) yang berumur 1400 tahun yang telah nyata-nyata terbukti kebenarannya di zaman sekarang. Dimanakah letak kesalahan akalnya? Tentu saja, karena “keras kepala”.

Untuk saudaraku, sesama muslim

Ada beberapa hal yang ingin saya katakan kepada kalian, sebagai sesama muslim. Perkataan ini terutama dikhsusukan untuk saya sendiri sebagai penulis artikel ini, dan bagi mereka lainnya yang mencintai Muhammad saw..

Sudah sedemikian butakah mata kalian hingga tak bisa mengenali noda hitam kelam di atas tumpukan salju putih yang cerah? Atau sudah sedemikian tulikah telinga kalian hingga tak bisa mengenali frekuensi gelombang busuk yang sudah di ambang batas itu? Atau sudah sedemikian lumpuhkah akal kalian hingga tak bisa menganalisa dan memahami simbol-simbol permusuhan yang mereka lahirkan secara terang-terangan itu?

Bangunlah, wahai saudaraku! Kalian telah tidur lebih dari 10 abad lamanya. Buanglah kebodohan-kebodohan kalian! Kikis habis perselisihan-perselisihan kalian yang hanya mengarah kepada perpecahan itu, dan selesaikanlah dengan cara yang paling baik (al-Qur’an dan as-Sunnah)! Kita punya sejarah kejayaan yang besar 14 abad yang lalu, dan hal itu sama sekali bukan “dongeng” semata, tapi kenyataan, kenyataan yang tidak terbantahkan oleh sejarah peradaban manusia! Islam telah meninggalkan jejak dimana-mana, tak terkecuali di jazirah arab, tapi juga di benua eropa, asia, afrika, dan sebagainya.

Dimana kekuatan refleks akal kalian ketika mereka secara bangga mencaci Muhammad dan agama kita? Bukan Muhammad yang saya khawatirkan ketika mereka mencaci Muhammad dan Islam, karena Muhammad telah terbiasa dengan hal itu semenjak awal-awal tahun dakwahnya, dan beliau juga sudah tiada. Yang saya khawatirkan adalah mental kita yang semakin kerdil dan harga diri kita yang diinjak-injak oleh sepatu kaki kiri mereka. Dan mereka selalu bermimpi ingin menghancurkan kita, umat islam. Dan eitttsss…, tunggu dulu, karena Islam sebenarnya bukan milik Muhammad dan juga bukan milik kita sebagai pengikut Muhammad, tapi milik Dia, yang telah menurunkan al-Qur’an, yang telah mengutus Muhammad sebagai Rasul terakhir, yang pastinya tak akan tinggal diam melihat agama yang dicintai-Nya ini dihancurkan.

Dan, satu hal yang sangat disayangkan dari mereka yang seringkali mencaci Muhammad dan Islam, yakni prediksi mereka dalam hal masa depan, selalu saja salah, meleset, dan asal-asalan. Mereka pikir masa depan bisa diprediksi dengan kartu domino atau dadu segi enam?!! Setiap manusia hanya bermain dengan waktu, tidak dengan yang lain!

Apakah kalian tidak penasaran kenapa Muhammad banyak memperoleh kemenangan (kesuksesan) dalam perjuangannya semasa hidupnya? Yahh, tentu saja, karena Allah ada (mendukung) dibalik semua peristiwa itu. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dan kita juga akan memperoleh kemenangan dengan cara yang sama, seperti yang dilakukan oleh Muhammad semasa hidupnya. Mungkin Muhammad sudah lama terkubur, tapi itu hanya jasadnya, dan semangatnya masih selalu ada di hati orang-orang muslim.

Marilah kita bela Islam, dan juga Muhammad saw., nabi yang buta huruf, yang punya gelar “Si Jujur” (al-Amin). Dan hal itu harus dimulai dari diri kita sendiri. Perbaikilah akidah (keyakinan) kita dengan cara konsisten dalam mengamalkan apa yang diperintahkan dalam Islam, terutama apa yang telah disebutkan dalam Rukun Islam. Dan berhentilah berselisih atau meluangkan perhatian terhadap hal-hal yang hanya merusak persatuan persaudaraan umat Islam.

Dan izinkan saya berteriak di blog yang kecil ini, ke telinga kalian, sebagai saudara sesama muslim:

BANGKITLAH…!

TAK ADA YANG BOLEH MERENDAHKAN ISLAM.

TAK ADA YANG BISA MENGKERDILKAN UMAT ISLAM.

KARENA ISLAM TIDAK TERLAHIR KE MUKA BUMI INI DALAM KEADAAN PREMATUR!

Sumber:codenamezero.wordpress.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 23, 2011 in Uncategorized

 

HAJJAR ASWAD MEWAKILI FUNGSI BLACK HOLE DALAM ALAM SEMESTA

Kita semua tahu bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudorat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu. Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam prosesi ibadah haji tersebut adalah sekedar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW. Jadi apa yang kita lakukan bukanlah menyembah Batu, dan tidak juga menyembah Ka’bah.

Umar bin Khatab berkata “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”

Allah memerintahkan kita untuk Thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (QS. An-Najm : 53 ) “.

Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa mengambang di air. Di sebuah musium di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut ( dari Ka’Bah ) dan pihak musium juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.

Teori Black Hole (lubang hitam) dikemukakan lebih dr 200 tahun yg lalu.Pada 1783 , ilmuwan John Mitchell mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujud nya sebuah lubang hitam setelah beliau meneliti dan mengkaji teori gravitas Isaac Newton.

Istilah “lubang hitam” pertama kali digunakan oleh ahli fisika Amerika Serikat, John Archibald Wheeler pada 1968. Wheeler memberi nama demikian karena lubang hitam tidak dapat dilihat, karena cahaya turut tertarik ke dalam nya sehingga kawasan di sekitar nya menjadi gelap.

Cara Kerjanya : Massa dari lubang hitam terus bertambah dengan cara menangkap semua materi didekatnya. Semua materi tidak bisa lari dari jeratan lubang hitam jika melintas terlalu dekat. Jadi obyek yang tidak bisa menjaga jarak yang aman dari lubang hitam akan tersedot. Berlainan dengan reputasi yang disandangnya saat ini yang menyatakan bahwa lubang hitam dapat menyedot apa saja disekitarnya, lubang hitam tidak dapat menyedot material yang jaraknya sangat jauh dari dirinya. dia hanya bisa menarik materi yang lewat sangat dekat dengannya.

Hajar Aswad berasal dari surga. Batu ini pula yang menjadi fondasi pertama bangunan Ka’bah, dan ia menghitam akibat banyaknya dosa manusia yang melekat disana pada saat mereka melakukan pertaubatan. Tidakkah orang yang beriman merasa malu, jika hati mereka menghitam akibat dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda “Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam ( Jami al-Tirmidzi al-Hajj (877) “

Jadi berdasarkan Hadist tersebut Hajjar Aswad menyerap dosa-dosa manusia yang pernah menyentuhnya dan akan menjadi saksi di akhirat nantinya. Hal ini memiliki kesamaan sifat dari Black Hole di Alam Semesta.

Kemudian akan Kami tunjukkan tanda-tanda kekuasaan Kami pada alam dan dalam diri mereka, sampai jelas bagi mereka bahwa ini adalah kebenaran”. (QS. Anfusilat : 53)

Radiasi dari Ka’bah ini tak dapat diketahui tanpa pesawat antariksa abad 20, membuktikan jika Qur’an ialah berasal dari ALLAH, & bukti Qur’an mukjizat sepanjang masa. Kerana banyak ayat yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan terakhir, zaman terakhir.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. 4 An-Nisaa’:82


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2011 in Uncategorized

 

Bantahan atas topik : 45 Argumen Allah Bukan Yesus: bag 5

Quote:

41. Allah mengkaruniakan wahyu kepada Yesus, maka Yesus bukanlah Allah, lihat Wahyu 1:1.
Tanggapan:
* Wahyu 1:1
1:1 Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3 Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.
Wahyu pasal 1 menyatakan Ilham Allah disalurkan kepada manusia melalui semacam rantai dengan “anak rantai”: Allah… Kristus… malaikat-Nya… Yohanes, dan akhirnya hamba-hambaNya, yaitu setiap orang percaya dan taat kepadaNya. Pernyataan dalam ayat 1 dan 2 adalah untuk memberi tekanan secara khusus kepada para pembaca supaya mereka tidak meragukan isi kitab ini.
Menurut “rantai ilham” yang disebutkan pada ayat 1, kesaksian Yesus Kristus adalah Firman yang diberikan kepadaNya oleh Allah. Makna dari pernyataan ini adalah: Yohanes bersaksi tentang Firman Allah, yaitu kesaksian yesus Kristus, yang segalanya telah dilihatnya.
Ayat ke-3 merupakan ucapan bahagia yang ditujukan kepada orang yang melaksanakan tugas pembacaan Firman Allah dalam kebaktian umat Allah.
“Inilah wahyu Yesus Kristus” dalam bahasa Yunani “apokalupsis iêsou khristou”, adalah wahyu Yesus Kristus, Ia sendiri yang mewahyukan penebusanNya, Ia mewahyukan kewajiban yang dilakukanNya sebagai Yang diurapi Allah. Jadi jelas disini, ada rujukan subordinasi dari Kristus yang melaksanakan tugas pengutusan dari Allah, karena Sang Kristus memang yang melaksanakan tugas yang telah ditetapkan itu. Demikian pula telah dijelaskan berkali-kali sejak Tanggapan 2b, bahwa Allah dapat mengutus Allah, lihat lagi di 45-argumen-allah-bukan-yesus-vt3297.html#p18384
===========================================

BANTAHAN :
Dalam bahasa Yunani dikatakan “apokalupsis iêsou khristou”
“Inilah wahyu Yesus Kristus” akan tetapi dilanjutkan dengan kata “ἣν ἔδωκεν αὐτῷ  θεὸς” yang berarti “yang dikaruniakan Allah”.
Jadi Wahyu Yesus bukan berasal dari Yesus, namun dari Allah. Bahkan kata ἔδωκεν bisa bermakna ‘memberikan’ Jadi Yesus ‘tak punya apa-apa’ jika tak ‘diberi’ ‘apa-apa’ oleh Allah. Dari sini saja bisa disimpulkan bahwa Yesus bukan Allah Yang Maha Kuasa.Berhentilah menyesatkan bung Bp.

Lihat bantahan atas topik Allah dapat mengutus Allah disini :
http://henitaaja.blogspot.com/2011/03/bantahan-atas-topik-45-argumen-allah_8652.html?utm_source=BP_recent

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2011 in Uncategorized

 

Bantahan atas topik : 45 Argumen Allah Bukan Yesus: bagi 4

45 Argumen Allah Bukan Yesus:
Quote:
42. Jika kita membuka Ibrani 2:9, maka kita akan bertanya, mungkinkah Yesus itu Allah? Jika Yesus itu Allah, bagaimana ia bisa lebih rendah dari malaikat?
Tanggapan 42:
Si penuduh hanya mengambil secuplik ayat dalam rangka “membonsai” Hakikat Yesus Kristus. Atau barangkali si penuduh tidak memahami, sehingga tidak mengimani apa itu “Kenosis”, yaitu Allah yang Mahatinggi itu telah sudi datang ke dunia dalam rupa manusia seutuhnya untuk sebuah karya keselamatan.
Ada baiknya kita membaca ayat-ayatnya secara lengkap supaya mengerti maknanya, karena Ibrani 2:7 yang dipersoalkan ini berbicara mengenai manusia secara umum. Barulah menginjak pada pada ayat 8, 9 dan seterusnya itu merujuk kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Anda akan lebih jelas bisa mengertinya dengan membaca lebih lengkap penjelasan bahwa Tuhan Yesus bukan malaikat, melainkan Manusia yang ditetapkan Allah menjadi pemerintah yang akan datang :
* Ibrani 2:5-8 Bukan malaikat, melainkan manusia yang ditetapkan Allah menjadi pemerintah zaman yang akan datang.
2:5 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.
2:6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
2:7 LAI TB, Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
KJV, Thou madest him a little lower than the angels; thou crownedst him with glory and honour, and didst set him over the works of thy hands:
TR, ηλαττωσας αυτον βραχυ τι παρ αγγελους δοξη και τιμη εστεφανωσας αυτον και κατεστησας αυτον επι τα εργα των χειρων σου
Translit, êlattôsas {Engkau telah membuat rendah} auton {dia} brakhu {untuk waktu yang singkat/ sedikit} ti par {daripada} aggelous {malaikat-malaikat} doxê {dengan kemulyaan} kai {dan} timê {dengan kehormatan} estephanôsas {Engkau telah memahkotai} auton {dia} kai {dan} katestêsas {menjadikan} auton {Dia} epi {melewati} ta erga {pekerjaan-pekerjaan} tôn kheirôn {tangan-tangan} sou {mu}
2:8 segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.
Dalam ayat 5, Tuhan Yesus dipermuliakan sebagai Yang Ditentukan untuk menjadi Raja atas segala sesuatu sesuai dalam pasal 1. Inti dari Ibrani 2:5-8 adalah bahwa Tuhan Yesus akan memerintah dunia yang akan datang sebagai Manusia yang sejati.
Untuk mengembangkan gagasan ini, penulis Ibrani mengutip Mazmur 8:5-7. Disini diceritakan bahwa Tuhan Yesus akan melaksanakan tugas yang dulu dimandatkan kepada Adam dan Hawa dalam Kejadian 1:26-28. Karena manusia pertama ini gagal melaksanakannya, maka akan digenapi didalam Tuhan Yesus Kristus (lihat Artikel : Adam Akhir yang Memberi Hidup).
Sebagai kata pengantar untuk kutipan ini, sekali lagi Tuhan Yesus dibandingkan dengan malaikat (ayat 5). Juga, penulis mencatat bahwa “dunia yang akan datang” adalah menjadi pokok pembicaraan. Ia tidak membicarakan ‘pengampunan dosa’ yang kita alami saat ini, atau keselamatan dengan arti yang demikian, tetapi yang dibicarakannya ialah keadaan dunia yang akan datang dan peranan Raja kita di dalam dunia ini.
Kemudian, ayat 6-8 adalah kutipan dari Kitab Mazmur:
* Mazmur 8:5-7
8:5 apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
8:6 Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
8:7 Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
Mazmur 8:5-7 ini sekalipun dalam tata tertip alam semesta sekarang ini , manusia untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari malaikat-malaikat (ayat 7). Tujuan Allah yang terakhir adalah untuk memberikan kepadanya kemuliaan dan pemerintahan juga atas malaikat. Sebab segala sesuatu(ayat 8 ) mencakup juga malaikat. Bandingkan dengan 1 Korintus 6:3. Penyempurnaan ini jelas belum diwujudkan secara lengkap (ayat 8 c). Karena itu masih harus dibicarakan sebagai yang yang akan datang; semua itu masih termasuk dunia yang akan datang (ayat 5, bandingkan dengan Ibrani 6:5). Yang menjadi tema penulis adalah penyempurnaan yang akan datang itu atau keselamatan yang sudah lengkap; dan tema ini juga harus menjadi sasaran pengharapan Kristen yang tetap Ilihat Ibrani 10:37-39; 11:13-16; 13:14)
Mazmur 8:5-7 dan Ibrani 2:6-8 menceritakan “manusia” dan “anak manusia” bahwa “segala sesuatu telah ditaklukkan dibawah kakiNya”. Apakah yang dimaksudkan disini adalah manusia secara umum, atau Tuhan Yesus sebagai “Anak Manusia”, atau mencakup keduanya yaitu manusia maupun Tuhan Yesus?
Harus diingat bahwa dalam Perjanjian Lama istilah “anak manusia” itu biasanya dalam arti “manusia secara umum” (seperti dalam Mazmur 146:3; Bilangan 23:19). Rupanya yang dimaksudkan dengan kutipan ini adalah “manusia umum”.
Manusia, menurut Kejadian 1:26-30, diciptakan menurut gambar Allah, untuk mewakili Dia dimuka bumi ini. Sebagai gambarNya, manusia diberi tugas untuk memerintah atas segala sesuatu yang ada di muka bumi. Bukan Kejadian pasal 1 saja yang menceritakan tugas dan peranan manusia itu, melainkan juga dalam Mazmur pasal 8 ini. Menurut Mazmur pasal 8, manusia untuk waktu yang singkat diciptakan lebih rendah daripada malaikat, tetapi manusia juga telah dimahkotaiNya dengan kemuliaan dan hormat, karena Allah “membuat dia berkuasa atas buatan tangan-tanganNya”. Segala-galanya diletakkan dibawah kaki manusia. Manusia diciptakan dan ditempatkan di taman Eden untuk memerintah atas bumi ini. Tetapi karena manusia telah jatuh kedalam dosa, manusia mengizinkan Iblis untuk campur tangan dalam pemerintahannya, sehingga sampai saat ini semuanya masih kacau, dan segala sesuatunya belum takhluk dibawah kaki manusia.
Itulah yang diamati dan dimaksudkan penulis Ibrani ini dalam ayat 8, dimana ia berkata “Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepadanya”. Semua manusia boleh mengaminkan perkataan ini. Segala penderitaan dan kesusahan manusia tersimpul disini. Kita diciptakan untuk memerintah atas segala sesuatu di bumi ini, tetapi kepada nenek-moyang kita, Adan dan Hawa telah membiarkan si Iblis ikut campur, dan selanjutnya tabiat dosa inipun menjalar ke seluruh manusia (lihat Artike Dosa Asal), maka pelaksanaan pemerintahan itu otomatis tertunda. Di Taman Eden, Adam dan hawa menyerah kalah kepada Iblis, dan selanjutnya menjalar ke semua keturunan Adam. Namun keturunan Adam ini diberi eksempatan dalam karya kemenangan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus pada saat Ia datang kedunia pada kali yang kedua.
Kita lanjut ke ayat berikutnya :
* Ibrani 2:9-18 Tujuan inkarnasi, penderitaan dan kematian Kristus
2:9 LAI TB, Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.
KJV, But we see Jesus, who was made a little lower than the angels for the suffering of death, crowned with glory and honour; that he by the grace of God should taste death for every man.
TR, τον δε βραχυ τι παρ αγγελους ηλαττωμενον βλεπομεν ιησουν δια το παθημα του θανατου δοξη και τιμη εστεφανωμενον οπως χαριτι θεου υπερ παντος γευσηται θανατου
Translit. interlinear, ton {Dia yang} de {tetapi} brachu {untuk waktu yang singkat/ sedikit} ti par {daripada} aggelous {malaikat-malaikat} êlattômenon {telah dibuat rendah} blepomen {kita melihat} iêsoun {Yesus} dia {karena} to pathêma {penderitaan} tou thanatou {maut} doxê {dengan kemuliaan} kai {dan} timê {kehormatan} estephanômenon {telah dimahkotai} hopôs {supaya} chariti {dengan anugerah} theou {Allah} huper {bagi} pantos {setiap (orang)} geusêtai {Ia merasakan} thanatou {maut}
2:10 Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah — yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan –, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.
2:11 Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,
2:12 kata-Nya: “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”
2:13 dan lagi: “Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: “Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”
2:14 Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15 dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
2:16 Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.
2:17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
2:18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Ayat 9, adalah ayat yang merujuk kepada Tuhan Yesus (berbeda dengan ayat 7 sebelumnya). Allah menunjukkan kasihNya dengan menjadi manusia berdaging (Inkarnasi). Didalam manusianya Yesus, Ia datang sebagai manusia sejati, untuk itulah dengan istilah yang sama penulis Ibrani menuliskan bahwa dalam hakikatNya sebagai manusia. Allah melalui penjelmaan-Nya sebagai manusia, telah dibuat “lebih rendah daripada malaikat-malaikat”. Namun sekarang, setelah karya kemenanganNya di kayu Salib, yaitu mati sebagai kurban dosa dan bangkit sebagi ujud kemenangan terhadap dosa. Maka, Ia menyempurnakan manusia yang sudah terinfeksi dosa. Untuk itu Sekarang, ia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Karena itulah Mazmur pasal 8 itu dipandang sebagai bersifat Mesianis. Tujuan Allah bagi manusia sudah dipenuhi hanya dengan perantaraan Seorang Manusia, yaitu Kristus (bandingkan dengan Galatia 3:16).
Maka, ayat 9 ini menunjukkan suatu kontras, yaitu kemenangan manusia, dimana segala sesuatu kelak ditaklukkan kepada manusia. Hal ini memang belum kita alami. Namun yang kita alami sat ini adalah bahwa Tuhan Yesus sudah ada dalam kemenangan yang sempurna. Keberadaan ‘manusia’nya Yesus Kristus, sesuai dengan yang dikatakan oleh Mazmur pasal 8.
Demikian Yesus Kristus adalah manusia sejati, dan Dia, karena pengorbananNya di kayu salib itu telah menjadi perintyis bagi manusia lain (lihat Artikel :Adam Akhir yang Memberi Hidup).
Ayat 10 -18, mengetengahkan suatu tema bahwa Yesus Kristus sebagai Perintis. Tuhan Yesus Kristus atas kemenanganNya di kayu salib memimpin manusia-manusia kepada keselamatan. Kata Yunani “αρχηγον – arkhêgon” (noun – accusative singular masculine), asal dari kata “αρχηγος – arkhegos” , yang diterjemahkan LAI : “yang memimpin” dalam ayat 10 ini bisa juga diterjemahkan menjadi “perintis” atau “pendiri”. Istilah ini bisa ditujukan kepada seorang Pahlawan yang mendirikan sebuah kota. Yang jelas Ia membuat jalan yang nantinya diikuti orang lain. Dan menurut ayat ini, Tuhan Yesus adalah Pribadi yang tepat untuk peranan ini, kita kaji ayatnya :
* Ibrani 2:10
LAI TB, Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah — yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan –, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.
KJV, For it became him, for whom are all things, and by whom are all things, in bringing many sons unto glory, to make the captain of their salvation perfect through sufferings.
TR, επρεπεν γαρ αυτω δι ον τα παντα και δι ου τα παντα πολλους υιους εις δοξαν αγαγοντα τον αρχηγον της σωτηριας αυτων δια παθηματων τελειωσαι
Translit. interlinear, eprepen {(itu) adalah sesuai} gar {sebab} autô {bagi Dia} di {oleh/bagi} hon {(Dia)} ta panta {segala (sesuatu)} kai {dan} di {melalui} hou {(-Nya)} ta panta {segala (sesuatu)} pollous {banyak} huious {anak-anak} eis {kepada} doxan {kemuliaan} agagonta {(yang) membawa} ton arkhêgon {perintis} tês sôtêrias {keselamatan} autôn {mereka} dia {melalui} pathêmatôn {penderitaan-penderitaan} teleiôsai {menyempurnakan/ memperlengkapi}
Ayat 10 diatas menjelaskan ayat 9 sebelumnya, karena ayat ini menerangkan hal “mengalami maut” yang dicatat dalam ayat 9 itu. Disini dikatakan bahwa Allah sebenarnya “memperlengkapi” (bukan “menyempurnakan”) Juruselamat kita dengan penderitaanNya di kayu salib. Baik kata “menyempurnakan” maupun kata “memperlengkapi” dapat dipakai untuk menerjemahkan istilah yang dipakai disini “τελειοω – teleioô”. Tetapi sebaiknya yang dipakai adalah kata “memperlengkapi”, karena Tuhan yesus sudah sempurna sejak semula.
Ayat 11, Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan… , dalam ayat ini dikuduskan berarti ‘dikhususkan’ bagi Allah. Gagasan ini mirip sekali dengan digambarkan Rasul Paulus dengan kata “dibenarkan” atau “diselamatkan”. Gagasan ini juga dapat kita lihat dengan jelas dari Ibrani 10:10,14, dimana istilah itu dipakai.
Kemudian frasa kedua “mereka semua berasal dari Satu”, yang dimaksudkan diisni adalah bahwa Tuhan Yesus dan kita mengalami hal yang sama karena Dia dan kita sama-sama manusia. Kesatuan Tuhan Yesus dan kita penting sekali dalam bagian ini, karena bagian ini menjelaskan bahwa seharusnya dunia ini ditaklukkan oleh manusia (reff Kejadian 1:28 ). Dan karena kesatuan kita dengan kristus, maka kita sebagai manusia yang dibenarkan dapat menjalankan tugas itu. Akhirnya, dengan Tuhan Yesus sebagai Perintis kita/ Pemimpin kita, kita dapat melakukan apa yang dimandatkan kepada Adam dan Hawa dalam :
* Kejadian 1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Ayat 12, Karya Kristus menjadikan Ia menjadi kepala dari suatu masyarakat atau suatu persekutuan orang-orang yang diselamatkan. Kutipan-kutipan Perjanjian Lama yang dipakai untuk menguatkan hal ini patut diperhatikan. Mazmur 22:23 sebuah mazmur yang membayangkan kemenangan dari penebusan. Pembentukan suatu jemaat atau gereja (Yunani, “ekklêsia”) dengan Kristus ditengah-tengah yang menyatakan Allah kepada saudara-saudaraNya. Hal tersebut hanya mungkin karena kurbanNya.
Ayat 13, mengutip dari Yesaya 8:17,18 atau Mazmur 18:3, ayat-ayat ini menampilkan gagasan tentang umat percaya atau jemaat.
* Yesaya 8:17-18
8:17 Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia.
8:18 Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan alamat di antara orang Israel dari TUHAN semesta alam yang diam di gunung Sion.
Secara khusus frasa dalam ayat 18 “anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku” diucapkan Yesus Kristus dalam doa-Nya pada Yohanes pasal 17 pada ayat 6,7,9,22.
Kemudian kita akan masuk pada ayat 14-18, yang menjelaskan secara ringkas cara Tuhan Yesus menjadi satu dengan kita, cara Ia “membawa banyak orang kepada kemuliaan”, dan cara Ia “menguduskan”, seperti yang sudah dibahas pada ayat 10-13.
Tuhan Yesus, Allah yang inkarnasi menjadi sama dengan manusia, Ia memiliki tubuh dan daging. Dari sini kita mendapat persekutuan dengan Allah yang Mahasuci oleh karena kurban penebusan dosa yang dilakukan dengan mengurbankan tubuh dan darahNya sendiri. Hal ini dilakukan ketika “Anak Allah” menjadi daging dan masuk dalam kematian, bukan sebagai kurban yang tidak berdaya, melainkan sebagai pemenang yang menentukan (bandingkan dengan Wahyu 1:18; Roma 14:9).
Ayat 16, secara khusus merujuk karya penyelamatan itu diperuntukkan kepada umat manusia, bukan kepada malaikat. Kristus datang menyelamatkan orang-orang yang percaya kepadaNya (yang dirujuk dengan istilah “keturunan Abraham”, bandingkan dengan Galatia 3:7,9,29).
Ayat 17-18, Akhirnya sebutan “Imam Besar” dipakai. Tuhan Yesus kristus adalah Imam Besar kita (kitab Ibrani adalah kitab yang membahas khusus tentang hal ini). Tuhan Yesus dapat menolong manusia sepenuhnya dengan jalan sebagai manusia sejati, dan memasuki pengalaman pencobaan-pencobaan dan derita yang dialami manusia.
Yang sangat diperlukan manusia adalah “jalan perdamaian dengan Allah” dengan mengadakan tebusan bagi dosa, dan juga menolong manusia untuk mendapatkan kemenangan atas pencobaan hidup yang terus menerus (ayat 18 ). Demikianlah Tuhan Yesus Kristus sebagai sumber keselamatan bagi umat manusia.
Kesimpulan dalam Ibrani 2:5-18 :
Tuhan Yesus Kristus Raja kita, menjelma sebagai manusia supaya ia dapat menyelamatkan kita dan menjadi Perintis kita kepada dunia yang akan datang.
Haleluyah, Amin!
===========================================

BANTAHAN :
2:7 LAI TB, Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
KJV, Thou madest him a little lower than the angels; thou crownedst him with glory and honour, and didst set him over the works of thy hands:
TR, ηλαττωσας αυτον βραχυ τι παρ αγγελους δοξη και τιμη εστεφανωσας αυτον και κατεστησας αυτον επι τα εργα των χειρων σου
Translit, êlattôsas {Engkau telah membuat rendah} auton {dia} brakhu {untuk waktu yang singkat/ sedikit} ti par {daripada} aggelous {malaikat-malaikat} doxê {dengan kemulyaan} kai {dan} timê {dengan kehormatan} estephanôsas {Engkau telah memahkotai} auton {dia} kai {dan} katestêsas {menjadikan} auton {Dia} epi {melewati} ta erga {pekerjaan-pekerjaan} tôn kheirôn {tangan-tangan} sou {mu}
Ayat diatas jelas telah diterjemahkan secara mengada-ada oleh LAI TB…Kita harus kasihan kepada umat awam Kristen yang telah disesatkan secara berulangkali…
Dan juga mengapa Lembaga setaraf LAI bisa begitu tega menjerumuskan umat Kristen ini dengan menerjemahkan ayat-ayat Alkitab secara bohong…
Coba kita lihat terjemahan Versi KJV :
Engkau madest __ dia sedikit lebih rendah daripada malaikat engkau crownedst dia dengan kemuliaan dan hormat dan engkau menempatkannya di atas karya tangan-Mu


lihatlah sangat berbeda…


Lagipula menurut Ajaran Islam dikisahkan bahwa para malaikat dan Iblis diperintahkan oleh Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam/Manusia(ini bukan menandakan bahwa manusia itu wajib disembah) ini sebagai pertanda bahwa nabi Adam/Manusia derajatnya lebih tinggi dari Malaikat dan Iblis.
Beberapa Kitab mencatatnya :• Tafsîr Al-Qurthubiy 1:294-295,
• Tafsîr Ath-Thabariy, 1:502-503, 18:39,
• Tafsîr Al-Baghâwiy, 1:81,
• Tafsîr Ibnu Abî Hâtim, 1:93, 5:477,
• Tafsîr Al-Bahr Al-Muhîth, 1:191,
• Tafsîr Al-Khâzin 1:29,
• Tafsîr Al-Lubâb li Ibn ‘Âdil, 1:40,
• Tafsîr Ats-Tsa’alabiy, 1:21,
• Tafsîr Haqqiy, 1:108, 7:380, 12:209,
• Tafsîr Al-Alûsiy 1:272,
• Bahr Al-’Ulûm li As-Samarqandiy, 1:35,40,
• Al-Lubâb fî ‘Ulûm Al-Kitâb 1:229,232,
• Fathul Qadîr li Asy-Syaukaniy 1:73,
• Al-Itqân fî ‘Ulûm Al-Qur’ân 4:82-83,
• Syu’ab Al-Îmân li Al-Baihaqiy 1:158,
• Fath Al-Bâriy 6:339,
• Al-Bidâyah wa An-Nihâyah 1:59,62,80,
• Atau pada kamus dan kitab-kitab Mu’jam seperti Ash-Shahâh fî al-Lughah, Lisân al-‘Arab dan Tâj al-‘Arûs pada bab akar kata “Bâ-Lâm-Sîn”.


Nah menimbang Ajaran Kristen atau umat Nasrani adalah kaum yang tersesat dengan meTUHAN ALLAHkan Yesus :  (Lihat QS Almaidah 5 : 116), jadi rujukan didalam PB tentang kedudukan malaikat menjadi tidak sah(itu jika ada).
Kesimpulannya ;
Menimbang manusia lebih tinggi derajatnya dari Malaikat (terlebih para nabi), jadi sungguhpun jika dikatakan Yesus lebih tinggi dari malaikat adalah suatu kewajaran, dan ini sama sekali tak bisa dijadikan dasar bahwa Yesus itu adalah Allah.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2011 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 102 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: