RSS

Bantahan atas topik : Yesus Menghakimi atau Tidak ? Yohanes 3:17, 12:47 vs Yohanes 9:39

22 Apr
* Yohanes 3:17, 12:47
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
12:47Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimidunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Versus :
* Yohanes 9:39
Kata YESUS: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
Pembahasan:
Jika dilihat dari kata “tidak menghakimi” dan “untuk menghakimi” kelihatannya ayat-ayat di atas memang bertentangan. Apalagi semua ayat di atas berasal dari kata dasar yang sama yaitu “κρινω – KRINÔ”. Maka untuk mengartikannya kita harus memahami konteks yang dibicarakan.
Kata KRINÔ, makna utamanya adalah memisahkan antara yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah, dari suatu opini melalui bukti-bukti dan pengujian. Namun adakalanya mengandung makna opini negatif berdasarkan anggapan atau penilaian sepihak, mencela. Kata ini juga bermakna:meminta keadilan, menghakimi, dan menjatuhkan vonis/ hukuman. Kata ini digunakan baik untuk Allah, maupun untuk diri sendiri, ditujukan kepada pihak lain, atau kepada diri sendiri.
KRINÔ memiliki arti yang amat luas, dan dari kata ini terdapat macam-macam bentuk, misalnya ada “ανακρινω – anakrinô”, memeriksa, menilai, menyelidiki, mengeritik, menghakimi, ada lagi διακρινω – diakrinô”, memisahkan, membuat perbedaan (membedakan, berselisih pendapat, menganggap (asumsi), menguji. Ada lagi “εγκρινω – egkrinô” baca: “eng-krii-no”, arti : Membuat perhitungan, secara konseptual berarti menghakimi kelayakan seseorang untuk bergabung dalam suatu kelompok. Ada juga “κατακρινω – katakrinô”, menghukum, menjatuhi hukuman, menghakimi, menyalahkan, dan lain-lain.
Maka jika Anda memandang bahwa Yohanes 3:17; 12:47 bertentangan dengan Yohanes 9:39 perlu koreksi lebih lanjut.
Mari kita pahami ayat-ayatnya dengan kajian interlinear naskah bahasa asli Yunani :
* Yohanes 3:17 LAI TB, Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi (KRINÔ) dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (SÔZÔ) oleh Dia. KJV, For God sent not his Son into the world to condemn the world; but that the world through him might be saved. TR, ου γαρ απεστειλεν ο θεος τον υιον αυτου εις τον κοσμον ινα κρινη τον κοσμον αλλ ινα σωθη ο κοσμος δι αυτουTranslit interlinear, ou {tidak} gar {sebab} apesteilen {mengutus} ho theos {Allah} ton huion {Anak} autou {-Nya} eis {ke dalam} ton kosmon {dunia} hina {supaya} krinê {Ia menghakimi/ Ia menghukum/ Ia menjatuhkan vonis (hukuman)} ton kosmon {kepada (manusia) dunia} all {melainkan} hina {supaya} sôthê {diselamatkan} ho kosmos {dunia} di {melalui} autou {Dia}
* Yohanes 12:47 LAI TB, Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya (KRINÔ), sebab Aku datang bukan untuk menghakimi (KRINÔ) dunia, melainkan untuk menyelamatkannya (SÔZÔ).KJV, And if any man hear my words, and believe not, I judge him not: for I came not to judge the world, but to save the world. TR, και εαν τις μου ακουση των ρηματων και μη πιστευση εγω ου κρινω αυτον ου γαρ ηλθον ινα κρινω τον κοσμον αλλ ινα σωσω τον κοσμονTranslit interlinear, kai {dan} ean {jikalau} tis {ada orang} mou {-Ku} akousê {mendengar} tôn rhêmatôn {perkataan2} kai {dan} mê {tidak} pisteusê {mematuhi} egô {Aku} ou {tidak} krinô {menghakimi} auton {dia} ou {bukan} gar {sebab} êlthon {Aku datang} hina {supaya} krinô {Aku menghakimi/ Aku menghukum/ Aku menjatuhkan vonis (hukuman)} ton kosmon {kepada dunia} all {melainkan} hina {supaya} sôsô {Aku dapat menyelamatkan} ton kosmon {dunia}
Maksud kedua ayat diatas jelas bahwa kata “KRINÔ” menjadi lawan kata dari kata “SÔZÔ”.
Mari kita kontraskan “KRINÔ” dengan kata “SÔZÔ” (menyelamatkan).
Secara konteks apabila kata “KRINÔ” dikontraskan dengan “SÔZÔ” (menyelamatkan), maka tentu kata “KRINÔ” tersebut bermakna menghakimi/ menghukum/ menjatuhkan vonis (hukuman).
Sekarang bandingkan dengan kasus ayat di bawah ini:
* Yohanes 9:39 LAI TB, Kata YESUS: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi (KRIMA), supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”KJV, And Jesus said, For judgment I am come into this world, that they which see not might see; and that they which see might be made blind. TR, και ειπεν ο ιησους εις κριμα εγω εις τον κοσμον τουτον ηλθον ινα οι μη βλεποντες βλεπωσιν και οι βλεποντες τυφλοι γενωνταιTranslit interlinear, kai {lalu} eipen {Ia berkata} ho iêsous {Yesus} eis {di dalam/ untuk} krima {penghakiman/ penilaian/ pemisahan} egô {Aku} eis {ke dalam} ton kosmon {dunia} touton {ini} êlthon {Aku datang} hina {supaya} hoi {(orang2) yang} mê {tidak} blepontes {melihat} blepôsin {mereka dapat melihat} kai {dan} hoi {orang2} blepontes {melihat} tuphloi {mereka buta} genôntai {mereka akan menjadi}
Kata yang diterjemahkan “menghakimi” adalah kata Yunani “KRIMA” yang walaupun juga berasal dari kata dasar “KRINÔ”. Namun apakah makna “KRINÔ”ini bermakna “menghakimi/ menghukum/ menjatuhkan vonis (hukuman)”?
Secara konteks tidak!
Kata “KRINÔ” dalam konteks ayat ini bermakna : menilai/ memisahkan/ membedakan.
Untuk menguji kebenaran makna “menilai/ memisahkan/ membedakan” untuk kata “KRINÔ” pada Yohanes 9:39 ini mari kita baca ayat-ayatnya lebih lengkap satu perikop dan kita akan memahami maksudnya yang sesuai dengan konteks ayat tersebut :
* Yohanes 9:1-41, Orang buta sejak lahirnya
9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”
9:3 Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: “Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.” Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: “Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?”
9:9 Ada yang berkata: “Benar, dialah ini.” Ada pula yang berkata: “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata: “Benar, akulah itu.”
9:10 Kata mereka kepadanya: “Bagaimana matamu menjadi melek?”
9:11 Jawabnya: “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat.”
9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: “Di manakah Dia?” Jawabnya: “Aku tidak tahu.”
9:13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
9:14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
9:15 Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: “Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat.”
9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata: “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: “Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?” Jawabnya: “Ia adalah seorang nabi.”
9:18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
9:19 dan bertanya kepada mereka: “Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?”
9:20 Jawab orang tua itu: “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
9:21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.”
9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
9:23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”
9:24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.”
9:25 Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”
9:26 Kata mereka kepadanya: “Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?”
9:27 Jawabnya: “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?”
9:28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: “Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
9:29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.”
9:30 Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
9:31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
9:32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
9:33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”
9:34 Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
9:36 Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.”
9:37 Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”
9:38 Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
9:39 Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
9:40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?”
9:41 Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”
Perikop ini mengisahkan tentang seorang buta sejak lahirnya, Yesus oleh belas kasihanNya menyembuhkan si orang buta ini sejak lahirnya pada hari Sabat. Yesus yang kita tahu dapat menyembuhkan hanya dengan berfirman saja, namun agaknya pada hari Sabat ini Ia sengaja melakukan suatu perkerjaan “mengaduk tanah yang dicampur dengan ludahNya.”
Aktivitas mengaduk-aduk tanah, diasumsikan sebagai suatu pekerjaan yang dilarang pada hari Sabat. Orang Farisi tidak peduli dan sama sekali tidak bersuka cita atas kesembuhan yang diterima oleh si orang buta, sebaliknya orang-orang Farisi mempersoalkan legalisme agamawi, menuduh bahwa Yesus melanggar Sabat karena melakukan “pekerjaan” di hari Sabat.
Orang-orang Farisi juga memperdebatkan kesaksian dari si orang buta yang telah disembuhkan itu. Orang2 Farisi mempersoalkan “darimana Yesus datang” (merujuk kepada sosok Mesias yang dinantikan). Si orang buta membela kesaksiannya bahwa sosok Yesus yang sedang dipersoalkan itu telah memberi dia kesembuhan (9:30). Namun kesaksian si orang buta yang telah sembuh ini dimentahkan oleh orang2 Farisi dengan tuduhan bahwa ia lahir buta karena ia lahir di dalam dosa (9:34), dan kemudian orang2 Farisi itu mengusir dia keluar.
Ayat 35-41: Pada bagian terakhir, adalah letak pokok pengajarannya mengenai suatu paradoks “Pengelihatan orang buta versus kebutaan orang-orang yang melihat.”
Kisah ini masih harus diselesaikan, karena iman orang buta yang disembuhkan itu belum lengkap, dan Tuhan Yesus belum menarik kesimpulan yang menguraikan keadaan hati orang2 Farisi yang mempersoalkan tindakan Yesus Kristus.
Pada ayat 35, Tuhan Yesus menemui si orang buta yang telah sembuh ini dan berkata “percayakah engkau”? Tuhan Yesus dalam hal ini hendak meneguhkan imannya. Pada ayat 36 si mantan orang buta ini bertanya “Siapakah Dia, Tuan? Supaya aku dapat percaya kepadanya.” Si mantan orang buta ini belum pernah melihat Tuhan Yesus, tetapi ia mengingat suaraNya yang sedang berbicara dengan dia. Yesus memberi jawaban yang sangat indah: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!” (ayat 37). Si mantan orang buta ini tentu saja bersuka cita, Tuhan Yesus menyatakan bahwa Dialah yang harus dipercayai. Dan dengan spontan dia menjawab “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya (ayat 38). Apa yang dilakukan si mantan orang buta ini sungguh luar biasa, di dalam budaya Yahudi hanya Tuhan Allah yang boleh disembah (ayat ini satu-satunya di dalam Injil Yohanes yang mencatat Yesus disembah). Si mantan orang buta tidak hanya dicelikkan mata jasmaninya melainkan juga mata rohaninya, ia seketika itu dapat melihat Allah yang inkarnasi di bumi!
Ayat 39, dalam bagian ini Tuhan Yesus meringkaskan seluruh peristiwa yang dicatat dalam pasal 9 ini. Ternyata penyembuhan orang buta sejak lahir serta perdebatannya dengan orang-orang Farisi, merupakan perumpamaan yang nyata. Atau suatu perumpamaan yang menjadi nyata, yang menyatakan perbedaan antara orang yang menjadi percaya dan orang yang menolak untuk percaya. Sesuai dengan gelarNya bahwa Yesus Terang Dunia (ayat 5), Ia telah memberi terang bagi si orang buta. Penyembuhan yang dilakukanNya ini menyatakan bahwa Allah sungguh telah datang di dunia.
Pada dasarnya kata “menghakimi” (Yunani, KRINÔ) pada ayat ini berarti “membedakan, memisahkan.” Tuhan Yesus datang ke dunia ini untukmembedakan orang-orang yang seperti si orang buta yang menjadi percaya dan orang-orang yang mengeraskan hati untuk menolak kebenaran yang nyata.
“Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” Kata-kata ini menjadi suatu kiasan dari keadaan yang dicatat dalam Yohanes pasal 9. Tuhan Yesus memakai istilah “buta” dalam artian “sesat,” dan istilah “melihat” dalam artian mereka yang mau ditolong sehingga melihat kebenaran untuk memperoleh keselamatan.
Kiasan ini berlatar belakang Yesaya 6:9-10 dan 42:18-20. Bahwa Dia (Sang Mesias) datang supaya barangsiapa yang tidak melihat (dan rela mengakui kebutaannya, seperti si orang buta yang disembuhkan) itu dapat melihat. Yaitu supaya mereka mengerti bahwa Dialah Terang Dunia dan Juru Selamat Dunia, yaitu Allah sendiri yang datang di dalam Yesus Kristus.
Amin.
Kiranya penjelasan ini dapat memberikan makna secara secara konteks terhadap kata Yunani, KRINÔ dan apabila kita mau menggali konteks di dalamnya, kita tidak akan menemui kontradiksi/ pertentangan pada ayat-ayat yang dipersoalkan.
Artikel terkait :
Study Kata MENEGOR ATAU MENGHAKIMI, di menegor-atau-menghakimi-vt1379.html#p4734
Semoga bermanfaat
Blessings,
Bagus Pramono
October 26, 2010
===========================================
BANTAHAN :
Betapa lihainya bung Bp ini dalam mempermainkan kata-kata…
Ok, sekarang sebut saja bahwa kita setuju dengan pendapat Bp bahwa memang kata  “κρινω – KRINÔ bermakna ‘membedakan – memisahkan’
Bagaimana dengan ini :
* Yohanes 3:17, 12:47
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Sekarang kita lihat konteks ayatnya dulu :

3:1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi.
3:2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
3:3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
3:4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
3:5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
3:9 Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
3:10 Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?
3:11 Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.
3:12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
3:13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.” 

Jadi konteks ayat-ayat diatas adalah percakapan antara Yesus dengan Nikodemus yang berbicara tentang hal kelahiran kembali namun Nikodemus bingung karena menganggaphal kelahiran kembali itu sebagai kelahiran kembali dalam arti daging.Padahal yang dimaksud Yesus itu adalah kelahiran kembali dalam arti roh.
Dan setelah itu Nikodemus pun tak bertanya lagi dan kini Yesuslah yang menguasai percakapan disana. 
Dan pada saat Yesus berkata : “Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk(menghakimi KRINÔ) dunia” (Yoh3:17) , dan apakah ini berarti Yesus tidak membedakanNikodemus dengan para Ahli kitab atau imam-imam Yahudi lainnya ? Tidak!

Yesus membedakan Nikodemus dan juga memang Nikodemus berbeda dengan imam-imam Yahudi lainnya. Dan ini terbukti dengan buah sikap Nikodemus :

Tertulis di kitab Injil Yoh. 19:38-42:
Sesudah itu Yusuf dari Arimatea – ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena
takut kepada orang-orang Yahudi, meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan
menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia
dan menurunkan mayat itu. Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula
datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak
gaharu, kira-kira 50 kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapaniNya
dengan kain lenan dan membubuhiNya dengan rempah-rempah menurut adat orang
Yahudi bila menguburkan mayat. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu
taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah
dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan (red: sabat) orang Yahudi

http://www.kasihkekal.org/lahirbaru/pdf/NikodemusBertobat.pdf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 22, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: