RSS

Paran, Baka, Mekkah, dan Nubuat Muhammad

Paran, Baka, Mekkah, dan Nubuat Muhammad

By : menganilis Kristen
Google telah memberi “Suplemental Resault” utk artikel ini, sehingga artikel ini saya tarik dulu.

– – – – – – –
Sebagaimana janji saya dahulu, mengenai dihapusnya untuk sementara waktu, dan karena kini sudah tidak dikenai suplemental resault, sehingga artikel ini di salin kembali. (14 Sept 07)
– – – – – – –

Pengantar

Dan ia berkata: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari Gunung Paran dan ia datang dengan sepuluh ribu orang kudus; di tangan kanannya tampak kepada mereka hukum berapi-api.” (Taurat kitab Ulangan 33:2 KJV Bible)[1]

Masalah Paran dan Baka telah menjadi perdebatan utama dan penting diantara Islam dan Kristen. Muslim meyakini bahwa kawasan/regional Paran terletak di Semenanjung Arabia, kota Paran adalah kota Mekkah (bhs Arab, Makkah) yang termasuk dalam rangkaian Pegunungan Sarawat.

Sebaliknya Kristen sekarang berpendapat bahwa Paran adalah Semenanjung Sinai. Selain masalah Paran, artikel ini juga akan membahas masalah Bakkah yang diterangkan oleh al-Qur’an.

“Sesungguhnya Bait yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah (Bait Allah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim…” (QS Ali ‘Imran 96-97)

Muslim meyakini bahwa Bakkah yang disebutkan al-Qur’an, adalah sama dengan Baka dalam Perjanjian Lama kitab Mazmur (Zabur, bahasa Arab)

“…Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka…”. (Mazmur 84 LAI 1974)

Namun Kristen menolak mentah-mentah klaim Islam bahwa Baka yang disebut dalam kitab Mazmur 84 itu adalah Mekkah. Kristen beranggapan bahwa Baka adalah pohon Kertau atau mungkin Lembah Biqa di Lebanon.

Artikel ini akan dibagi kedalam beberapa pokok pembahasan yaitu :
Paran : di Timur Mesir atau di Selatan Mesir?
Makna Paran
Letak geografis Paran (Batas-batas wilayah Paran) adalah Hawila, Syur, dan Asyur
Paran Bukan di Semenanjung Sinai
Baka dalam Mazmur 84 : Palestina, Lembah Biqa di Lebanon, atau Lembah Bakkah di Mekkah?

Dibawah ini adalah peta Timur Tengah modern

sumber Peta :http://worldatlas.com/webimage/countrys/meriv.htm

Paran : di Timur Mesir atau di Selatan Mesir?

Pertanyaan Kristen :
Dan arah Mesir ke Irak ini adalah Melalui Jazirah Sinai.

keturunan Ismail tinggal diujung timur Jazirah Sinai dan tidak mungkin di sekitar Mekah, karena :
• Mekah tidak terletak di timur Mesir melainkan di selatan Mesir.[2]
• Mekah tidak terletak di jalur antara Mesir dan Irak, melainkan jalur Mesir dan Yaman.

Jawaban Muslim

Ulangan 33:2
ויאמר יהוה מסיני בא וזרח משׂעיר למו הופיע מהר פארן ואתה מרבבת קדשׁ מימינו אשׁדת למו׃

Transliterasi : vy`mr yhvh msyny b` vzrh ms‘yr lmv hvpy‘ mhr p`rn v`th mrbbt qds mymynv `sdt lmv.

Sebagaimana kita maklumi bersama bahwa naskah Bible bahasa Ibrani kuno hanya mengandung huruf konsonan, dan sama sekali tidak mengenal huruf vokal, dan juga tidak mengenal tanda baca “titik” (point) untuk kegunaan dalam melafalkan (pronounce). Sejarah mencatat bahwa penambahan vowel (huruf hidup) dan tanda titik (point) ditetapkan setelah Masehi (bukan sebelum Masehi).

Ernst Wurthwein mengatakan : “Bukan rahasia lagi bahwa selama berabad-abad teks Ibrani dari Perjanjian Lama berwujud sebagai teks konsonan (huruf mati) murni. Tanda-tanda vowel (vokal) tidak ditambahkan pada teks ini sampai tahap belakangan, ketika teks konsonan telah mapan (established) dengan sejarah transmisi yang panjang di baliknya……Teks konsonan yang dipelihara dalam manuskrip-manuskrip abad pertengahan dan yang merupakan dasar bagi edisi-edisi kita sekarang ini tarikhnya kembali pada kira-kira tahun 100 M. Sebagai bagian dari kebangkitan besar bangsa Yahudi yang menandai dekade-dekade setelah malapetaka tahun 70 M.”[3]

Selain itu, Louis Cappel, ahli sarjana bahasa Ibrani, menyimpulkan bahwa tanda titik dan vokal (the vowel point) dan tekanan logat (accent) adalah bukan bagian dari Ibrani yang original, namun telah dimasukkan oleh Sarjana Yahudi Masoret dari Tiberias, sekurang-kurangnya abad 5 M…..) [4]

I. Paran terletak di Selatan

Berikut ini adalah vowel yang ditambahkan untuk Taurat kitab Ulangan 33:2
וַיֹּאמַר יְהוָה מִסִּינַי בָּא וְזָרַח מִשֵּׂעִיר לָמֹו הֹופִיעַ מֵהַר פָּארָן וְאָתָה מֵרִבְבֹת קֹדֶשׁ מִֽימִינֹו [אֵשְׁדָּת כ] (אֵשׁ ק) (דָּת ק) לָֽמֹו׃

Transliterasi : vayyō’mar yəhvâ missînay bā’ vəzārah miśśē‘îr lāmōv hōvfî‘a mēhar pā’rān və’ātâ mēribəbōt qōdeš mîmînōv ’ēšədāt ’ēš dāt lāmōv

Ada kata menarik yaitu rangkaian huruf konsonan Ibrani yaitu MYMYNV (מימינו), atau bila dalam bentuk vowel (huruf hidup) menjadi “mîmînōv” atau “miymiynov” (מִֽימִינֹו)

KJV Bible menerjemahkan MYMYNV (מימינו) sebagai “from right hand” (dari tangan kanan), namun NIV Bible justru menerjemahkan MYMYNV sebagai “from the south” (dari selatan).

Ulangan 33:2 NIV Bible
He said: “The LORD came from Sinai and dawned over them from Seir; he shone forth from Mount Paran. He came with [a] myriads of holy ones from the south, from his mountain slopes.
(Ia berkata: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; ia bersinar dari Gunung Paran. Ia datang dengan ribuan orang kudus dari selatan, dari kemiringan Pegunungannya.)

Bandingkan dengan edisi KJV Bible.
And he said, The LORD came from Sinai, and rose up from Seir unto them; he shined forth from mount Paran, and he came with ten thousands of saints: from his right hand went a fiery law for them.
(Dan ia berkata: “Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari Gunung Paran dan ia datang dengan sepuluh ribu orang kudus; di tangan kanannya tampak kepada mereka hukum berapi-api.)

Pertanyaan yang muncul adalah : Benarkah KJV Bible dan NIV kontradiksi? Jawaban saya adalah tidak!

Setelah saya perhatikan, kedua terjemahan (KJV dan NIV) itu bisa dibenarkan. Dalam arti bahwa YMYN itu memiliki arti lebih dari satu.

Number Strong’s Concordance : <03225>
Sumber : http://www.sabda.org/sabdaweb/tools/lexicon/?w=03225〈=english
Word: yamiyn <—– Perhatikan huruf dasarnya (konsonan) adalah YMYN !!
Definition:
1) right, right hand, right side
1a) right hand
1b) right (of direction)
1c) south (the direction of the right hand when facing East)

Jadi YMYN (ימינ) itu artinya adalah “tangan kanan”, “arah kanan”, dan “selatan”.

KJV Bible menerjemahkan menjadi “tangan kanan”, sedangkan NIV Bible menerjemahkan menjadi “selatan”. Dalam hal ini, saya sependapat dengan penerbit NIV Bible yang menerjemahkan YMYN menjadi “selatan”!

Jadi Ulangan 33:2 yang lebih tepat adalah :
vayyō’mar (BERKATA) yəhvâ (TUHAN) missînay (SINAI) bā’ vəzārah (TERBIT) miśśē‘îr (SEIR) lāmōv hōvfî‘a (BERSINAR) mēhar (GUNUNG) pā’rān (PARAN) və’ātâ (DATANG) mēribəbōt (10.000) qōdeš (ORANG KUDUS) mymynv (DARI SELATAN) ’ēšədāt ’ēš dāt lāmōv (HUKUM BERAPI-API)

Atau
Dan ia berkata :”Tuhan datang dari Sinai; Ia terbit di Seir; Ia bersinar di Gunung Paran dan datang dengan 10.000 orang kudus dari Selatan dengan hukum berapi-api. (Ulangan 33:2)

Selanjutnya saya akan memakai tafsiran diatas untuk Taurat kitab Ulangan 33:2 dalam penjelasan selanjutnya dalam artikel ini.

-Sinai adalah Tempatnya nabi Musa.
-Seir adalah tempatnya nabi Isa (Yesus) di Palestina. Pegunungan Seir membentang dari dekat Laut Mati (Dead Sea) bagian selatan sampai dengan di dekat Teluk Aqaba (Teluk Eilat).
Dan di Paran yang letaknya di Selatan (bukan Timur Mesir seperti penafsiran Kristen), Nabi Muhammad SAW memimpin 10.000 orang menaklukkan kota Mekkah dengan menegakkan hukum berapi-api.

Mungkin pembaca akan bertanya : Mengapa “10.000 orang kudus” bukan “ribuan orang kudus”? Bila pembaca mempunyai pertanyaan demikian, silahkan lihat penjelasan artikel saya mengenai 10.000 orang kudus.

Bukhari Volume 5, Book 59, Number 574:
“Narrated Ibn Abbas : The Prophet left Medina (for Mecca) in the company of ten-thousand (Muslim warriors) in (the month of) Ramadan, and that was eight and a half years after his migration to Medina….” (Diriwayatkan dari Ibn Abbas : Nabi meninggalkan Madinah (menuju Mekkah) beserta 10.000 (orang) di (bulan) Ramadhan, dan hal ini terjadi setelah 8,5 tahun Nabi hijrah ke Madinah…”)

Nubuat Taurat ini benar-benar digenapi pada tahun 8 Hijriah oleh Nabi Muhammad SAW yang ditemani oleh 10.000 tentara Islam dalam menaklukkan kota Mekkah.

II. Gunung Paran, Gua Hira, Jabal Nur (Bukit Cahaya) ?

Pertanyaan selanjutnya adalah bahwa dalam Ulangan 33:2 itu tercatat : “….Ia bersinar di Gunung Paran….”. Sedangkan Sejarah Islam mencatat Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama kali di Gua Hira ?

Jika ada pertanyaan demikian diatas, lagi-lagi kita perlu tahu arti kata Ibrani nya.

Number Strong’s Concordance <2022>
http://www.sabda.org/sabdaweb/tools/lexicon/?w=02022〈=english
har <2022> – Hebrew Lexicon
Word: har
Definition:
1) hill, mountain, hill country, mount

Jadi kata “har paran” (הַר פָּארָן) dapat diartikan : Gunung Paran, Bukit Paran, dan Pegunungan Paran.

Tafsirannya adalah :
-Gua Hira terletak di Bukit Paran (Jabal Nur/Bukit Cahaya) yang termasuk rangkaian Pegunungan Paran (pegunungan Sarawat).

Lihat peta kota Mekkah dibawah ini. Tampak bahwa Mekkah terletak di dataran tinggi.

Sumber peta : http://worldatlas.com/webimage/countrys/asia/lgcolor/sacolor.htm

Makna Paran

Pertanyaan Kristen :
* Bilangan 13 : 1 – 3 : ‘Tuhan berfirman kepada Musa, “Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan yang akan Kuberikan kepada orang Israel …….. Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah Tuhan’

Apakah nabi Musa menyuruh mengintai Kanaan dari Mekah yang jauhnya sekitar 1400 km dari Kanaan. Tidak masuk akal. Apakah ada ayatnya di Qur’an yang menyebutkan nabi Musa dan umat Israel pergi ke Mekah? Sebaliknya jika Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan Alkitab sangat masuk akal.

* 1 Samuel 25 : 1 : Dan matilah Samuel ; seluruh Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia dirumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.

Apa perlunya raja Daud pergi ke Mekah yang jauhnya sekitar 1400 km dari Rama? Tidak masuk akal. Apakah ada ayatnya di Qur’an yang menyebutkan nabi Daud pergi ke Mekah? Sebaliknya jika Paran ada di timur jazirah Sinai maka penuturan Alkitab sangat masuk akal.

Jadi kutipan 3 ayat diatas, bisa disimpulkan bahwa PARAN TIDAK MUNGKIN MEKAH KARENA JARAKNYA TERLALU JAUH.

Jawaban Muslim

Ada salah persepsi dikalangan Kristen mengenai Paran, untuk lebih jelaskan perhatikan dibawah ini:

Makna Paran

Bilangan 10:12
“Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.”

Bilangan 12:16
“Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran.”

Bilangan 13:3
“Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah Tuhan; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.”

1 Samuel 25 : 1
Dan matilah Samuel ; seluruh Israel berkumpul meratapi dia dan menguburkan dia dirumahnya di Rama. Dan Daud berkemas, lalu pergi ke padang gurun Paran.

Disini (Bilangan 10:12; 12:16; 13:3 dan 1 Samuel 25:1), padang gurun Paran adalah barat laut Arabia, yaitu daerah yang meliputi Gurun Negeb, Midian (Madyan), dan sekitarnya.

Sedangkan Kejadian 21:21 : “Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.” adalah kota Mekkah, yang terletak dalam rangkaian Pegunungan Sarawat.

Jadi Paran memiliki arti lebih dari satu :[5]
-kota Paran : kota Mekkah.
-Kawasan/Regional Paran : Semenanjung Arabia.
-Gunung Paran : bagian dari pegunungan Sarawat.
-Bukit Paran : Jabal Nur, tempat Gua Hira berada, termasuk dalam rangkaian Pegunungan Sarawat.
-Pegunungan Paran : Pegunungan Sarawat, di Hijaz, Arab Saudi bagian barat.

Paran dalam bahasa Arab adalah Faran (dibaca : Faron) yang artinya adalah dua yang bermigrasi, maksudnya adalah migrasi yang dilakukan oleh dua orang yaitu Siti Hajar (istri nabi Ibrahim) dan putranya (yang tatkala itu masih bayi yang masih menyusui) bernama Ismail.[6]

Taurat (Kejadian 25:12-15) mencatat anak-anak Ismail berdasarkan urutan kelahiran yaitu : Nebayot (anak sulung Ismael), Kedar, Adbeel, Mibsam, Misyma, Duma, Masa, Hadad, Tema, Yetur, Nafish dan Kedma.[7]

Nubuat Perjanjian Lama kitab Yesaya

Yesaya 21:13-17 (LAI 1974)
“Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah kafilah orang Dedan! Hai penduduk tanah Tema, keluarlah, bawalah air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan roti! Sebab mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus, terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab beginilah firman Tuhan kepadaku: “Dalam setahun lagi, menurut masa kerja prajurit upahan, maka segala kemuliaan Kedar akan habis. Dan dari pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah kecil saja, sebab Tuhan Allah Israel, telah mengatakannya.”

Note:

  • Dedan [8] adalah negeri yang lebih dekat dengan kota Madinah daripada negeri Tema (Tayma) [9].
  • Dedan berjarak sekitar 380 km utara Madinah. Dedan adalah nama kuno untuk kota Al Ula, Saudi Arabia modern. Dedan (Al Ula) terletak ditengah-tengah antara Madinah dan Tabuk.
  • Tema : Terletak di utara kota Madinah. Tema adalah Tayma dalam bahasa Arab.
  • Kedar : adalah anak Ismail. Orang Kedar adalah keturunan Kedar.

Dibawah ini adalah Peta Mekkah, Madinah, Dedan, Tayma, dan Tabuk

Dalam peta diatas Dedan tidak tertulis. Dedan kira-kira ditengah-tengah antara kota Madinah dan Tabuk.

Dapat kita maklumi bersama, bahwa seringkali nubuat itu mengandung kalimat tidak lugas sehingga hanya orang-orang berakal lah yang dapat mengambil pelajaran.

Sangat..sangat menarik bila kita menyimak dan memperhatikan kenyataan bahwa Perjanjian Lama kitab Yesaya mencatat :

  • “Hai kafilah orang Dedan” BUKAN “Hai penduduk kota Dedan”
  • “Hai penduduk tanah Tema”, BUKAN “Hai penduduk kota Tema”.

Dengan melihat peta Tema-Dedan-Madinah diatas serta memperhatikan kitab Yesaya 21:13-17, maka dapatlah disimpulkan :

  • Terlihat pada peta diatas bahwa kota Madinah dekat kota Tema. Karena Perjanjian Lama kitab Yesaya mencatat sebagai Tanah Tema, maka kita dapat menafsirkan bahwa kota Madinah adalah bagian dari Tanah Tema. Alasannya adalah :
    1. Realitas historis hijrah nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yangmana setahun setelah hijrah, nabi Muhammad memenangkan perang (Badar) melawan kota yang ditinggalkannya (Mekkah)
    2. kota Madinah dekat dengan kota Tema, sehingga dapat diidentifikasi bahwa Madinah adalah bagian dari Tanah Tema sebagaimana yang dimaksud kitab Yesaya
  • Kitab Yesaya menyebut “Hai kafilah-kafilah orang Dedan”, ini berarti Madinah adalah tempat dimana kafilah Dedan bermalam.

Sejarah Islam mencatat bahwa penduduk kota Madinah (Tanah Tema) menyambut gembira nabi Muhammad dan umat Islam yang hijrah. Orang-orang Madinah (Tanah Tema) memberikan makan, minum, tempat tinggal, dan segala keperluan lainnya untuk saudara baru mereka.

Sudah habis masa peperangan di Semenanjung Arabia dengan menggunakan busur dan anak panah dan kini telah berganti menjadi senjata api dan mesiu. Dan tidak ada orang Arab yang melarikan diri ke Madinah (Tanah Tema) dan sanggup mengalahkan musuh (musyrikin Mekkah) hanya dalam tempo satu tahun, kecuali nabi Muhammad dalam peristiwa Hijrah nabi Muhammad saw yang setahun kemudian berhasil memenangi Perang Badar dan mengalahkan musuh.

Lagi-lagi Perjanjian Lama kitab Yesaya 42:10-12 bernubuat pada kita, ujarnya :

Yesaya 42:10-12
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi Tuhan dan pujilah dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! Baiklah mereka memberi penghormatan kepada Tuhan, dan memberitakan pujian kepadanya di pulau-pulau.”

Kitab Yesaya 42:10-12 juga mendukung kenyataan bahwa saatnya akan tiba bahwa keturunan nabi Ismail dapat memberikan penghormatan kepada Tuhan. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan melalui seorang nabi dari Arab, keturunan nabi Ismail, penghuni padang gurun.

  • Nyanyian baru bagi Tuhan —> “nyanyian” adzan, takbir, dan dzikir.
  • Padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! : artinya nyanyian “adzan” akan berseru-seru di gurun dan tempat tinggal Kedar.
  • Bukit Batu di Madinah
  • Sejarah hingga kini mencatat “nyanyian” Adzan, takbir, dan dzikir, bukan “nyanyian” Gereja di Arabia (Arab Saudi).

Renungkanlah Nubuat Kejadian, Ulangan dan Yesaya : Jika Ismail menghuni Padang Gurun Paran, tempat ia melahirkan Kedar dan Nebayot, yaitu nenek moyang bangsa Arab; dan jika pemanah Kedar yang gagah perkasa akan kalah setelah orang itu melarikan diri, dan jika orang itu akhirnya dapat menaklukkan Paran dengan 10.000 orang kudus. Yea, beliau adalah habibullah (kekasih Allah), Nabi Muhammad SAW.

kitab Kidung Agung Secara Jelas menyebut Nama Muhammad dan 10.000

Perjanjian Lama kitab Kidung Agung secara jelas menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah Mahamad.

Kidung Agung 5:10.
(Hebrew) דודי צח ואדום דגול מרבבה׃
(Hebrew With Vowel) דֹּודִי צַח וְאָדֹום דָּגוּל מֵרְבָבָֽה׃
(Transliterasi) dvōdî sah və’ādvōm dāgûl mērəbābâ:
(KJV Bible) My beloved white and ruddy, the chiefest among ten thousand.
(Terjemahan Bebas) Kekasihku itu putih dan merah sehat, pemimpin diantara 10.000 orang.

Kidung Agung 5:16
(Hebrew) חכו ממתקים וכלו מחמדים זה דודי וזה רעי בנות ירושׁלם׃
(Hebrew With Vowel) חִכֹּו מַֽמְתַקִּים וְכֻלֹּו מַחֲמַדִּים זֶה דֹודִי וְזֶה רֵעִי בְּנֹות יְרוּשָׁלִָֽם׃
(Transliterasi) hikvō mamətaqqîm vəkullvō mahămadîm zeh dvōdî vəzeh rē‘î bənvōt yərûšālāim:
(KJV Bible) His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.
(Terjemahan Bebas) Teramat manis tutur katanya, ia adalah mahămadîm. Inilah kekasihku dan sahabatku, O puteri-puteri Yerusalem.

Secara signifikan, Kidung Agung 5:10,16 menyebut nama Muhammad yang dalam bahasa Ibrani adalah mahămad [10] dengan imbuhan “îm” (agung), pemimpin diantara 10.000 orang.

Kisah Seorang Nabi yang ditemani 10.000 orang belum digenapi hingga hingga generasi awal Kristen

Perjanjian Baru Epistle (Surat) Yudas 1:14-15 KJV Bible mencatat ramalan dari Enoch (Dalam Islam, nabi Idris) yang belum digenapi :

“And Enoch also, the seventh from Adam, prophesied of these, saying, Behold, the Lord cometh with ten thousands of his saints. To execute judgment upon all, and to convince all that are ungodly among them of all their ungodly deeds which they have ungodly committed, and of all their hard speeches which ungodly sinners have spoken against him.”

(Juga tentang Enoch, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: “Lihat, Tuan [11] datang dengan 10.000 orang kudusnya hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.)

Jadi tafsirannya adalah : Enoch berkata :”Lihat, Tuan Muhammad datang dengan 10.000 orang kudus hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadapnya.

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali ‘Imran 110)

Yea, fantastis.

“Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri alkitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS Al Baqarah 146)

Bacalah seluruh sejarah mengenai Padang Gurun Paran, dan Anda tidak akan menemukan peristiwa lain selain penaklukkan Mekkah oleh Nabi Muhammad. Yea, beliau datang tahun 8 Hijriah bersama 10.000 orang kudus dari Madinah hendak memasuki bait Allah di Mekkah. Dan Lihat! Muhammad datang memberikan hukum berapi-api kepada dunia dan menghukum orang-orang fasik.

Nubuat Perjanjian lama kitab Habakuk

Habakuk 3:3
God came from Teman, and the Holy One from mount Paran. Selah. His glory covered the heavens, and the earth was full of his praise. {Teman: or, the south} (KJV -Shoftware Alkitab SABDA)

#Terjemahan Bebas
Tuhan datang dari Teman, dan yang kudus dari gunung Paran. Selah. Kejayaannya menyelimuti langit dan bumi pun penuh dengan pujian kepadanya.

Tafsir Kitab Habakuk 3:3 adalah Nabi Muhammad yang kudus datang dari Paran (Mekkah). Ini adalah kisah hijrah (migrasi) nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah.

Bahwasanya nabi Muhammad telah menyatakan bahwa nenek moyangnya adalah Ismail bin Ibrahim dapat kita lihat dari beberapa hadits berikut ini :

  • Nabi Muhammad SAW telah menyatakan dalam haditsnya bahwa nenek moyangnya yakni nabi Ismail adalah seorang pemanah. Dalam hal ini telah terjadi pada satu kabilah Aslam beberapa orang dari mereka yang memanah dengan busur, maka Nabi Muhammad SAW berkata kepada mereka: “Panahlah wahai keturunan Ismail, sesungguhnya bapak kamu (Ismail) adalah seorang pemanah.” (Bukhari kitab “Al Jihad Wa Sair”, Ibnu Majah dalam sunan kitab “Al Jihad”).
  • Dalam riwayat lain dikemukakan ketika Rasulullah SAW thawaf (mengelilingi Ka’bah), berkatalah Umar kepadanya: “Ini adalah maqam (tempat shalat) bapak kita Ibrahim.” Nabi bersabda: “Benar.” Umar berkata lagi: “Apakah tidak sebaiknya kita jadikan tempat shalat?” Maka Allah SWT menurunkan ayat (QS. 2:125). (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Jabir.)
  • Rasulullah SAW bersabda :”Allah memilih Ismail dari keturunan Ibrahim, dan memilih bani Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih suku Quraisy dari bani Kinanah, dan memilih bani Hasyim dari suku Quraisy, dan memilih saya dari bani Hasyim (HR. Muslim)[12]

Allah SWT berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah.” (QS Al Hajj 78)

Letak geografis Paran (Batas-batas wilayah Paran) adalah Hawila, Syur, dan Asyur

Pertanyaan Kristen :
Keturunan Ismail tinggal di TIMUR MESIR ke arah ASYUR
* Kejadian 25 : 18 : Mereka mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur.

Lokasi Hawila tidak dapat ditentukan secara tepat oleh Arkeologi.

Lokasi Syur.
* Keluaran 15 : 22 : Musa menyuruh orang Israel berangkat dari laut Teberau lalu mereka pergi ke padang gurun Syur

Setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel yang dikejar oleh penguasa Mesir menyeberangi laut Teberau untuk mencapai jazirah Sinai. Jadi Syur berada di jasirah Sinai.

Lokasi Asyur
* Kejadian 2 : 14 : Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir disebelah timur Asyur …..

Jadi Asyur terletak disebelah barat sungai Tigris.

Dan arah Mesir ke Irak ini adalah MELALUI JAZIRAH SINAI.

Dari uraian diatas jelas bahwa keturunan ISMAIL TINGGAL DIUJUNG TIMUR JAZIRAH SINAI dan tidak mungkin di sekitar Mekah.

* Kejadian 37 : 25 : “…… kafilah orang Ismail datang dari Gilead …… ke Mesir”

Dimana Gilead?
* 2 Raja 10 : 33 : disebelah timur sungai Yordan dengan merebut seluruh tanah Gilead …..

Jadi Gilead adalah tanah disebelah timur sungai Yordan (daerah Yordania yang sekarang).

Jawaban Muslim
Lokasi Hawila

Kejadian 10:24-30
“Arpakhsad memperanakkan Selah, dan Selah memperanakkan Eber. Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi, dan nama adiknya ialah Yoktan. Yoktan memperanakkan Almodad, Selef, Hazar-Mawet dan Yerah, Hadoram, Uzal dan Dikla, Obal, Abimael dan Syeba, Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan. Daerah kediaman mereka terbentang dari Mesa ke arah Sefar, yaitu pegunungan di sebelah timur.”
Note :

    1. http://www.hostkingdom.net/Hebrews.html#Nahor
      Joktan, or Qahtan in Arabic, was the father of Almodad, Sheleph, Hazarmaveth, Jerah, Hadoram, Uzal, Diklan, Obal, Abimael, Sheba, Ophir, Havilah and Jobab. These are associated with the pre-Islamic civilizations of south Arabia, including various tribes of Yemen and Hadramaut. The modern Arab tribes of Ajman, Harasi, Janibia, Kathri, and al-Murrah claim descent from Joktan/Qahtan.

      (Joktan, atau dalam bahasa Arabnya Qathan, adalah ayahnya Almodad, Sheleph, Hazarmaveth, Jerah, Hadoram, Uzal, Diklan, Obal, Abimael, Sheba, Ophir, Havilah (Hawila) dan Jobab. Mereka semua diasosiasikan dengan peradaban pra-Islam di Arabia Selatan, mencakup berbagai bangsa di Yaman dan Hadramaut. Bangsa-bangsa Arab modern dari Ajman, Harasi, Janibia, Kathri, dan al-Murrah mengklaim sebagai keturunan dari Joktan/Qathan.

  1. Shoftware Alkitab SABDA:
    • Mesa adalah daerah di Arabia ketika bani Joktan bermukim di Arabia (Lihat Nomor Strongs 04852). Joktan adalah anak Eber keturunan Sem (Sam) bin Nuh. Joktan adalah imam bagi berbagai bangsa-bangsa yang tinggal di Arabia.(lihat Number Strong’s 03355)
    • Sefar adalah sebuah tempat di Arabia Selatan (Lihat Nomor Strongs 05611).
    • Syeba adalah bangsa di Arabia Selatan (Lihat Nomor Strongs 07614).

Jadi dipastikan bahwa Hawila berada di Arabia Selatan, namun tepatnya di daerah Arabia Selatan bagian mananya, hal ini masih menjadi bahan perdebatan.[13]

Lokasi Syur

Syur berada di Semenanjung Sinai, namun tepatnya di Semenanjung Sinai bagian mana, hal ini masih menjadi bahan perdebatan.

Lokasi Asyur

“..sungai….Tigris….yang mengalir disebelah timur Asyur …..” (Kejadian 2 : 14)

Jadi berdasarkan Taurat kitab Kejadian 2:14, Asyur terletak disebelah barat Sungai Tigris, lihat peta Asyur (Ashur) dibawah ini,

Jadi kalimat
“Mereka (anak-anak Ismail, ed) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur” (Kejadian 25:18)

NOTE:
Umat Kristen perlu tahu bahwa Pentateuch (Taurat) -sebagaimana Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru- sama sekali tidak mengenal tanda pemisah kalimat seperti tanda koma maupun tanda titik, dan juga tidak mengenal tanda pemisah ayat. Dibawah ini adalah halaman dari Leningrad Codex yang memuat naskah kuno Kitab Kejadian (Genesis) berbahasa Ibrani, perhatikan tidak ada tanda pemisah koma (,) antar kalimat.

Dengan dihapusnya tanda koma (,) pada Kejadian 25:18, maka terbukalah beberapa penafsiran.

    1. Penafsiran Kristen
      “Mereka (anak-anak Ismail, ed) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur” (Kejadian 25:18)

      Para penerjemah Bible meletakkan tanda koma diantara kata “Syur” dan “yang”. Sehingga ayat tersebut diartikan bahwa anak-anak Ismail berdomisili di sebelah Timur Mesir ke arah Asyur.

      Bagi kami, jelas penafsiran Kristen ini adalah sangat lemah, karena Hawila terletak di Arabia Selatan atau di Selatan Mesir. Hawila bukanlah di Timur Mesir.

  1. Yang Benar
    “Mereka (anak-anak Ismail, ed) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur yang letaknya di sebelah timur Mesir kearah Asyur” (Kejadian 25:18)

    Pada kalimat “yang letaknya di sebelah timur Mesir” itu sebenarnya menunjukkan letak geografis Syur. Sehingga Kejadian 25:18 seharusnya menjadi,

    “Mereka (anak-anak Ismail) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur – yang letaknya (Syur) di sebelah timur Mesir – kearah Asyur” (Kejadian 25:18)

    atau secara singkat adalah “Mereka (anak-anak Ismail) mendiami daerah dari Hawila sampai Syur kearah Asyur”

    Alasannya adalah Hawila terletak di Arabia Selatan. Hawila bukanlah di Timur Mesir.

Jadi batas-batas Paran adalah:

  • Selatan : Hawila (Arabia Selatan)
  • Barat Laut : Syur (Semenanjung Sinai).
  • ke arah utara menuju Asyur

Kesimpulannya
Bani Ismail tinggal di daerah yang sekarang meliputi Arab Saudi, Yaman, Oman, Irak bagian Barat, Yordania, Palestina bagian Selatan dan Timur, dan Suriah.

kisah kafilah bani Ismail dari Gilead Membuktikan Bahwa Bani Ismail tidak berdomisili di Semenanjung Sinai

Kejadian 37 : 25
“…..kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.

Gilead adalah tanah disebelah timur sungai Yordan (daerah Yordania yang sekarang). Kedatangan kafilah Ismail dari Gilead, membuktikan bahwa starting point bukanlah di Semenanjung Sinai. Artinya bani Ismail tidak bermukim di Semenanjung Sinai.

Beberapa hipotesis mengenai keberadaan Bani Ismail di Gilead adalah sebagai berikut:

    1. Hipotesis pertama, Gilead adalah tempat persinggahan bani Ismail dari Selatan (Arabia) menuju Mesir dengan transit terlebih dahulu untuk berdagang di Syam (Gilead). Kelak bangsa Arab era nabi Muhammad mengambil jalur perdagangan dari Mekkah ke Syam pada musim tertentu (Musim Panas).
  1. Hipotesis kedua, adalah Bani Ismail dari Gilead yang dimaksud adalah keturunan Rehuel bin Basmat bin Ismail bin Ibrahim. Taurat mencatat bahwa Esau [14] menikahi 2 orang anak Ismail yakni Basmat (Kejadian 36:3) dan Mahalat (Kejadian 28:9-10) [15]. Tentu saja keturunan Basmat ini bisa disebut bani Edom (Esau) dan bisa pula disebut sebagai bani Ismail. Dari pernikahan antara Esau dengan Basmat maka lahirlah Rehuel (Kejadian 36:4). Bani Esau atau Edom menghuni tanah Edom (daerah sekitar Palestina timur dan selatan). Dan jarak tanah Edom sangat dekat dengan Gilead yakni disekitar Laut Mati. Kelak bani Edom ini berasimilasi dengan Arab.

Sejarah Islam mengenai Ibrahim, Ismail, dan Mekkah

    • Nabi Ibrahim tiba di Mekah dalam rangka melaksanakan perintah Allah SWT, yaitu membangun Baitullah. Suatu waktu beliau berkata kepada anaknya, Ismail as, “Sesungguhnya Allah telah memerintahkan saya melakukan sesuatu.pekerjaan” Ismail as. berkata, “Laksananakanlah perintah Tuhan! ” Beliau berkata, “Apakah engkau bersedia membantu melaksanakannya?” Ismail a.s. menjawab, “Aku siap membantu.” Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Taala memerintahkan saya membangun sebuah rumah di sini,” sambil menunjuk ke gundukkan tanah yang agak tinggi dan sekitarnya. Mereka berduapun membangun rumah tersebut di atas fondasinya. Ismail as. membawa batu dan Ibrahim as. menyusunnya. Ketika bangunan sudah mulai bertambah tinggi, Ismail a.s. membawa sebuah batu (Maqam Ibrahim) dan meletakkannya di samping bangunan sebagai pijakan buat Nabi Ibrahim a.s. Kemudian Nabi Ibrahim a.s. naik ke atas batu itu dan Nabi Ismail a.s. menyodorkan batu-batu. Mereka berdoa:

      “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka sesorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al-Hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana. (QS Al Baqarah 127-129)

    • “Sesungguhnya bait yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah (bait Allah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim…” (QS Ali ‘Imran 96-97)
  • Imam Ahmad recorded that Abu Dharr said; “I said, `O Allah’s Messenger! Which Masjid was the first to be built on the surface of the earth’ He said, `Al-Masjid Al-Haram (in Makkah).’ I said, `Which was built next’ He replied `Al-Masjid Al-Aqsa (in Jerusalem).’ I said, `What was the period of time between building the two’ He said, `Forty years.

    (Imam Ahmad mencatat bahwa Abu Dharr berkata; “Saya berkata, “O Rasulullah, masjid manakah yang pertama dibangun didunia ini?. Dia berkata, “Al-Masjid Al Haram (di Mekah)”. Saya berkata, “Yang manakah yang dibangun setelahnya?”. Dia menjawab, “Al-Masjidil Al-Aqsa (di Yerusalem)”. Saya berkata, “Berapa jangka waktu antara pembangunan keduanya?” Dia berkata, “Empat puluh tahun”)

    Menanggapi hadis diatas, orang Kristen akan berkata :

    Pertanyaan Kristen :
    Menurut perhitungan :

    Ibrahim dan Ismail hidup sekitar tahun 1900 SM – 2000 SM.
    Raja Salomo (Sulaiman) yang membangun bait Allah di Yerusalem hidup sekitar 1000 SM – 950 SM.
    Jadi ada beda waktu 1000 tahun antara Ismail (yang membangun Masjidil Haram) dengan raja Salomo (yang membangun Bait Allah di Yerusalem).

    Jadi bagaimana bisa dikatakan beda waktu keduanya hanya 40 tahun?

    Menurut sebuah hadits Nabi SAW yg diriwayatkan oleh Abu Zarr al-Giffari dan dikutip oleh Syihabuddin Mahmud al-Alusi (mufasir), masjid ini [Majidil Aqsha] dibangun oleh nabi Yaqub 40 thn setelah Ka’bah (Baitullah) di Mekkah yang dibangun oleh kakeknya, nabi Ibrahim. [16]

Paran Bukan di Semenanjung Sinai

Beberapa perbedaan opini dikalangan Kristen menyangkut lokasi Paran, sebenarnya karena beberapa kalangan telah salah menyimpulkan bahwa Paran adalah di Semenanjung Sinai. Namun, masalah ini sebenarnya dapat dipecahkan jika kita mengingat beberapa pertimbangan berikut ini :

    1. Taurat sendiri membedakan antara Padang Gurun Sinai dan Padang Gurun Paran.

      Bilangan 10:12 (LAI 1974)
      “Lalu berangkatlah orang Israel dari padang gurun Sinai menurut aturan keberangkatan mereka, kemudian diamlah awan itu di padang gurun Paran.”

      Artinya Paran tidak terletak di Padang Gurun Sinai (Semenanjung Sinai).

    1. Seorang Kristiani berkebangsaan Lebanon, Kamal Salibi, menempatkan Paran di kota Mekkah.

      Dalam bukunya yang berjudul “Bible Came From Arabia” hal. 215 ia mengatakan :
      “.. the place in question could have been Faran, in the Zahran highlands, bordering on the basaltic desert of Harrat Al-Buqum. In any case, this Faran was no doubt the Biblical Paran

      (…Faran, di Dataran Tinggi Zahran, dengan perbatasan pada Padang Pasir Basaltic Harrat Al-Buqum. Dalam beberapa kasus, Faran tak dapat disangkal adalah nama Bible untuk Paran.)

    1. Sebagaimana dimaklumi dari zaman Ismail (sekitar abad 18 SM) hingga saat ini, tidak ada sebuah bangsa yang berkuantitas besar di Semenanjung Sinai.

      Taurat mencatat :
      “Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi sebuah bangsa yang besar.” (Kejadian 17:20 Alkitab LAI 1974)

      “Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.” (Kejadian 21:18 Alkitab LAI 1974)

      Sejarah mencatat, Semenanjung Sinai adalah wilayah taklukan bangsa Mesir, bangsa Romawi, bangsa Arab, dan bangsa Israel. Tak pernah ada yang namanya bangsa Sinai, bahkan bangsa Mesir yang zaman kuno begitu terkemuka akhirnya berubah identitas menjadi bangsa Arab melalui proses asimilasi setelah ditaklukkan oleh Kekhalifahan Islam.

      Taurat tidak mencatat bahwa kelak bani Edom akan menjadi bangsa yang besar, dan ini memang sesuai realitas sejarah dimana bani edom akhirnya berasimilasi menjadi bangsa Arab. Namun bila umat Kristen bersikukuh Paran terletak di Sinai, artinya Ismail dan keturunannya pun haruslah di Sinai. Maka saya pun berhak bertanya kepada orang Kristen, “Hei Kristiani, dimanakah bangsa Sinai yang begitu besar itu”?

    2. Pada zaman nabi Musa (sekitar abad 13 SM artinya sekitar 4 abad pasca wafatnya Ismail), Taurat sama sekali tidak mencatat pertemuan/ perjumpaan antara bani Israel dan bani Ismail di Paran (baca Bilangan 10:12; 12:16; 13:3). Padahal orang Kristen berkata bahwa sekurang-kurangnya 2.000.000 bani Israel berkeluyuran di Semenanjung Sinai selama lebih dari 40 tahun. Artinya bani Ismail memang tidak bermukim di Semenanjung Sinai.

      Kita lihat peta Paran versi Kristen modern dibawah ini. Pembaca dapat melihat bahwa peta yang diajukan Paran versi Kristen adalah daerah sempit, karena bagian dari Semenanjung Sinai.

      Sebenarnya ketika Bani Israel melewati Paran (tempat tinggal bani Ismail), dan Taurat tidak mencatat pertemuan mereka, ini membuktikan bahwa Paran bukan di Semenanjung Sinai, melainkan suatu daerah yang sangat luas yaitu Semenanjung Arabia. Jadi Bilangan (10:12;12:16;13:3) menceritakan bani Israel sedang di Semenanjung Arabia bagian barat laut. Dan Semenanjung Arabia bagian barat laut bukanlah pusat bani Ismail bermukim tatkala itu.

    1. Bani Kedar bin Ismail baru tercatat dalam sejarah mengontrol Semenanjung Sinai pada abad 6 SM (artinya sekitar 11 abad pasca wafatnya nabi Ismail leluhur orang Kedar).

      Berdasarkan Sumber Kristen
      The Encyclopedia of World History. 2001.
      http://www.bartleby.com/67/127.html

      THE KINGDOM OF QEDAR. The Qedarites were the most organized of the Northern Arabian tribes, and at its height in the 6th century, the organization controlled a large region from the Persian Gulf to the Sinai. Ashurbanipal allied himself with the King Yauta` (676–652), though he later helped depose him in favor of Abiyate (652–644). After this, nothing is known of Qedar until the 5th century, when an Aramaic inscription names Geshem and Qainu as kings. The “Geshem the Arab” mentioned in the Book of Nehemiah is possibly this person (Neh. 2:19, 6:1).

      (KERAJAAN KEDAR. Bani Kedar adalah bangsa yang terorganisir diantara bangsa-bangsa di Arabia Utara, dan pada abad 6 SM, kelompok ini mengendalikan sebagian besar wilayah yang terbentang dari Teluk Persia hingga Sinai. Ashurbanipal beraliansi dengan Raja Yauta’ (676 SM-652SM), , meskipun ia kemudian memecat Yauta dan menggantinya dengan Abiyate (652SM-644SM). Setelah itu, berita mengenai Qedar tidak diketahui lagi hingga abad 5 SM, ketika Inkripsi bahasa Aram menyebut nama Gesham dan Qainu sebagai raja-raja. “Geshem Orang Arab” dalam Perjanjian Lama kitab Nehemia (2:19 dan 6:1) kemungkinan adalah Geshem yang disebut dalam inskripsi bahasa Aram tersebut”.

      Jadi keberadaan bani Ismail (Kedar) di Semenanjung Sinai baru terjadi di abad 6 SM.

    1. Keberadaan bani Nabat (Nebayot) bin Ismail

      Encyclopedia Britannica edisi 2003
      Topic : Sinai Peninsula

      After the decline of the Egyptian empire, Nabataeans from Petra controlled the trade routes of the Sinai for two centuries until they were defeated by the Romans in AD 106. The region then became part of the province of Arabia in the Roman Empire.

      (Setelah melemahnya kerajaan Mesir, Nabataean (yang diyakini keturunan Nabat bin Ismail) dari Petra mengontrol rute perdagangan di Sinai selama 2 abad hingga mereka dikalahkan oleh Romawi pada tahun 106 M. Daerah ini kemudian menjadi bagian dari propinsi Arab dari kekaisaran Romawi.)

      Lagi-lagi keberadaan bani Nabat di Semenanjung Sinai baru terjadi di tahun 94 SM (106 M dikurangi 2 abad). Artinya kira-kira 17 abad pasca wafatnya nabi Ismail bin Ibrahim.

      Asal Usul Nabataean

      Sumber Kristen: http://nabataea.net/nab1.html

      About 300 years before Christ, an Arab tribe of merchants moved out of the deserts of Arabia into the ancient land of Edom. Most of the Edomites had left, due to the migration of peoples during the reign of Nebadcadnezar in Babylon. As the Nabataeans slowly expanded their realm, they became the masters of the Negev and the ancient Edomite homeland. Soon this area became known as Nabataea, and from this new base, the Nabataeans began acquiring wealth and building a merchant empire.

      (Sekitar 300 tahun SM, sebuah bangsa Arab pedagang bermigrasi dari Padang Pasir Arabia menuju Tanah Edom. Mayoritas bani Edom telah beranjak dari Tanah Edom, karena migrasi penduduk selama pemerintahan Raja Nebukadnezer di Babylonia. Lambat laun Nabataean memperluas kerajaannya, sehingga mereka menjadi penguasa Gurun Negeb di Palestina Selatan dan tanah air bani Edom kuno. Kelak wilayah ini dikenal sebagai Nabataea, dan dari basis baru mereka inilah, Nabataean mulai memperoleh kemakmuran dan membangun sebuah Kerajaan Dagang.”

      Jadi Nabataean itu asal usulnya dari Padang Pasir Arabia, bukan Semenanjung Sinai.

      Bahasa dan tulisan Nabataean berhubungan dengan Bahasa dan tulisan Arab

      Sejarawan Barat dan kaum Misionaris Kristen menyatakan adanya “bahasa Nabataean”, dan “bahasa Arab adalah bagian dari bahasa Nabataean”. Jelas ini pandangan prejudice yang disulut oleh kaum Misionaris Kristen yang gencar mencari kelemahan Arab dan Islam. Sungguh pun demikian, Al-Azami dengan berbagai penjelasan disertai foto-foto tulisan Nabataean membawa kesimpulan bahwa “bahasa Nabataean” ibarat “bahasa Australia”, artinya bahasa Arab dialek Nabataean, seperti halnya bahasa Inggris dialek Australia. Jadi bahasa Nabataean adalah bagian dari bahasa Arab, dan bukan sebaliknya.

      Baca : Sejarah Teks Al-Qur’an Sejak Turunnya Wahyu Hingga Kompilasi.” by Al-A’zami.
      Bab 9 hal. 132-136

      atau download buku tsb di http://www.pakdenono.com

      Wilayah Kekuasaan Nabataean
      Sumber Kristen:http://nabataea.net/who.html

      At its peak, the Nabataean Empire stretched from modern-day Yemen to Damascus and from western Iraq into the Sinai Desert … at least, according to some historians. No one is really sure how large their empire really was. That is how illusive and mysterious the Nabataeans were.

      (Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Nabataean membentang dari (selatan yaitu wilayah) Yaman hingga (ke utara yaitu) kota Damaskus (di Suriah) dan disebelah barat adalah Irak Barat (dan sebelah timurnya) hingga Padang Pasir Sinai….. Menurut sebagian ahli sejarah. Sebenarnya tidak diketahui pasti seberapa luas sebenarnya wilayah kekuasaan Nabataean. Kisah Nabataean hingga kini masih diselimuti misteri.)

      http://nabataea.net/who.html
      However, I now believe that the Nabataeans were living in Edomite territory long before this, and it was only when the Edomites left that the Nabataeans gained enough prominence to obtain a homeland that they could call their own. I also believe that Nabataeans lived in other places in the Middle East at the same time, setting up their small tent communities on the outskirts of the ancient cities of Arabia.

      (Namun, saya sekarang percaya bahwa Nabataean bermukim di wilayah bani Edom jauh sebelum ini, dan ini terjadi hanya ketika bani Edom pergi dari Tanah edom sehingga cukup bagi Nabataean untuk menjadi yang terkemuka dan menguasai tanah air Edom yang dapat juga disebut tanah air Nabataean. Saya juga percaya bahwa Nabataean bermukim di tempat-tempat lainnya dikawasan Timur Tengah pada saat yang sama. Men-set komunitas kemah kecil Nabataean dipinggiran kota-kota kuno Arabia.)

      Kesimpulan : Sebenarnya kisah Nabataean ini masih diliputi misteri. Sejarahnya gelap, meskipun eksistensinya dahulu pernah ada.

    1. Meskipun Taurat kitab Kejadian 17, 21, dan 22 terbukti telah diedit, namun ada indikasi dalam Taurat bahwa Nabi Ibrahim pernah berkunjung Ke Arabia. Kesimpangsiuran cerita Taurat, oleh sebab Taurat bukanlah kitab yang ditulis oleh Nabi Musa, sebagaimana yang diyakini kaum fundamentalis Kristen.
  1. Orang Kristen justru mengabaikan apa yang Bible katakan mengenai Arab, padahal Bible (Alkitab) mencatat di berbagai tempat:

    1 Raja-raja 10:15
    “belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu.”

    2 Tawarikh 9:14
    “belum terhitung yang dibawa oleh saudagar-saudagar dan pedagang-pedagang; juga semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu membawa emas dan perak kepada Salomo.”

    Yesaya 21:13
    “Ucapan ilahi terhadap Arabia. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai kafilah-kafilah orang Dedan!”

    Yeremia 25:24
    “kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun;”

    Yehezkiel 27:21
    “Arab dan semua pemuka Kedar berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan engkau.”

    Manakah yang disebut bangsa Sinai itu?

    Kejadian 21:17-18 (LAI TB 1974)
    “Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”

    Sinai ==> wilayah yang sedikit penduduknya, wilayah taklukan bangsa-bangsa lain.
    Mesir ==> bangsa yang besar yang akhirnya ditaklukkan kaum Muslimin dari Tanah Arab. Identitas Mesir berubah menjadi Arab Mesir, termasuk bahasa Mesir yang berubah menjadi bahasa Arab logat Mesir.
    Arab ==> bangsa yang besar, sang penakluk.

    Silahkan Anda pikirkan, Kejadian 21:17-18 untuk bangsa Sinai, Mesir, atau Arab?

Baka dalam Mazmur 84 : Palestina, Lembah Biqa di Lebanon, ataukah Lembah Bakkah di Mekkah ?

Pertanyaan Kristen :
* Mazmur 84 : 7 – 8 : Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; ……… Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion”

Sion adalah nama lain dari Yerusalem.

* 1 Raja 8 : 1 : Pada waktu itu raja Salomo menyuruh semua para tua-tua Israel dan semua kepala suku … berkumpul di hadapannya di Yerusalem …. yaitu Sion.

Kita lihat dari konteks kalimatnya :
Penulis kitab Mazmur menggambarkan orang-orang Yahudi yang hendak berziarah ke Yerusalem dimana harus melalui lembah Baka. Tidak logis jika orang-orang Yahudi yang berdiam di tanah Israel dan wilayah sekitarnya saat hendak ke Yerusalem harus menuju Mekah dulu yang jaraknya sekitar 1400 km kemudian berbalik lagi ke Yerusalem.

Ada 2 pendapat tentang lokasi lembah Baka ini.

PERTAMA :
Yang berpendapat adalah Lembah Beka di Lebanon. Lembah Beka disebut juga Biqa (Orang Arab tidak mengenal vokal “e”, jadi nama yang benar (nama asli) bagi orang Arab Lebanon adalah Biqa, dan ditransliterasikan oleh orang Barat menjadi Beka/Beqaa, ed) atau Beqaa berada di Lebanon.

Dikutip dari :
Encyclopaedia Britannica Edisi 2003
Sub Topik : Al-Biqa
also spelled Bekaa, or Beqaa, classical Coele Syriabroad valley of central Lebanon, juga disebut Bekka atau Beqaa …. Lembah di Lebanon tengah
The valley contains nearly half of Lebanon’s arable land ……
Lembah ini adalah hampir setengah dari tanah Lebanon yang dapat ditanami ….. Perbatasan secara geografi : Timur : kota Al Labwah, Selatan : kota Baalbek, Barat : kota Bahari, Utara : kota Al Hirmil. Lihat peta dibawah ini,

KEDUA :
Arti “Baka” dalam bahasa Ibrani adalah “Pohon Kertau (Mulberry Tree.)”.

Kita bisa menemukan referensi dari Alkitab tentang lembah POHON KERTAU ini.
* 2 Samuel 5 : 22-23
5:22 Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim,
KJV, And the Philistines came up yet again, and spread themselves in the valley of Rephaim. Hebrew Translit, VAYOSIFU OD PELISHTIM LA’ALOT VAYINATSHU BE’EMEK REFAIM:
5:23 maka bertanyalah Daud kepada TUHAN, dan Ia menjawab: “Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.
KJV, And when David enquired of the LORD, he said, Thou shalt not go up; but fetch a compass behind them, and come upon them over against the mulberry trees.

Hebrew Translit, VAYISHAL DAVID BAYEHOVAH VAYOMER LO TA’ALE HASEV EL-AKHAREIHEM UVATA LAHEM MIMUL BEKHAIM

Lembah Refaim sendiri terletak sekitar 6 km sebelah barat daya Yerusalem. Berarti lembah Baka sendiri pasti terletak tidak jauh dari lembah Refaim.

Jawaban Muslim

Orang Kristen yang menyangka bahwa agama Allah hanya khusus bani Israel, pastilah bukan pengkaji literatur Perjanjian Lama yang baik. Perjanjian Lama justru menceritakan bahwa firman Allah bukan hanya untuk bani Israel semata. Taurat kitab Bilangan (pasal 22-24) mengisahkan Balaam (Bileam) bin Beor yang diberi firman oleh Tuhan. Tuhan menggerakkan Raja Persia bernama Koresh untuk menjaga bait-Nya di Yerusalem (2 Tawarikh 36:23; Ezra 1:2). Tuhan juga memberkati Ismail beserta anak-anaknya. Dan Tuhan pulalah yang kelak menunjuki keturunan Ismail agar dapat mengagungkan-Nya, ucapan Ilahi akan muncul terhadap Arabia (Yesaya 21:13), adalah tanda akan datangnya seorang nabi di Arabia.

Kalau Taurat dan kitab-kitab Yahudi lainnya tidak detail menceritakan mereka (hubungan antara kalangan non-Yahudi dengan Allah), hal ini disebabkan karena kitab suci Taurat hanya untuk bani Israel semata. Syariat hukum untuk bangsa-bangsa non-Israel bukanlah urusan nabi Musa, Daud, Yesus, dan nabi-nabi Israel lainnya, karena Allah lah yang menurunkan nabi dan imam dari kalangan mereka sendiri beserta hukum yang khusus bagi mereka sendiri. Memang benar bahwa bani Edom, bani Ismail, seperti halnya bani Israel tergelincir kedalam kemusyrikan (mempersekutukan Tuhan), namun nama Allah, Ibrahim, Ismail, dan Ishak selalu diingat oleh keturunannya.

Sekarang kita kembali lagi ke topik bahasan mengenai Baka.

Mazmur Pasal 84 (LAI 1974)

  1. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur bani Korah. Betapa disenangi tempat kediaman-Mu, ya Tuhan semesta alam!
  2. Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
  3. Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya Tuhan semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!
  4. Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela
  5. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!
  6. Apabila melintasi lembah Baka, membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.
  7. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.
  8. Ya Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub. Sela
  9. Lihatlah perisai kami, ya Allah, pandanglah wajah orang yang Kauurapi!
  10. Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Sudah jelas bahwa agama Allah bukan untuk bangsa Yahudi saja. Dan perlu ditekankan pula bahwa Mazmur pasal 84 adalah untuk peziarah umat manusia (bani Adam/anak-anak Adam) yang beriman.

“Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau. Sela. Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah!” (Mazmur 84:4-5)

Kata “manusia” pada ayat diatas sangat jelas menunjukkan peziarah umat manusia, bukan hanya bani Israel semata.

Dalam kitab Mazmur 84:2, Nabi Daud [17] merasa jiwanya terasa jauh karena merindukan pelataran Tuhan. Berikut ini adalah kalimat puitisnya :

“My soul longeth, yea, even fainteth for the courts of the LORD: my heart and my flesh crieth out for the living God.” (Teks KJV Bible)

(Jiwaku hancur, yea, karena merindukan pelataran-pelataran Tuhan; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.)

Nabi Daud mengatakan hal tersebut di Yerusalem. Nampak dalam perkataannya bahwa ia sangat merindukan untuk pergi ke bait Allah di Baka, daerah yang jauh dari Yerusalem.

The Jewish Encylopedia [18] menyatakan bahwa Baka dalam Mazmur 84 adalah daerah tandus yang kekurangan air dibandingkan lembah-lembah yang lain.

Dalam bahasa Ibrani, Baka artinya lembah menangis (crying valley atau valley of weeping) dan pohon kertau/pohon balsam (balsam tree).

Sumber : http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=661_0_4_0_M
“Kota suci Mekah pada mulanya bernama Baka atau Bakkah, sebagaimana tercantum dalam Ali Imran 96. Dalam bahasa Arab, kata baka mempunyai dua arti, “berderai air mata” dan “pohon balsam”. Arti yang pertama berhubungan dengan gersangnya daerah itu sehingga seakan-akan tidak memberikan harapan, dan arti yang kedua berhubungan dengan banyaknya pohon balsam (genus commiphora) yang tumbuh di sana. Oleh karena huruf mim dan ba sama-sama huruf bilabial (bibir), nama Bakkah lama-kelamaan berubah menjadi Makkah. Karena kota Mekah sangat gersang, orang-orang Quraisy penghuni kota itu tidak mungkin hidup dari sektor agraris (pertanian), melainkan harus mengembangkan sektor bisnis (perdagangan). Dibandingkan suku-suku lain di Semenanjung Arabia, suku Quraisy memiliki watak istimewa, tahan segala cuaca! Mereka memiliki tradisi (ilaf) gemar mengembara baik di musim dingin maupun di musim panas untuk berniaga.”

Selain itu, kita pun dapat melihat kisah menangisnya Hajar dan Ismail di Paran, dalam Kitab Kejadian.

Kejadian pasal 21 (LAI 1974)

  1. ….mengembara di padang gurun Bersyeba.
  2. Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,[19]
  3. dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: “Tidak tahan aku melihat anak itu mati.” Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.[20]
  4. Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: “Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
  5. Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar.”
  6. Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
  7. Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.
  8. Maka tinggallah ia di padang gurun Paran

Sudah menjadi tradisi bahwa setiap berhaji ke Mekkah, muslim berdoa sambil menangis memohon ampunan agar Tuhan menunjuki jalan lurus agar dapat memasuki surga. Ketika Ismail kehausan, Tuhan menunjukkan sebuah sumur kepada Hajar agar mereka berdua bisa minum.

Lembah Biqa di Lebanon sendiri bisa dikatakan cukup air dan tidak segersang Arabia. Berdasarkan Mazmur Pasal 84 dikatakan jika Anda berziarah ke Bait Allah di Baka maka Anda akan diberkati. Lalu kenyataan sekarang adalah umat muslim pergi haji ke Bait Allah (Baitulloh) di Mekkah berdoa sambil menangis.

Sion Dalam Mazmur 84 Bukan Yerusalem

Sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Zion_%28Mormonism%29
Sion (Zion) punya beberapa makna :
1. Yerusalem.
2. Yerusalem Baru.
3. Sebuah kota tempat orang-orangnya disatukan (dikumpulkan) dan memiliki kesucian hati.
4. Tempat orang-orang Kudus.
5. Gereja Yesus Kristus.

Bahwa kata “Sion” dalam Mazmur 84, bukanlah Yerusalem, karena Yerusalem bukanlah wilayah tandus, lagipula Yerusalem adalah daerah tempat tinggal nabi Daud, sementara nabi Daud sedang sangat merindukan bait Allah di Baka, artinya Baka bukanlah Yerusalem maupun wilayah Palestina, melainkan tempat yang jauh sehingga membuat nabi Daud begitu merindukannya. Sion dalam Mazmur 84 artinya adalah tempat perkumpulan agama, dimana orang-orangnya disatukan dan memiliki kesucian hati.

“Apabila melintasi lembah Baka, membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”

Jadi Sion dalam Mazmur 84 artinya adalah tempat perkumpulan agama atau tempat berkumpulnya orang-orang kudus.

Dalam Bahasa Ibrani : Baka’ adalah turunan dari kata Bakah

Baka’ adalah turunan dari kata Bakah (lihat Nomor Strong 01056 dan 01058).

No. Strong: 01058
Kata : bakah
Pengucapan: baw-kaw’
Asal Kata : a primitive root <— Artinya sebuah akar kata!!
Sumber : TWOT-243
Jenis : v
Definisi Inggris:
1) to weep, bewail, cry, shed tears
1a) (Qal)
1a1) to weep (in grief, humiliation, or joy)
1a2) to weep bitterly (with cognate acc.)
1a3) to weep upon (embrace and weep)
1a4) to bewail
1b) (Piel) participle
1b1) lamenting
1b2) bewailing

Kesimpulannya :
-“Baka” adalah turunan dari akar kata “Bakah”.
-Al-Qur’an menyebut lembah Bakkah.
-Jadi Baka atau Bakah (dalam bahasa Ibrani) dibandingkan Bakkah (dalam al-Qur’an) terdapat kemiripan dari segi linguistik.

“Sesungguhnya Bait yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah (Bait Allah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim…” (QS Ali ‘Imran 96-97)

“…Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah Bait-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS Al Baqarah 125)

Penutup

“Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.” (QS Asy Syuura 14)


Footnotes
[1] Taurat versi Yahudi dan Kristen adalah 5 kitab yaitu :Kejadian (Genesis), Keluaran (Exodus), Imamat (Leviticus), Bilangan (Numbers), dan Ulangan (Deuteronomy). Kelima kitab ini termasuk dalam Perjanjian Lama. Taurat versi Kristen tidak mengakui kenabian Adam, Ismail, dan Harun; sebagaimana yang diterangkan oleh al-Qur’an.

[2] Mekkah di selatan Mesir, artinya jika Anda berangkat dari Mesir hendak menuju kota Mekkah via jalur darat, maka ketika sampai diujung Semenanjung Sinai bagian timur, maka Anda akan belok ke arah selatan menuju kota Mekkah. Itulah maksud Mekkah terletak di selatan Mesir. ed.

[3] Sejarah Teks Al-Quran – Dari Wahyu Sampai Kompilasinya -Prof. Dr. M.M al-A’zami, hal.268-269 mengutip dari The Text of the Old Testament, Ernst Wurthwein, Edisi ke-2, William B. Eerdmans Publishing Company. Grand Rapids, Michigan, 1995, Halaman 12-13

[4] http://www.biblebelievers.org.au/masorete.htm
Louis Cappel, Hebrew Scholar:
One of the first scholars to investigate the matter was Louis Cappel, a French Huguenot divine and scholar who lived from 1585 to 1658. Consider the following excerpt from the article, “CAPPEL, LOUIS,” found in the 1948 edition of the Encyclopedia Britannica.

“As a Hebrew scholar, he concluded that the vowel points and accents were not an original part of Hebrew, but were inserted by the Masorete Jews of Tiberias, not earlier then the 5th Century AD……”

[5] Untuk memudahkan pemahaman, kita lihat kasus Meksiko (Mexico): Ada kota Meksiko (Mexico City), yang terletak di Negara Meksiko (Mexico).

[6] Bukhari Volume 004, Book 055, Hadith Number 583.

Diriwayatkan Oleh Ibn Abbas: …Ibrahim membawa Hajar dan putranya Ishmail selagi ismail sedang menyusui ibunya ke suatu tempat dekat Ka’bah di bawah sebuah pohon dititik Zam-Zam, di tempat yang paling tinggi di mesjid itu. Waktu itu tidak ada seorang pun di Mekkah, tidak pula air. Maka Ibrahim mendudukan mereka di sana dan menempatkan di dekat mereka tas kulit yang berisi biji-bijian, dan sebuah kantong air kecil yang berisi sedikit air, dan Ibrahim kemudian bermaksud pulang kembali ke rumahnya. Ibunda Ismail mengikuti dia dan berkata, “O Ibrahim ! Kamu hendak kemana, meninggalkan kami di lembah ini dimana tidak ada seorang pun menemani, serta tidak ada apa-apa untuk bisa dinikmati?” Hajar mengulang-ngulang berkali-kali, tetapi Ibrahim tidak juga menengok ke belakang. Kemudian Hajar bertanya pada dia, ” Apakah Allah telah memerintahkan kamu untuk melakukan ini ?” Ia berkata, ” Ya.” Hajar berkata, ” kalau begitu Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan kami berdua,” dan Hajar kembali sedangkan Ibrahim meneruskan langkahnya, dan setelah sampai di Thaniya di mana Hajar dan Ismail tidak bisa melihat dia, ia mengarah Ka’bah, dan mengangkat kedua-dua tangannya, berdo’a kepada Allah, ujarnya :

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS 14.37)

Ibu Ismail lalu menyusui Ishmael dan minum dari air (yang dia punya).

Ketika air di dalam Kantong air habis, dia menjadi haus dan anak nya juga menjadi haus. Dia mulai memperhatikan Ishmail yang meronta-ronta; lalu Hajar meninggalkan Ismail, karena dia tidak tahan melihat Ismail, dan menemukan bahwa gunung Safa adalah gunung yang paling dekat dengannya dan tempat dia berada. Lalu Hajar berdiri di atas gunung itu dan mulai memandangi lembah dengan seksama berharap dia mungkin dapat melihat seseorang, tetapi dia tidak bisa melihat sesiapapun. Kemudian dia turun dari Safa dan ketika dia mencapai lembah, dia menyingsingkan jubah nya dan berlari menuju lembah seperti orang kebingungan dan kesusahan, hingga dia menyeberang lembah dan mencapai gunung Marwa di mana dia berdiri dan mulai memandangi lembah, berharap melihat seseorang, tetapi dia tidak bisa melihat sesiapapun. Dia mengulangi hal demikian (lari antara Safa dan Marwa) tujuh kali.” Nabi berkata, “Inilah yang kemudian menjadi sumber dari tradisi berjalan orang-orang antara keduanya ( yaitu. Safa dan Marwa).

Ketika dia mencapai Marwa (untuk terakhir kalinya) dia mendengar sebuah suara dan dia menyuruh dirinya sendiri untuk diam dan mendengarkan secara seksama. Dia mendengar suara lagi dan berkata, ‘ O, (siapapun kamu)! Kamu sudah membuat aku mendengar suara mu; adakah kamu punya sesuatu (yang) dapat membantuku?” Dan lihat! Hajar melihat malaikat di tempat Zam-Zam, menggali bumi dengan tumitnya (atau sayap nya), hingga air mengalir dari tempat itu. Hajar memulai untuk membuat semacam bendungan bak di sekitar air itu, menggunakan tangannya dengan cara ini, dan mulai mengisi kantong airnya dengan air dengan tangannya, dan air terus mengalir keluar setelah dia selesai menciduk sebagian dari air itu.”

Nabi menambahkan, “Semoga Allah menganugerahkan sayangNya atas ibu Ismail ! Telah dia biarkan Zam-Zam (mengalir tanpa berusaha untuk mengendalikannya) (atau tidak menciduk dari air itu) (untuk mengisi kantong air nya), Zam-Zam akan terus memancar di atas permukaan bumi.” Nabi menambahkan lebih lanjut, ” Kemudian Hajar meminum (air) dan menyusui anaknya. Malaikat berkata kepadanya, ‘Jangan takut disia-siakan, karena di sini akan menjadi Rumah Allah (Bait Allah) yang akan dibangun oleh anak laki-laki ini dan bapaknya, dan Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya.”

[7] Tampaknya Kejadian 25:12-15 tidak detail mencatat anak-anak nabi Ismail. Mengapa anak perempuan nabi Ismail tidak dicatat ?

[8] Nama “Dedan” dalam Bible, mempunyai 3 referensi :
1. Dedan bin Raamah/Raema (Kejadian 10:7). Keturunannya disebut dalam Kitab Yesaya 21:13 dan Yehezkiel 27:15.
2. Dedan bin Jokshan (Yoksan) bin Abrahim dan Keturah (1 Tawarikh 1:32). Keturunannya berdomisili di perbatasan Suriah sekitar wilayah Edom.
3. Sebuah kota yang kini bernama Al-‘Ula, di Saudi Arabia.

Bukti bahwa Dedan adalah Al Ula yaitu :

  • http://en.wikipedia.org/wiki/Al-%27Ula

    Coordinates: 26°37’N 37°55’E The Al-‘Ula oasis (Biblical Dedan), some 110 km soutwest of Tayma (380 km north of Medina) in northwestern Arabia was located at the incense route. It was the capital of the Lihyanites (Dedanites).

    (Berada dikoordinat 26°37’N 37°55’E Oasis Al-‘Ula (Nama Bible-nya Dedan), sekitar 110 km sebelah barat daya Tayma (380 km utara Madinah) di barat laut Arabia yang terletak di rute (perdagangan, ed) kemenyan. Dedan adalah ibu kota Lihyanites (Dedanites).

  • http://pr.sv.net/aw/2005/April/english/history.htm

    Al Ula oasis, situated in the Wadi Qura valley, is halfway between Madinah and Tabuk, around 370 kilometres north of Madinah. The first scripts to appear on the rock are Dedanite, Lihyanite and Minean. These scripts have an obvious connection with the Musnad script from south Arabia. Dedan was the former name of the Al Ula Oasis. Around 75 AD, the Roman initiative to divert the frankincense trade from inland to the Red Sea compelled the Dedan and Al Hijir people to survive on agriculture under the palm trees or to move away. After the advent of the Islamic faith, from around 620 AD, when Allah ordained the Haj pilgrimage it gave a new life to the oasis. On the way to Tabuk following the expansion of the Islamic faith, the Prophet Mohamed (Peace be upon Him) stopped for prayer at the Mosque south of Qala’at Musa ibn Nuseir, the tiny fort watching over the old mud brick village of Al Ula. At several locations, some Kufic Arabic writing on the rock can be seen side by side with other older scripts. In Al Ula, the pious caravans from the north used to rest for 3 or 4 days in the oasis on their way to Madinah, except during the period from the 7th to the 13th century AD when Al Ula was bypassed for the benefit of Mabeyat, an Umeyyad built city only 20 kilometres further in the southeast.

    (Oasis Al Ula, terletak di Lembah Wadi Qura, berada ditengah-tengah antara Madinah dan Tabuk, sekitar 370 km utara kota Madinah. Skrip pertama muncul di bebatuan adalah Dedanite, Lihyanite, dan Minean. Skrip-skrip tersebut memiliki hubungan yang sangat erat dengan skrip Musnad yang berasal dari Arabia Selatan. Nama Oasis Al-Ula dulunya adalah Dedan. Sekitar tahun 75 M, Romawi berinisiatif untuk mengalihkan perdagangan kemenyan dari darat ke Laut Merah yang mengharuskan orang-orang Dedan dan Al-Hijr untuk surivive pada pertanian pohon-pohon palm atau pergi keluar.Setelah kedatangan agama Islam, dari sekitar tahun 620 M, ketika Allah menjadikan peziarah Haji memberikan sebuah kehidupan baru untuk oasis. Di jalur menuju Tabuk mengikuti ekspansi agama Islam, Nabi Muhammad SAW berhenti karena beribadah di Masjid selatan dari Qala’at Musa ibn Nuseir, Benteng kecil memantau area desa Al-Ula. Di beberapa lokasi terdapat beberapa tulisan huruf Arab kufic di bebatuan yang dapat di lihat secara berdampingan dengan skrip-skrip yang lebih tua lainnya. Di Al Ula, kafilah agamis dari utara beristirahat selama 3 atau 4 hari di oasis Al Ula dalam perjalanan mereka menuju Madinah, kecuali selama periode dari abad 7-13 M…..)

  • http://nabataea.net/dedan.html

    Ancient Dedan is known as Al Ula today. ….Dedan is situated between Medina and Tabuk in central Saudi Arabia. It was one of the largest and most important centers of civilization in ancient Arabia. Located on a main trade route, it played an important role as a link between the civilizations of South Arabian and the civilizations in the north. It remained an important center from ancient times until the 1st century BC. Its importance declined when the Nabataeans adopted Meda’in Saleh as their second capital.

    (Dedan kuno dikenal sebagai Al Ula sekarang….. Dedan terletak diantara Madinah dan Tabuk di Saudi Arabia bagian tengah. Dedan adalah satu diantara pusat peradaban terbesar dan terpenting di Arabia kuno. Dedan terletak di jalur utama perdagangan dan memainkan sebuah peranan penting sebagai penghubung antara peradaban Arabia Selatan dan peradaban di utara. Dedan masih memainkan peranan penting dari abad kuno hingga abad 1 SM. Peranan penting Dedan akhirnya berkurang ketika Nabataean menjadikan Meda’in Saleh sebagai ibukota mereka yang kedua.)

Peta Dedan (Al Ula) dan sekitarnya

Peta Dedan diatas bersumber dari http://nabataea.net/HejazMap3a.html

[9] Ada 2 referensi di Bible mengenai Tema yaitu Tema bin Ismail bin Ibrahim dan Tema (Tayma) di Arab Saudi.

Bukti bahwa Tema adalah Tayma adalah :
http://en.wikipedia.org/wiki/Tayma
Tayma or (Tema) is a large oasis with a long tradition of occupation, located in Saudi Arabia (Tayma atau Tema adalah sebuah oasis besar dengan tradisi panjang, terletak di Saudi Arabia.)

http://nabataea.net/tayma1.html
Teyma is usually associated with the ancient oasis of Tayma, located northeast of the Hijaz district. (Teyma diasosiasikan dengan oasis kuno Tayma, terletak di distrik Hijaz bagian timur laut).

[10] Sumber:
Muhammad Dalam Kitab Samawi
Syeikh Abdul Majid A.Zainuri
Iqra Insan Press
Februari 2004, hal.21

“Lafaz Muhammad bila ditulis dalam bahasa Inggris menjadi “Machmad”, disebabkan bahasa Inggris tidak mempunyai huruf “ح”, mereka menggantinya dengan huruf (ch), yang lebih dekat ke huruf “خ”, sebagaimana terdapat dalam mu’jam mufahras, bahwa huruf ini “ح” terdiri dari ch lebih dekat ke “خ” huruf Jerman, yang berarti; penggunaan “ch” sebagai ganti dari “ح”, maka nama Muhammad adalah nama Nabi Muhammad SAW.”

Sumber:
Transliterasi Kidung Agung 5:16 menurut http://www.sacred-texts.com/bib/tan

“ḥikwō maməṯaqqîm wəḵullwō maḥămadîm zeh ḏwōḏî wəzeh rē‘î bənwōṯ yərûšālāim:”

Note :
-Transliterasi bahasa Ibrani : huruf “v” lebih sering ditransliterasi menjadi “w”.
-http://www.sacred-texts.com/bib/tan kini tidak lagi menyediakan transliterasi secara free online.
-Bukalah dengan Mozilla Firefox, sebab Internet Explorer tidak dapat membaca beberapa huruf tertentu.

[11] Lord dalam Bible bahasa Yunani adalah Kurios, yang arti umumnya adalah tuan. Namun bila disandingkan dengan nama Tuhan seperti dalam kasus “Kurios Theos”, maka artinya menjadi Tuhan Allah. Istilah “kurios” ini sama halnya orang Jawa dan Sunda mengatakan “Gusti Allah”.

[12] Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 4, hal. 1276

[13] Beberapa referensi nama Hawila secara lengkap menurut Bible.

No. Strong: 02341
Kata : Chaviylah
Pengucapan: khav-ee-law’
Definisi Inggris:
Havilah =” circle”

n pr loc
1) a part of Eden through which flowed the river Pison (Araxes); was probably the Grecian Colchis, in the northeast corner of Asia Minor, near the Caspian Sea
2) a district in Arabia of the Ishmaelites named from the 2nd son of Cush; probably the district of Kualan, in the northwestern part of Yemen

n pr m
3) a son of Cush
4) a son of Joktan

Beberapa referensi di Bible mengenai nama “Hawila” :

    • Kejadian 2:11 “Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat emas ada.”

      Hawila dalam Kej 2:11 adalah daerah yang dialiri sungai Pison, dekat kebun Eden. Kebun Eden diperkirakan terletak di Timur Tengah bagian utara.

    • Kejadian 10:7 “Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; anak-anak Raema ialah Syeba dan Dedan.”

      Hawila dalam 10:7 adalah anak Kush. Menurut beberapa kalangan Kristen, Kush tinggal di Afrika.

    • Kejadian 10:29 “Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya keturunan Yoktan.”

      Hawila dalam 10:29 adalah anak Yoktan (Joktan). Hawila berlokasi di Arabia Selatan.

    • Kejadian 25:18 “Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur. Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara mereka.”

      Hawila dalam 25:18 adalah Arabia Selatan.

    • 1 Samuel 15:7 “Lalu Saul memukul kalah orang Amalek mulai dari Hawila sampai ke Syur, yang di sebelah timur Mesir.”

      Hawila dalam 1 Samuel 15:7 tidak diketahui pasti, Hawila yang mana.

    • 1 Tawarikh 1:9 “Keturunan Kush ialah Seba, Hawila, Sabta, Raema dan Sabtekha; keturunan Raema ialah Syeba dan Dedan.”

      Hawila dalam 1 Tawarikh 1:9 sama dengan Kejadian 10:7

  • 1 Tawarikh 1:23 “Ofir, Hawila dan Yobab; itulah semuanya anak-anak Yoktan.”

    Hawila dalam 1 Tawarikh 1:23 sama dengan Kejadian 10:29

[14]Taurat mencatat bahwa Esau bin Ishak bin Ibraham (kakaknya nabi Yakub) memiliki empat orang istri yakni :

  1. Ada bin Elon orang Het (kejadian 36:1). Ada melahirkan Elifas. Elifas melahirkan Teman, Omar, Zefo, Gaetam, Kenas, Amalek.(Kejadian 36:4)
  2. Oholibama bin Ana bin Zibeon orang Hewi (Kejadian 36:1). Oholibama melahirkan Yeush, Yaelam, Korah (Kejadian 36:4-5)
  3. Basmat bin Ismael bin Abraham. Basmat melahirkan Rehuel. Rehuel melahirkan Nahat, Zerah, Syama, Miza. (Kejadian 36:4)
  4. .

  5. Mahalat bin Ismael bin Abraham (Kejadian 28:9-10)

[15] Taurat tidak mencatat Mahalat memiliki anak ataukah tidak.

[16] Ensiklopedi Hukum Islam, Jilid 4, hal. 1137

[17] Daud berdasarkan keyakinan muslim adalah seorang nabi dan raja. Namun, Yahudi dan Kristen hanya menganggap Daud sebagai seorang raja, bukan nabi.

[18] The Jewish Encylopedia, Volume II, Funk & Wagnalls Company, MDCCCCII, p. 415: “Baca, The Valley Of: A valley mentioned in Psalms LXXXIV:7. Since it is there said that pilgrims transform the valley into a land of wells, an old translators gave to Baca, the meaning of a “valley of weeping”; but it signifies rather any valley lacking water. Support for this latter view is to be found in II Samuel V:23 et seq.; I Chronicles XIV:14 et seq., in which the plural form of the same word designates a tree similar to the balsam tree; and it was supposed that a dry valley could be named after this tree. Konig takes Baca from the Arabian Baka’a, and translates it “lack of streams”. The Psalmist apparently has in mind a particular valley whose natural condition led him to adopt its name.”

[19] Sebagian kalangan Kristen berpendapat kisah Kejadian 21:15-19 terjadi di Bersyeba, Palestina Selatan. Jelas ini keliru. Peristiwa tersebut yang benar adalah terjadi di Paran (Mekkah), bukan Bersyeba.

Kita harus ingat Perjanjian Lama tidak mengenal tanpa tanda pemisah kalimat dan tanda pemisah ayat. Jadi kisah menangis dan keluarnya air dipadang pasir itu terjadi di Paran (Lihat Kejadian 21:21).

[20] Ada keanehan dimana Taurat mencatat Hajar menangis (Kej 21:16), namun justru diayat berikutnya mengisahkan bahwa Allah mendengar suara anak itu.

Jika hanya ada satu orang yang menangis saja maka yang benar adalah Ismail. Kecuali jika Hajar dan Ismail sama-sama menangis.
-Hajar menangis karena kebingungan melihat sang putranya yang masih bayi menangis.
-Ismail menangis karena daya tahan tubuh bayi tentu saja lemah ketika berada digurun pasir yang berudara panas dan tanpa air.

Sumber:
Muhammad Dalam Kitab Samawi Oleh Syeikh Abdul Majid A. Zainuri, Penerbit IQRA Insan Press, 2004.
Nabi Ibrahim Titik Temu Titik Tengkar Agama-agama Oleh Sayyid Mahmud al-Qimni, Penerbit LKiS, April 2004.
Free Download al-Qur’an dan terjemahan Indonesia
Answering Christianity
http://swaramuslim.net/ISLAM/more.php?id=661_0_4_0_M
-Free download Shoftware Alkitab SABDA http://www.sabda.net/modul.php
-Free download Shoftware Alkitab e-sword http://www.e-sword.net/bibles.html
-King James Version Bible format pdf di http://www.davince.com/content/blogcategory/14/33/
-NIV Bible http://www.ibs.org/niv/booklist.php
-Semua pertanyaan dan argumentasi Kristen bersumber dari tulisan “bp”, “vivaldi”, dll.
-Ensiklopedi Hukum Islam, penerbit PT. Ichtiar Baru Van Houve, Jakarta, Cetakan keenam, 2003
Menguak Misteri Muhammad, Oleh Benjamin Keldani, Editor Misteri Kristen
-The Jewish Encylopedia, Volume II, Funk & Wagnalls Company, MDCCCCII, p. 415
-Dan lain-lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: