RSS

Bantahan atas topik :YESUS ADALAH IMANUEL

22 Apr

* Lukas 1:31
* Matius 1:21-23
Anak itu harus engkau beri nama Yesus, karena Ia akan menyelamatkan umat … Anak itu
akan dinamakan Imanuel.” (Imanuel adalah kata Ibrani yang berarti, “Allah ada beserta kita)
Yesus juga disebut “Imanuel” yaitu ‘Allah menyertai kita’ (bandingkan Yesaya 7:14; Matius 1:23).

* Yesaya 7:14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

* Matius 1:23
“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” –yang berarti: Allah menyertai kita.

Pemenuhan Nubuat tergenapi dalam pelayanan Yesus Kristus :

* Lukas 7:16LAI TB, Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
KJV, And there came a fear on all: and they glorified God, saying, That a great prophet is risen up among us; and, That God hath visited his peopleTR, ελαβεν δε φοβος απαντας και εδοξαζον τον θεον λεγοντες οτι προφητης μεγας εγηγερται εν ημιν και οτι επεσκεψατο ο θεος τον λαον αυτουTranslit, elaben de phobos hapantas kai edoxazon ton theon legontes hoti prophêtês megas egêgertai en êmin kai oti epeskepsato ho theos ton laon autou

Yesus adalah Imanuel (Ibrani : עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL atau Yunani : εμμανουηλ – emmanouêl). Artinya melalui kelahiran Yesus, Allah datang ke dunia untuk menyertai dan menolong manusia. Allah bukan lagi Allah yang jauh, tetapi kini melalui Yesus, Dia adalah Allah yang dekat, yang mendengarkan doa dan yang tahu kebutuhan hidup kita.

Nama Yesus Kristus dalam bahasa Ibrani adalah יהושוע – YEHOSYUA’ atau YEHOSHUA. Kata Yunani ιησους – IÊSOUS adalah transliterasi nama Yesus Kristus dalam bahasa Aram ישוע – YESYUA’ atau YESHUA

KJV menerjemahkan — tepatnya menyalin — kata Yunani ιησους – IÊSOUS menjadi Jesus, kita sendiri melafalkannnya dalam bahasa Indonesia menjadi YESUS.

Artikel terkait :
ARTI NAMA YESUS, di nama-yesus-vt52.html#p115

IMANUEL

IMANUEL dalam bahasa Ibrani itu artinya Allah beserta kita.

NUBUAT :

* Yesaya 7:14
LAI TB, Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
KJV, Therefore the Lord himself shall give you a sign; Behold, a virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel.
Hebrew,
לָכֵן יִתֵּן אֲדֹנָי הוּא לָכֶם אֹות הִנֵּה הָעַלְמָה הָרָה וְיֹלֶדֶת בֵּן וְקָרָאת שְׁמֹו עִמָּנוּ אֵֽל׃Translit interlinear, LÂKHÊN {oleh karena itu} YITEN {Dia akan memberikan} ‘ADONAY {Tuhan} HU’ {Dia} LAKHEM {kepadamu} ‘OT {tanda} HINEH {lihatlah} HA’ALMAH {anak dara itu} HARAH {mengandung} VEYOLEDET {dan ia akan melahirkan} BEN {anak laki-laki} VEQARA’T {dan ia akan memanggil} SYEMO {namanya} ‘IMANU ‘EL {Imanuel, ‘dengan kita, Allah’)

Hanya tiga ayat dalam Alkitab, dua dalam Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama), dan satu ayat dalam Perjanjian Baru yang menulis kata “Imanuel” yaitu Yesaya 7:14, 8:8; Matius 1:23 (Yunani: ‘εμμανουηλ – emmanouêl‘).

Kata Ibrani עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL terdiri atas dua kata :
Kata yang pertama עִמָּנוּ – ‘IMANU, ‘âyin (khireq) mêm (patâkh) nûn (syûreq), dibaca: im – maa – nuu. Aksara מ- mêm (transliterasi Latin ‘m’) memiliki titik di tengah-tengah huruf yang disebut ‘dagesy’ berarti dibunyikan (jarang ditulis) ganda: im – maa dan bukan i – maa. Vokal ganda berarti dibunyikan panjang.
Kata kedua adalah אֵֽל – ‘EL, ‘âlef (tsêrê) lâmed, dibaca: eel. Kedua kata ini dibaca sekaligus: im – maa – nuu – eel.

Kata ” עִמָּנוּ – ‘imânu” adalah ‘inseparable prepositions’ (kata depan yang tidak terpisah, menyatu) ‘âyin – mêm (‘im)dengan ‘pronominal suffixes’ (akhiran kata ganti diri) orang pertama jamak, “kami”, “kita”.

‘im + ï, ‘imï, “denganku”
‘im + ekha, ‘imekha, “denganmu” (maskulin)
‘im + êk, ‘imâkh, “denganmu” (feminin)
‘im + õ, ‘imõ, “dengannya” (maskulin)
‘im + âh, ‘imâh, “dengannya” (feminin)
‘im + ênû, ‘imânû, “dengan kita/kami”
‘im + ekhem, ‘imêkhem, “dengan kalian” (maskulin)
‘im + ekhen, ‘imêkhen, “dengan kalian” (feminin)
‘im + âm, ‘imêhem, “dengan mereka” (maskulin)
‘im + ân, ‘imêhen, “dengan mereka” (feminin)

Kata אֵֽל – ‘EL berarti “Allah”, bentuk singkat dari [siz=150] אֱלֹוהַ [/size]- ‘ELOAH, bentuk jamaknya אֱלֹהִים – ‘ELOHIM.

‘Imanuel (dengan satu ‘m’) atau ‘immanuel (dengan dua ‘m’) adalah transliterasi dari bahasa Ibrani, sedangkan penulisan Inggris ’emmanuel’ berdasarkan transliterasi aksara Yunani ‘εμμανουηλ – emmanouêl‘ dalam Matius 1:23 :

* Matius 1:23
LAI TB, Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita
KJV, Behold, a virgin shall be with child, and shall bring forth a son, and they shall call his name Emmanuel, which being interpreted is, God with us.
TR, ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσουσιν το ονομα αυτου εμμανουηλ ο εστιν μεθερμηνευομενον μεθ ημων ο θεος
Translit, idou {perhatikanlah} hê {itu} parthenos {perawan} en gastri exei {akan mengandung} kai {lalu}texetai {akan melahirkan} huion {seorang anak laki-laki} kai {lalu} kalesousin {mereka akan memanggil} to onoma {nama} autou {-Nya} emmanouêl {Imanuel} ho {yang} estin {adalah (berarti)} methermêneuomenon {bila menerjemahkan} meth {menyertai} hêmôn {kita} ho theos {Allah}

—–

Untuk mengerti makna kata itu, yang pada dirinya berarti “Allah beserta kita”, kita harus memperhatikan konteksnya dimana dia muncul. Dalam latar belakang Perjanjian Lama (PL) Aram dan Israel ingin membentuk suatu koalisi dengan Yesuda guna mencegah laju perkembangan kekuasaan Asyur. Yehuda bimbang, karena Aram dan Israel memutuskan untuk menghukumnya. Mendengar berita ini Ahas, raja Yehuda, gemetar. Yesaya diutus menjumpai Ahas untuk memberitahunya agar dia tidak usah takut. Kekuasaan musuh-musuhnya hampir berakhir, dan mereka tidak dapat membahayakan dia. Bahkan Yesaya menyuruh Ahas memohon pertanda untuk membuktikan kebenaran berita ilahi itu. Namun, Ahas menolak. Dan menanggapi penolakan raja yang munafik itu, Yesaya memberitakan suatu pertanda kepada bangsa Yehuda. Dalam pengelihatan, nabi itu melihat seorang dara ( עַלְמָה – ‘ALMAH, wanita yang belum kawin) yang akan melahirkan seorang bayi dan akan menamakannya עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL.

Nubuat tentang Imanuel :

Dalam menafsirkan nubuat ini, ada 3 unsur yang harus diperhatikan :

1. Kelahiran bayi itu adalah pertanda.

Benar bahwa suatu pertanda pada dirinya tidak harus merupakan keajaiban, tapi pada konteks khusus ini, sudah ada perintah itu disampaikan kepada Ahas untuk meminta pertanda ‘dari dunia orang mati yang paling bawah atau dari tempat tertinggi yang diatas’ (Yesaya 7:10), wajarlah bila seseorang mengharapkan pertanda seperti‘pengunduran bayang-bayang pada penunjuk matahari’ (2 Raja 20:11). Harus ada yang luar biasa dalam kelahiran ini; Kelahiran secara biasa tidak memenuhi syarat-syarat pertanda itu. Dalam rangkaian ini harus dicatat, bahwa penafsiran tambah sulit, sebab nubuat itu tidak bias diterapkan pada Hizkia, karena Hizkia sudah lahir.

2. Ibu bayi itu adalah seorang wanita yang belum menikah.

Kata עַלְמָה – ‘ALMAH dalam Yesaya 7:14 diatas sering dipermasalahkan, Yesaya 7:14 mengatakan bahwa seorang anak perawan akan melahirkan seorang putra.

Yang dipermasalahkan di sini adalah sebuah kata dalam bahasa Ibrani עַלְמָה – ‘ALMAH. Menurut Strong’s Concordance (Konkordansi Alkitab tulisan Dr. James Strong,LL.D.,S.T.D.) kata ini berarti:
“perawan, wanita muda 1a) yang berada pada usia yang sudah boleh kawin 1b) gadis atau yang baru menikah.”

Bandingkan :

Menurut Strong Hebrew Dictionary עַלְמָה – ‘ALMAH :
1) virgin, young woman
a) of marriageable age b) maid or newly married

Karena itulah, kata עַלְמָה – ‘ALMAH tidaklah selalu berarti perawan.

Sedangkan kata Ibrani untuk perawan adalah בְּתוּלָה – BETULAH.

Jadi permasalahannya sebenarnya hanyalah perbedaan yang sangat kecil antara perawan dengan perempuan muda yang belum menikah. Mungkin padanan dalam bahasa Indonesia adalah perawan dan gadis.

Semua terjemahan sebetulnya tetap benar dalam kasus Maria, dimana Maria adalah :
1. seorang perawan,
2. dia juga seorang perempuan muda yang belum menikah saat mengandung.

Dalam konteks budaya Ibrani kuno, gadis itu diidentikkan dengan perawan, artinya belum menikah jadi belum berhubungan seksual. Memang kata בְּתוּלָה – BETULAH lebih khusus berarti perawan, namun עַלְמָה – ‘ALMAHjuga digunakan untuk menyebut ‘gadis yang masih perawan.’

Jadi kata עַלְמָה – ‘ALMAH itu mirip kata ‘gadis’ dalam bahasa Indonesia, disatu sisi bisa disebut sebagai ‘nona’namun juga artinya ‘masih perawan dan belum menikah’, dan mirip dengan itu bisa saja kita menyebut seorang perempuan muda dengan julukan ‘ia masih gadis’ (maksudnya masih perawan dan belum menikah) sekalipun sudah ada istilah ‘perawan.’ Bahwa Alkitab menyebut langsung sebagai ‘anak dara’ didasarkan pada pengetahuan saat itu

Kata ini muncul di bagian lain dari Perjanjian Lama. Arti kata עַלְמָה – ‘ALMAH. kata ini dipakai sebanyak 7 kali dalam Perjanjian Lama :

1. Keluaran 2:8 = …..gadis itu…..(KJV = “the maid”)
2. Amsal 30:19 = …. seorang gadis….(KJV = “a maid”)
3. Kejadian 24:43 = …..seorang gadis…..(KJV = “the virgin”)
4. Yesaya 7:14 = …seorang perempuan muda….(KJV = “a virgin”)
5. Kidung agung 1:3 = …..gadis-gadis….(KJV = “the virgins”)
6. Kidung agung 6:8 =…..dara-dara…..(KJV = “the virgins”)
7. Mazmur 68 : 25 =…….dayang-dayang …(KJV = “damsels”)

jadi, pengertian dari עַלְמָה – ‘ALMAH itu adalah : anak perempuan muda yang belum menikah, dara muda, gadis, perawan, gadis dayang-dayang.

Sering juga ada pertanyaan : mengapa Yesaya tidak memakai kata בְּתוּלָה – BETULAH?

LXX (Septuaginta) adalah terjemahan Perjanjian Lama ke dalam Bahasa Yunani. Terjemahan ini dibuat sekitar tahun 200 S.M. oleh 70 sarjana Ibrani. Dalam Yesaya 7:14, mereka menerjemahkan kata עַלְמָה – ‘ALMAH sebagaiπαρθενος – parthenos dalam Bahasa Yunani.

* Yesaya 7:14
LXX, δια τουτο δωσει κυριος αυτος υμιν σημειον ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσεις το ονομα αυτου εμμανουηλ
Translit, DIA TOUTO KURIOS AUTOS HUMIN SÊMEION IDOU HÊ PARTHENOS EN GASTRI EKHEI KAI TEKHETAI HUION KALESEIS TO ONOMA EMMANOUÊL

Berdasarkan A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature] (Leksikon Yunani – Inggris dari Perjanjian Baru dan Literatur Awal Kekristenan) kata παρθενος – parthenos berarti”perawan”. Kata ini dipakai dalam Perjanjian Baru dalam istilah Perawan Maria (Matius 1:23; Lukas 1:27) dan pada kesepuluh perawan dalam perumpamaan (Matius 25:1, 7,11). Jika ahli-ahli yang menterjemahkan LXX merupakan orang Ibrani itu telah menterjemahkan kata עַלְמָה – ‘ALMAH menjadi perawan (παρθενος – parthenos), tentulah mereka memang mengerti apa yang dimaksudkan oleh teks Ibrani tersebut: yakni memang berarti perawan.

בְּתוּלָה – BETULAH, menurut lexicon Ibrani :
“young woman, virgin” unlike na`arah, betulah does imply virginity (Ex 22:16-17; but not definitely so that where the distinction is important it is spelled out as in Gen 24:16), a related noun means “virginity”. In Amos at 8:13 “beautiful maids” are linked with bachurim “chosen youths” in 5:2 the expression is “Maid of Israel” (cities and sometimes countries are commonly personified as women in the Ancient Near East).

Pada Perjanjian Lama, ada 50 kali dipakai kata ini :
Kejadian 24:16, imamat 21:3, 21:14, Ulangan 22:19, 22:23, 22″28. 32: 25, 2 Sam 13″2, I raja 1:2, 2 raja 19:21, Yesaya 23:12, 37:22, 47:1, 62:5, Yeremia 14:17……..dst….

Jadi, בְּתוּלָה – BETULAH juga berarti anak dara atau gadis perawan atau keperawanan.

Tapi dalam konteks Yesaya 7:14, memakai kata עַלְמָה – ‘ALMAH (a virgin) bukan betulah (the virgin). dalam terjemahan bahasa indonesianya memakai kata “seorang perempuan muda” (yang masih perawan tentunya).

Mengapa Yesaya memilih untuk memakai kata עַלְמָה – ‘ALMAH dan bukannya בְּתוּלָה – BETULAH? Mungkin, hal ini karena ia ingin menekankan bawa perawan itu adalah seorang wanita yang masih muda. Jadi, apakah ayat ini masih merupakan nubuat? Tentu saja.

3. Kita harus memperhatikan daya yang terkandung dalam istilah Imanuel itu.

Imanuel dapat dipahami dengan pengertian bahwa ‘kehadiran Allah akan kelihatan dalam kelahiran anak itu sendiri’. Tetapi penafsiran demikian dipersoalkan dan ditolak dengan tegas oleh kebanyakan penulis modern. Mereka berkata bahwa kehadiran Allah lebih terdapat pada pelepasan Yehuda dari kedua musuhnya di utara. Masa pertumbuhan anak kecil itu dianggap sebagai ukuran waktu yang harus berlalu sebelu kedua musuh itu dimusnahkan. Masa waktu demikian bisa singkat – seorang anak kecil dapat mengetahui beda antara yang baik dan yang buruk pada usia belianya. Karena itu, katakanlah, dalam 2 tahun, bahkan mungkin juga kurang. Yehuda tidak usah takut akan Aram dan Israel. Dalam pelepasan demikianlah akan dinyatakan kehadiran Allah, dan sebagai pertanda atau janji tentang pelepasan itu seorang ibu akan menamakan anaknya Imanuel.

Penafsiran ini menimbulkan masalah yang besar. Atas mandat apakah seorang ibu akan menamai anaknya Imanuel? Bagaimanakah dapat bahwa anaknya sendirilah, dan bukan anak dari ibu yang lain, yang menjadi pertanda, bahwa dalam 2 tahun atau kurang, kehadiran Allah aka dinyatakan dalam pelepasan Yehuda dari Aram dan Israel?
Lebih jauh lagi, darimana Israel dapat mengetahui, bahwa seorang anak yang khusus istimewa sudah lahir sebagai kegenapan nubuat itu, dan bahwa kelahiran khusus anak itulah yang menjadi pertanda seperti dijanjikan?. Nampaknya jika nubuat itu, dan bahwa kelahiran khusus anak itulah yang menjadi pertanda seperti yang dinjanjikan ?.
Nampaknya jika nubuat itu mengacu kepada seorang anak yang akan lahir pada waktu itu, maka anak yang akan lahir itu haruslah anak dari seorang yang terkemuka. Pribadi yang paling terkemuka, yaitu Hizkia, adalah mustahil. Karena itu kita harus menganggap bahwa anak itu adalah anak dari Yesaya, atau anak lain dari Ahas. Tapi hal inipun telah disingkirkan oleh kata בְּתוּלָה – BETULAH. Baik istri Ahas maupun istri Yesaya tak pantas sebagai seorangעַלְמָה – ‘ALMAH, dengan alasan yang nyata, bahwa keduanya adalah wanita yang sudah kawin.

Yesus adalah Imanuel :

Pemenuhan Nubuat tergenapi dalam pelayanan Yesus Kristus :

* Lukas 7:16LAI TB, Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: “Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan “Allah telah melawat umat-Nya.”
KJV, And there came a fear on all: and they glorified God, saying, That a great prophet is risen up among us; and, That God hath visited his peopleTR, ελαβεν δε φοβος απαντας και εδοξαζον τον θεον λεγοντες οτι προφητης μεγας εγηγερται εν ημιν και οτι επεσκεψατο ο θεος τον λαον αυτουTranslit, elaben de phobos hapantas kai edoxazon ton theon legontes hoti prophêtês megas egêgertai en êmin kai oti epeskepsato ho theos ton laon autou

Karena itu lebih tepat menerapkan nama עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL atau εμμανουηλ – emmanouêl kepada Bayi itu sendiri. Bahwa dalam kelahiranNya terdapat kehadiran Allah. Allah telah datang kepada umatNya didalam seorang Anak. Anak yang istimewa khusus itu, yang di kemudian hari Yesaya menamakanNya “Allah Mahakuasa” ( אל גבור – ‘EL GIBOR). Penafsiran ini telah diperkuat oleh kenyataan, bahwa Yesaya mencoba menghindarkan orang-orang mempercayai raja Asyur. Pertolongan atas bangsa itu bukan terletak di tangan Asyur, melainkan di tangan Allah. Didalam keadaan kritis ini Allah hadir menyertai umatNya. Allah ditemukan dalam kelahiran seorang Anak.

Dalam kepercayaan Krisiani, nubuat itu telah dipenuhi dalam Injil Matius 1:23 :

* Matius 1:23
LAI TB, Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita
KJV, Behold, a virgin shall be with child, and shall bring forth a son, and they shall call his name Emmanuel, which being interpreted is, God with us.
TR, ιδου η παρθενος εν γαστρι εξει και τεξεται υιον και καλεσουσιν το ονομα αυτου εμμανουηλ ο εστιν μεθερμηνευομενον μεθ ημων ο θεος
Translit, idou hê parthenos en gastri exei kai texetai huion kai kalesousin to onoma autou emmanouêl ho estin methermêneuomenon meth hêmôn ho theos

Nama/gelar Imanuel ini mengungkapkan sifat keilahian yang merujuk kepada keberadaan, kedekatan, dan peran aktif Yesus dalam sejarah manusia di sepanjang waktu.
Perjanjian Baru cukup memberikan bukti bahwa Yesus lahir dari seorang perempuan muda yang masih perawan, yang bernama Maria. Dengan jelas Malaikat Gabriel menjelaskan bahwa Maria akan mengandung seorang Anaktanpa pembuahan atau pertemuan gen-perempuan dan gen-laki-laki :

* Lukas 1:35
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Translit, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya} pneuma {Roh} hagion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {ke atas} se {-mu} kai {dan} dunamis {kuasa} hupsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau} dio {karena itu} kai {juga} to gennômenon {yang dilahirkan} hagion {Kudus} klêthêsetai {akan dipanggil} huios {Anak} theou {Allah}

* Matius 1:20,LAI TB, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
KJV, But while he thought on these things, behold, the angel of the LORD appeared unto him in a dream, saying, Joseph, thou son of David, fear not to take unto thee Mary thy wife: for that which is conceived in her is of the Holy Ghost.
TR, ταυτα δε αυτου ενθυμηθεντος ιδου αγγελος κυριου κατ οναρ εφανη αυτω λεγων ιωσηφ υιος δαβιδ μη φοβηθης παραλαβειν μαριαμ την γυναικα σου το γαρ εν αυτη γεννηθεν εκ πνευματος εστιν αγιου
Translit, tauta de autou enthumêthentos idou aggelos kuriou kat onar ephanê autô legôn iôsêph huios dabid mê phobêthês paralabein mariam tên gunaika sou to gar en autê gennêthen ek pneumatos estin hagiou

Kemudian, perhatikan ayat ini :

Yesus Kristus, pra-eksistensinya adalah Allah sendiri :

* 1 Timotius 3:16
LAI TB, Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.
KJV, And without controversy great is the mystery of godliness: God was manifested in the flesh, Justified in the Spirit, Seen by angels, Preached among the Gentiles, Believed on in the world, Received up in glory
TR, και ομολογουμενως μεγα εστιν το της ευσεβειας μυστηριον θεος εφανερωθη εν σαρκι εδικαιωθη εν πνευματι ωφθη αγγελοις εκηρυχθη εν εθνεσιν επιστευθη εν κοσμω ανεληφθη εν δοξη
Translit. interlinear, kai {adapun} homologoumenôs {yang harus diakui (siapapun)} mega {besar} estin {adalah} to tês {(itu)} eusebeias {ibadah} mustêrion {rahasia:} theos {Allah } ephanerôthê {Dia dinyatakan} en {dalam} sarki {daging,} edikaiôthê {terbukti benar /dibebaskan} en {oleh [dalam]} pneumati {Roh (Kudus)/ Roh-Nya,} ôphthê {dilihat} aggelois {oleh malaikat-malaikat,} ekêrukhthê {diberitakan} en {diantara} ethnesin {bangsa-bangsa (bukan Yahudi),} episteuthê {dipercayai} en {didalam} kosmô {dunia,} anelêphthê {diangkat} en {ke dalam/ dengan} doxê {kemuliaan.}

* Yohanes 1:1
LAI TB, Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
KJV, In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
TR, εν αρχη ην ο λογος και ο λογος ην προς τον θεον και θεος ην ο λογος Translit Interlinear, en {pada} arkhê {permulaan} ên {ada} ho logos {Firman,} kai {dan} ho {itu} logos {Firman} ên pros ton {bersama} theon {Allah,} kai {dan} theos {Allah} ên {(Dia) adalah} ho {itu} logos {Firman.}

Dia adalah Sang-Firman yang menjadi manusia :

* Yohanes 1:14
LAI TB, Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
KJV, And the Word was made flesh, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
TR, και ο λογος σαρξ εγενετο και εσκηνωσεν εν ημιν και εθεασαμεθα την δοξαν αυτου δοξαν ως μονογενους παρα πατρος πληρης χαριτος και αληθειας
Translit interlinear, kai {adapun} ho {itu} logos {Firman} sarx {daging} egeneto {telah menjadi,} kai {dan} eskênôsen {berdiam} en {diantara} hêmin {kita,} kai {(bahkan)} etheasametha tên {kita telah melihat} doxan autou {kemuliaanNya,} doxan {kemuliaan} hôs {sebagai} monogenous {Yang Tunggal/ Yang Unik} para {dari} patros {Bapa,} plêrês {penuh} kharitos {dengan anugerah} kai {dan} alêtheias {kebenaran.}

Berbeda dengan apapun dan siapapun, kelahiran Yesus sungguh bukan kelahiran yang “muatanNya” berasal dari fisik dunia. Ia tidak diciptakan dari debu dan tanah seperti Adam. Juga tidak dari tulang rusuk dunia seperti Hawa. Dia tidak membawa gen-debu, gen-tulang, atau bahkan gen ibu-Nya!

KelahiranNya yang dari Roh Kudus yang bukan pembuahan hasil gen-laki-laki dan perempuan. KelahiranNya itu merupakan peristiwa yang unik, karena Dia yang adalah Allah sendiri itu memilih cara yang begitu humble,meminjam rahim seorang perawan dan Dia lahir sebagaimana biasa seorang bayi lahir. Dari latar belakang ini Yesus digelari : Keturunan Perempuan.

Yesus Kristus telah membeberkan kepada semua, dari mana Anda, saya dan Dia berasal : “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini, sebab Aku keluar dan datang dari Allah :

* Yohanes 8:23, 42
8:23 LAI TB, Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini
KJV, And he said unto them, Ye are from beneath; I am from above: ye are of this world; I am not of this world.
TR, και ειπεν αυτοις υμεις εκ των κατω εστε εγω εκ των ανω ειμι υμεις εκ του κοσμου τουτου εστε εγω ουκ ειμι εκ του κοσμου τουτου
Translit, kai eipen autois humeis ek tôn katô este egô ek tôn anô eimi humeis ek tou kosmou toutou este egô ouk eimi ek tou kosmou toutou

8:42 LAI TB, Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku
KJV, Jesus said unto them, If God were your Father, ye would love me: for I proceeded forth and came from God; neither came I of myself, but he sent me.
TR, ειπεν ουν αυτοις ο ιησους ει ο θεος πατηρ υμων ην ηγαπατε αν εμε εγω γαρ εκ του θεου εξηλθον και ηκω ουδε γαρ απ εμαυτου εληλυθα αλλ εκεινος με απεστειλεν
Translit, eipen oun autois ho iêsous ei ho theos patêr humôn ên êgapate an eme egô gar ek tou theou exêlthon kai hêkô oude gar ap emautou elêlutha all ekeinos me apesteilen

=========================================================================

Bp said :
Baik istri Ahas maupun istri Yesaya tak pantas sebagai seorangעַלְמָה – ‘ALMAH, dengan alasan yang nyata, bahwa keduanya adalah wanita yang sudah kawin.


BANTAHAN :
Bagaimana bisa istri  Ahas  maupun istri Yesaya tak pantas disebutkan עַלְמָה – ‘ALMAH sedangkan kedua wanita itu sudah kawin ? Sedangkan didalam kamus andalan Pendeta Bp pun mengartikan עַלְמָה – ‘ALMAH sebagai wanita ‘usia kawin’ atau  ‘wanita sudah menikah’ juga, lihatlah :


Lexicon Results
Strong’s H5959 – `almah
עַלְמָה
Transliteration
`almah
Pronunciation
al·mä’ (Key)
Part of Speech
feminine noun
Root Word (Etymology)
TWOT Reference
Outline of Biblical Usage
1) virgin, young woman
a) of marriageable age
b) maid or newly married
“There is no instance where it can be proved that ‘almâ designates a young woman who is not a virgin. The fact of virginity is obvious in Gen 24:43 where ‘almâ is used of one who was being sought as a bride for Isaac.” (R. Laird Harris, et al. Theological Wordbook of the Old Testament, p. 672.)
Authorized Version (KJV) Translation Count — Total: 7
AV — virgin 4, maid 2, damsels 1
H5959





Tentang  עַלְמָה – ‘ALMAH silahkan buka ini : http://henitaaja.blogspot.com/2011/03/bantahan-atas-topik-almah-betulah.html?utm_source=BP_recent


Kini kita teliti tentang kata  עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL.:

* Yesaya 7:14
LAI TB, 
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
KJV, 
Therefore the Lord himself shall give you a sign; Behold, a virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel.
Hebrew, 
לָכֵן יִתֵּן אֲדֹנָי הוּא לָכֶם אֹות הִנֵּה הָעַלְמָה הָרָה וְיֹלֶדֶת בֵּן וְקָרָאת שְׁמֹו עִמָּנוּ אֵֽל׃

Coba kita lihat kata עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL ini didalam kamus internasional yang menjadi andalan para Theolog Kristen ini :


<< 6004
6005. Immanuel

“with us is God,” the name of a child

Original Word: עִמָּ֫נוּאֵ֫ל
Transliteration: Immanuel
Phonetic Spelling: (im-maw-noo-ale’)
Short Definition: Immanuel

Word Origin
from im and el
Definition
“with us is God,” the name of a child
NASB Word Usage
Immanuel (2).

NAS Exhaustive Concordance of the Bible with Hebrew-Aramaic and Greek Dictionaries
Copyright © 1981, 1998 by The Lockman Foundation
All rights reserved Lockman.org


Immanuel
From im and ‘el with a pronominal suffix inserted; with us (is) God; Immanuel, a type name of Isaiah’s son — Immanuel.
see HEBREW im
see HEBREW ‘el 

Lihatlah pada kamus Strong’s Exhaustive Concordance :



From im and ‘el with a pronominal suffix inserted; with us (is) God; Immanuel, a type name of Isaiah’s


Dari im dan ‘el dengan akhiran pronominal dimasukkan; dengan kami (adalah) Allah,Immanuel, nama jenis anak Yesaya – Immanuel.

Sepanjang pembahasan Pendeta Bp mengenai  עִמָּנוּ אֵֽל – ‘IMANU ‘EL , tak satupun dia mengutip ayat Yesaya yang selanjutya, khususnya yang ini :


Isaiah 8:8 Hebrew Study Bible (Apostolic / Interlinear)
וחלף ביהודה שטף ועבר עד־צואר יגיע והיה מטות כנפיו מלא רחב־ארצך עמנו אל׃ ס
KJV with Strong’s 
And he shall pass through Judah he shall overflow and go over he shall reach even to the neck and the stretching outof his wings shall fill the breadth of thy land O Immanuel __


serta menerobos masuk ke Yehuda, ibarat banjir yang meluap-luap hingga sampai ke leher; dan sayap-sayapnya yang dikembangkan akan menutup seantero negerimu, ya Imanuel!” 


Kita lihat konteks sejarahi Alkitabiahnya :
Karena Yehuda dan Yerusalem sedang menolak pemerintahan Allah yang baik ini, sebagai gantinya mereka akan mengalami “banjir yang meluap-luap” dari daerah Efrat, yaitu: banjir besar berupa serbuan pasukan Asyur (ayat Yes 8:7-10).Pertolongan dari pihak Asyur yang dilambangkan air Sungai (Efrat), Yes 8:7, Sungai itu akan berbalik membanjiri negeri Yehuda: pertolongan Asyur menjadi celaka bagi bangsa Yehuda. Bdk Yes 7:1+.dan pada akhir bencana Bangsa Yehuda ini ada kata “O Immanuel”


king of Assyria :

king of Ahaz :

Yudah Peninsula/Semenanjung kerajaan Yehuda :



Jadi. Secara “konteks decreased stories-cerita menurun”, Immanuel” adalah sebuah “keluh kesah menggapai asa/harapan.”
Jadi tidak secara Spesifik/khusus merujuk kepada “nama”.

Jika Yesus adalah “Immanuel”, itu benar! Namun arti dari kata “Immanuel (Tuhan Allah beserta kita)” bukan sekonyong-konyong lansung ditafsirkan secara Literal/harfiah begitu saja dengan mengatakan ; “Tuhan Allah Penguasa Semesta Alam yang sesungguhnya ada bersama kita”.

Jadi bagaimana ?
Ya jadinya kata “Immanuel (Tuhan Allah beserta kita)” bukan “Tuhan Allah Penguasa Semesta Alam yang sesungguhnya ada bersama kita”.  Namun “yang beserta kita adalah Ajaran -ajaran – Nya” yang dibawa oleh Tu-h-an kita Yesus Kristus.

Dan apakah Yesus mengajarkan untuk menTUHAN ALLAHkan beliau…?
Itu persoalan lain lagi…Dan yang perlu dimusyawarahkan kembali….

Amin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: